Profil Suheila Mukhtar, Lulusan Harvard yang Lantunkan Surah An Nur dan Al Alaq

Profil Suheila Mukhtar, Lulusan Harvard yang Lantunkan Surah An Nur dan Al Alaq

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Selasa, 02 Jun 2026 17:45 WIB
Momen Suheila Mukhtar (hijab krem) membacakan ayat suci Al-Quran dalam acara Harvard College Baccalaureate 2026.
Momen Suheila Mukhtar (hijab krem) membacakan ayat suci Al-Qur'an dalam acara Harvard College Baccalaureate 2026. (Foto: Tangkapan layar YouTube Harvard College Baccalaureate)
Jakarta -

Nama Suheila Mukhtar ramai diperbincangkan di jagad maya usai membacakan surah Al Alaq ayat 1-14 pada acara Baccalaureate Harvard University 2026. Wanita yang mengenakan blazer hitam dan hijab krem itu adalah salah satu mahasiswi yang lulus dari Universitas Harvard, Amerika Serikat.

Selain surah Al Alaq, Suheila juga membacakan surah An Nur ayat 35 yang dikenal dengan Ayat Cahaya. Melalui momen yang diunggah kanal YouTube MemChurchHarvard, penampilannya menarik perhatian publik.

Ayat-ayat yang dibaca oleh Suheila berisi pesan mendalam tentang pentingnya belajar, membaca serta menuntut ilmu dengan menyebut nama Tuhan yang menciptakan manusia. Surah Al Alaq juga menyinggung bagaimana Sang Khalik mengajarkan manusia melalui perantaraan kalam atau pena.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suheila Mukhtar adalah mahasiswi Harvard University angkatan 2022-2026 yang baru menyelesaikan studinya. Pembacaan ayat suci Al-Qur'an di kampus elite itu menuai banyak pujian serta menghadirkan suasana baru.

ADVERTISEMENT

Profil Suheila Mukhtar, Lulusan Harvard yang Bacakan Ayat Suci Al Qur'an

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Linkedin Suheila Mukhtar, ia aktif pada bidang kesehatan masyarakat, pendidikan, kebijakan publik serta riset akademik. Suheila juga bergabung dalam sejumlah organisasi kampus seperti Harvard Muslim Women's Medical Alliance, Harvard Undergraduate Health Policy Review, serta STRIVE Boston.

Sejak 2024 lalu, Suheila juga menjadi relawan rumah sakit sekaligus patient navigator di Mount Auburn Hospital. Selain di bidang sosial, Suheila juga meraih penghargaan John Harvard Scholar dan PRISE Fellow pada 2024.

Kemudian, Suheila juga mempunyai pengalaman dalam publikasi ilmiah yang membahas konflik kepentingan pada jurnal bedah. Dia juga pernah menulis penelitian mengenai digitalisasi masyarakat desa dan pemberdayaan perempuan.

Melalui acara Baccalaureate Harvard 2026, Suheila dipercaya menjadi pembaca ayat suci Al Qur'an berbahasa Arab dalam sesi lintas agama universitas tersebut. Selama berkuliah di Universitas Harvard, Suheila dikenal aktif mendalami isu kesehatan masyarakat, pendidikan, kebijakan publik dan penelitian akademik.

Bacaan dan Tafsir Surah An Nur Ayat 35

۞ ٱللَّهُ نُورُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشْكَوٰةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ ٱلْمِصْبَاحُ فِى زُجَاجَةٍ ۖ ٱلزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّىٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبَٰرَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِىٓءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِى ٱللَّهُ لِنُورِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَيَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْأَمْثَٰلَ لِلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

Allāhu nụrus-samāwāti wal-arḍ, maṡalu nụrihī kamisykātin fīhā miṣbāḥ, al-miṣbāḥu fī zujājah, az-zujājatu ka`annahā kaukabun durriyyuy yụqadu min syajaratim mubārakatin zaitụnatil lā syarqiyyatiw wa lā garbiyyatiy yakādu zaituhā yuḍī`u walau lam tamsas-hu nār, nụrun 'alā nụr, yahdillāhu linụrihī may yasyā`, wa yaḍribullāhul-amṡāla lin-nās, wallāhu bikulli syai`in 'alīm

Artinya: "Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

Menurut Tafsir Kemenag RI, surah An Nur ayat 35 berisi tentang Allah SWT sebagai Pemberi cahaya kepada langit dan bumi serta semua yang ada di dalamnya. Melalui cahaya tersebut, segala sesuatu berjalan dengan tertib dan teratur, tak ada yang menyimpang dari jalan yang telah ditentukan.

Allah SWT memberi perumpamaan bagi cahaya-Nya dengan sesuatu yang dapat dilihat dan dirasakan oleh manusia pada waktu diturunkannya ayat tersebut, yaitu dengan cahaya lampu yang dianggap pada masa itu merupakan cahaya yang paling cemerlang.

Allah adalah pemberi cahaya, karenanya Dia menurunkan Al-Qur'an untuk menjadi cahaya bagi kehidupan manusia. Allah adalah pemberi cahaya pada langit dan bumi, baik cahaya material yang kasat mata maupun cahaya immaterial seperti keimanan, pengetahuan, dan lainnya.

Bacaan dan Tafsir Surah Al Alaq Ayat 1-14

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ۝١ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ ۝٢ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ ۝٣ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ ۝٤ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ ۝٥ كَلَّآ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَيَطْغٰىٓۙ ۝٦ اَنْ رَّاٰهُ اسْتَغْنٰىۗ ۝٧ اِنَّ اِلٰى رَبِّكَ الرُّجْعٰىۗ ۝٨ اَرَاَيْتَ الَّذِيْ يَنْهٰىۙ ۝٩ عَبْدًا اِذَا صَلّٰىۗ ۝١٠ اَرَاَيْتَ اِنْ كَانَ عَلَى الْهُدٰىٓۙ ۝١١ اَوْ اَمَرَ بِالتَّقْوٰىۗ ۝١٢ اَرَاَيْتَ اِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۗ ۝١٣ اَلَمْ يَعْلَمْ بِاَنَّ اللّٰهَ يَرٰىۗ ۝١٤

Iqra' bismi rabbikalladzî khalaq, khalaqal-insâna min 'alaq, iqra' wa rabbukal-akram, alladzî 'allama bil-qalam, 'allamal-insâna mâ lam ya'lam, kallâ innal-insâna layathghâ, ar ra'âhustaghnâ, inna ilâ rabbikar-ruj'â, a ra'aitalladzî yan-hâ, 'abdan idzâ shallâ, a ra'aita ing kâna 'alal-hudâ, au amara bit-taqwâ, a ra'aita ing kadzdzaba wa tawallâ, a lam ya'lam bi'annallâha yarâ.

Artinya: (1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan! (2) Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. (3) Bacalah! Tuhanmulah Yang Mahamulia, (4) yang mengajar (manusia) dengan pena. (5) Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. (6) Sekali-kali tidak! Sesungguhnya manusia itu benar-benar melampaui batas, (7) ketika melihat dirinya serba berkecukupan. (8) Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(-mu). (9) Tahukah kamu tentang orang yang melarang, (10) seorang hamba ketika dia melaksanakan salat? (11) Bagaimana pendapatmu kalau terbukti dia berada di dalam kebenaran (12) atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)? (13) Bagaimana pendapatmu kalau dia mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari keimanan)? (14) Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?

Surah Al Alaq disebut sebagai tonggak perubahan peradaban dunia, yaitu membicarakan pentingnya ilmu pengetahuan. Perubahan dari kehidupan jahiliyah menjadi terang benderang setelah turunnya surah tersebut.

Perubahan-perubahan itu diawali dengan ayat pertama, iqra yang artinya bacalah. Perintah membaca itu harus dimaknai tak haya sebatas membaca lembaran-lembaran buku, melainkan membaca tanda-tanda kebesaran Allah SWT dan alam semesta.

Berdasarkan Tafsir Kemenag RI, surah Al Alaq ayat pertama berisi perintah Allah SWT kepada manusia untuk membaca yatu mempelajari, meneliti dan sebagainya. Lalu pada ayat kedua, diterangkan Allah SWT telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

Pada ayat ketiga, Allah SWT meminta manusia membaca lagi yang berarti membaca akan membuahkan ilmu dan iman itu perlu dilakukan berkali-kali. Pada ayat keempat dan kelima, di antara bentuk kepemurahan Allah SWT adalah mengajari manusia mampu menggunakan alat tulis. Kemampuan itu membuat manusia bisa menuliskan temuannya sehingga dapat dibaca oleh orang lain dan generasi berikutnya.

Pada ayat keenam dan ketujuh, Allah SWT menyesali manusia karena banyak di antar mereka yang cenderung lupa diri sehingga melakukan tindakan-tindakan melampaui batas yaitu kafir kepada Allah SWT dan sewenang-wenang terhadap manusia. Kecenderungan itu terjadi ketika mereka sudah berkecukupan.

Pada ayat kedelapan, Allah SWT menegaskan kepada Nabi Muhammad SAW bahwa mereka yang durhaka akan kembali kepada-Nya. Mereka pasti mati dan akan berhadapan dengan Allah SWT untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pada ayat kesembilan dan kesepuluh, Allah SWT bertanya kepada Rasulullah SAW yang maksudnya meminta beliau memperhatikan orang yang melarang manusia melakukan salat, yaitu Abu Jahal yang mengancam sang rasul untuk salat di Masjidil Haram.

Pada ayat kesebelas dan keduabelas, Allah SWT meminta Rasulullah SAW memperhatikan seandainya orang yang dilarang salat di masjid itu membawa hidayah dan membimbing orang kepada iman dan mengajak kepada ketakwaan yaitu mengerjakan kebaikan dan kebenaran. Tindakan tersebut lebih baik karena menguntungkan dirinya dan sekitar, orang itu adalah Nabi Muhammad SAW.

Pada ayat ketiga belas dan keempat belas, Allah SWT meminta Nabi SAW memperhatikan Abu Jahal sebagai contoh orang yang mendustakan ajaran Allah SWT. Allah SWT mengetahui setiap perbuatan dosanya dan akan memberikan balasan.

Wallahu a'lam.




(aeb/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads