Pertanyaan mengenai qunut sering muncul setiap bulan Ramadan, khususnya saat umat Islam melaksanakan salat Tarawih berjamaah. Dalam praktiknya, doa qunut umumnya dilakukan pada salat witir yang dikerjakan setelah Tarawih.
Lantas, kapan sebenarnya qunut dibaca dan bagaimana penjelasannya? Simak uraian berikut.
Pengertian Qunut
Menurut penjelasan dalam buku Kumpulan Tanya Jawab Islam: Hasil Bahtsul Masail dan Tanya Jawab Agama Islam, secara bahasa, qunut berarti doa. Adapun secara istilah, qunut terbagi menjadi dua jenis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama, qunut nazilah, yaitu qunut yang dibaca dalam salat fardu ketika umat Islam menghadapi musibah, seperti bahaya, wabah penyakit, bencana, atau ancaman dari pihak musuh.
Kedua, qunut Subuh dan qunut witir, yakni qunut yang dibaca pada saat iktidal di rakaat kedua dalam salat Subuh atau dalam salat witir.
Hukum Qunut
Hukum membaca qunut adalah sunah. Sejumlah sahabat Nabi yang berpendapat tentang kesunahan qunut di antaranya Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Ibnu Abbas, dan Barra bin Azib.
Salah satu dalil yang dijadikan landasan mengenai kesunahan qunut adalah hadits berikut:
عن أنس بن مالك قَالَ مَا زَالَ رَسُولُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْتُتْ في الفجر حتى فارق الدنيا (رواه أحمد)
Artinya: Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, beliau berkata, "Rasulullah SAW senantiasa membaca qunut ketika salat Subuh hingga beliau wafat." (HR Ahmad)
Pakar hadits Muhammad bin Alan as-Sidiqi dalam kitabnya Al-Futuhat Ar-Rabbaniyah menjelaskan hadits tersebut dinilai shahih dan diriwayatkan oleh sejumlah ulama hadits terkemuka.
Kapan Qunut Dibaca Saat Tarawih?
Secara umum, qunut yang sering dikaitkan dengan Tarawih sebenarnya adalah qunut dalam salat witir di bulan Ramadan. Dikutip dalam buku Fiqih Kontroversi Jilid 1 karya H. M. Anshary, para ulama menjelaskan qunut witir biasanya dibaca pada rakaat terakhir salat witir. Dalam riwayat sahabat, praktik ini sering dilakukan pada paruh akhir Ramadan.
Hal ini didasarkan pada beberapa hadits berikut:
حَدَثَنَا أَحْمَدَ بْنِ مُحَمَّدُ بْنِ حَنْبَل تَنَا مُحَمَّدَ بْنِ بَكْرَ اخْبَرَنَا هِشَا مَ عَنْ مُحَمَّدِ عَنْ بَعْضٍ أَصْحَابِهِ أَنَّ أَبِي بْنِ كَعْبِ أُمُهُمْ يَعْنِي فِي شَهْرِ رَمَضَانَ وَكَانَ يَقْنَتُ فِي النصْفِ الْآخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: "Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Muhammad bin Hanbal: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bakr: Telah mengkhabarkan kepada kami Hisyam, dari Muhammad, dari sebagian sahabatnya: Bahwasannya Ubay bin Ka'b mengimami mereka pada bulan Ramadan, dan ia melakukan qunut pada pertengahan akhir bulan Ramadan." (HR Abu Dawud)
Hadits ini menunjukkan qunut dilakukan pada separuh akhir Ramadan. Amalan membaca qunut ini umumnya dilakukan dalam salat witir mulai pertengahan bulan Ramadan, tepatnya sejak malam ke-16 Ramadan atau setelah memasuki hari ke-15 Ramadan.
Selain itu, terdapat pula riwayat lain:
حَدَّثَنَا عَلِي بْنِ مَيْمُونَ الرَّقِي تَنَا مَخْلُدُ بْنُ يَزِيدَ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ زَيْدِ الْيَامِي عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْرِيَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي بْنِ كَعْبٍ أَنَّ رَسُولُ اللَّهِ كَانَ يُوتِرُ فَيَقُنَتَ قَبْلَ رُكُوعِ
Artinya: "Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin Maimun Ar-Raqi: Telah menceritakan kepada kami Makhlud bin Yazid, dari Sufyan, dari Zaid Al-Yami, dari Sa'id bin 'Abdurrahman bin Abza, dari ayahnya, dari Ubay bin Ka'b: Bahwasannya Rasulullah SAW salat witir lalu qunut sebelum rukuk." (HR Ibnu Majah)
Riwayat ini menjelaskan qunut dalam witir dapat dibaca sebelum rukuk pada rakaat terakhir.
Bacaan Doa Qunut
Sedangkan doa qunut yang diajarkan langsung oleh Nabi SAW adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنَا فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنا فيمَن توليت، وبارك لي فيما أعطيتَ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تقضي ولا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لا يَذِلُّ مَن والَيْتَ، وَلا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قضيت، تسْتَغْفِرُك ونتوب إليك. (رواه النسائ ۱۷۲٥ ، وأبو داود ۱۲۱٤ ، والترميذي ٤٢٦ ، وأحمد والدارمي ١٥٤٥ بسند الصحيح، ١٦٢٥
Arab latin: Allāhumma ihdinā fīman hadayta, wa 'āfinā fīman 'āfayta, wa tawallanā fīman tawallayta, wa bārik lanā fīmā a'ṭayta, wa qinā syarra mā qaḍayta, fa innaka taqḍī wa lā yuqḍā 'alayka, wa innahu lā yadzillu man wālayta, wa lā ya'izzu man 'ādayta, tabārakta rabbanā wa ta'ālayta, fa laka al-ḥamdu 'alā mā qaḍayta, astaghfiruka wa natūbu ilayka.
Artinya: "Ya Allah, berikanlah kami petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah kami perlindungan seperti orang-orang yang telah Engkau beri perlindungan. Berilah kami pertolongan sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri pertolongan. Berilah berkah pada segala yang telah Engkau berikan kepada kami. Jauhkanlah kami dari segala kejahatan yang telah Engkau pastikan. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha menentukan dan Engkau tidak dapat ditentukan. Tidak akan hina orang yang Engkau lindungi. Dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Engkau Maha Suci dan Maha luhur. Segala puji bagi-Mu dan atas segala yang Engkau pastikan. Kami memohon ampun dan bertobat kepada-Mu." (HR An-Nasa'i, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ahmad, dan Al-Darimi dengan sanad yang shahih)
Baca juga: Bacaan Sholat Tarawih dan Witir Lengkap |
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace Buntut Serangan AS-Israel ke Iran
Pernyataan Soal Zakat Picu Polemik, Menag Sampaikan Klarifikasi
PBNU Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran: Brutal dan Merusak Tatanan