Sholat tarawih dan witir merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan pada malam hari di bulan Ramadan setelah sholat Isya. Kedua ibadah ini menjadi amalan yang sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan yang besar di sisi Allah SWT.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa beliau berkata,
"Biasanya Rasulullah SAW memotivasi orang-orang untuk mengerjakan qiyam Ramadan, walaupun beliau tidak memerintahkannya dengan tegas. Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang sholat Tarawih karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain tarawih, sholat witir juga memiliki keutamaan tersendiri. Hadits Ali bin Abi Thalib RA bahwa menceritakan: "Rasulullah pernah berwitir, kemudian bersabda:
"Wahai ahli Qur'an lakukanlah sholat witir, sesungguhnya Allah itu witir (ganjil) dan menyukai sesuatu yang ganjil" (HR. An-Nasa'i).
Sholat tarawih dan witir dapat dikerjakan secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah. Tata cara serta bacaannya pada dasarnya sama dengan sholat sunnah lainnya, perbedaannya terletak pada jumlah rakaat dan adanya doa khusus setelah sholat witir sebagai penutup ibadah malam di bulan Ramadan.
Tata Cara Sholat Tarawih Lengkap dengan Bacaannya
Berikut ini adalah tata cara sholat Tarawih:
1. Memulai dengan niat dalam hati.
Niat Sholat Tarawih Sendiri
أَصَلِّ سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Latin: Ushallī sunnatat tarāwīḥi rak'ataini mustaqbilal qiblati adā'an lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kihlat, saat ini karena Allah Ta'ala."
Niat Sholat Tarawih sebagai Imam
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushallī sunnatat tarāwīḥi rak'ataini mustaqbilal qiblati adā'an imāman lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku menyengaja sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, saat ini sebagai imam karena Allah Ta'ala."
Niat Sholat Tarawih sebagai Makmum
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا الِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushallī sunnatat tarāwīḥi rak'ataini mustaqbilal qiblati adā'an ma'mūman lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku menyengaja sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
2. Melakukan takbiratul ihram dengan mengucapkan "Allahu Akbar".
3. Membaca surat Al-Fatihah.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ١ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَلَمِينَ ٢ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مُلِكِ يَوْمِ الدِّيْنُ ٤ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِين اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمُ ٦ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ، غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ ٧٥
Latin: bismillahir-rahmānir-rahīm al-hamdu lillāhi rabbil-'ālamīn ar-rahmānir-rahīm māliki yaumid-dīn iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'in ihdinaş-şirātal-mustaqīm şirāțallażīna an'amta 'alaihim gairil-magdubi 'alaihim wa lad-dāllīn
Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat."
4. Membaca surat lain dari Al-Qur'an.
5. Melakukan rukuk dengan tuma'ninah sambil membaca doa rukuk.
6. Berdiri kembali dalam posisi i'tidal dengan tuma'ninah dan membaca doa.
7. Melakukan sujud pertama dengan tuma'ninah serta membaca doa sujud.
8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma'ninah dan membaca doa.
9. Melakukan sujud kedua dengan tuma'ninah serta membaca doa.
10. Berdiri kembali untuk memulai rakaat kedua.
11. Pada rakaat kedua, melaksanakan gerakan yang sama mulai dari membaca Al-Fatihah hingga sujud kedua.
12. Duduk untuk tasyahud akhir dan membaca doa tasyahud.
13. Mengakhiri sholat dengan salam, menoleh ke kanan dan kiri sambil mengucapkan "Assalaamu 'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh".
14. Lakukan tata cara yang sama hingga 8 atau 20 rakaat
15. Dilanjut dengan sholat Witir 3 Rakaat
Doa Setelah Sholat Tarawih
Berikut bacaan setelah sholat Tarawih dinukil dari buku Panduan Terlengkap Ibadah Muslim "Sehari-Hari" oleh Kh Muhammad Habibillah,
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالإِيْمَانِ كَامِلِيْن وَلِلفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنِ وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنِ وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِين ولما عِنْدَكَ طَالِبيْن وَلِعَفُوكَ رَاحِيْنِ وبالهُدَى مُتَمَسِّكِينِ وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْن وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنِ وَفِي الآخِرَةِ رَاغِيين وبالقضاءِ رَاضِينِ وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِينَ وَعَلي البَلاء صابرين وَتَحْتَ لِوَاءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صلى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ القِيَامَةِ سَائِرِيْنِ وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنِ وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنِ وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنِ وَعَلَى سَرِيْرٍ الكَرَامَةِ قَاعِدِيْنِ وَمِنْ حُوْرٍ عِينِ مُتَزَوِّحِينِ وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاسْتَبْرَقَ وَدِيْبَاج مُتَلَبِّسِيْنِ وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِينَ وَمِنْ لَبَن وَعَسَلٍ مُصَفًّى شاربين بأكواب وَأبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ مَعَ الَّذِي أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّين وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِوَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بِالله عَلِيمًا اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِي لَيْلَةِ هَذَا الشَّهْرِ الشَّرِيفَةِ المُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ المَقْبُولِيْن وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينِ
Latin: Allâhummaj'al bil îmâni kâmilîn wa lilfarâidhi muaddin wa lishsholati hâfidzîn wa lizzakâti fâ'ilîn wa limâ 'indaka thâlibîn wa li'afwika râjîn wa bil hudâ mutamassikîn wa 'anillaghwi mu'ridhîn wa fid-dunya zâhidîn wa fil akhirati râghibîn wa bil gadha'i râdhîn wa lin-na'mâ'i syâkirîn wa 'alâl bala'i shâbirîn wa tahta liwa'i Muhammadin shallallahu 'alayhi wa sallama yawmal qiyâmati sâirin wa ilâlhawdhi wâridîn wa ilâl-jannati dâkhilîn wa minan-nâri nâjîn wa 'alâ sarîr al-karâmati qâ'idîn wan hûrin în mutazawwijîn wa min sundusin wastabraqin wa dîbâjin mutalab-bisin wa min tha'âmil jannati âkilîn wa min labanin wa 'asalin mushaffan syâribîn bi akwâbin wa abârîqa wa ka'sin min ma'în ma'alladzî an'amta 'alayhim minannabiyyîn wash-shiddîqîn wasy-syuhada' wash-shalihîn wa hasuna ulâ'ika rafiqan dzâlikal fadhlu minallâhi wa kafâ billâhi 'alima. Allâhummaj'alnâ fi laylati hâdzasyahr syarîfatil mubarakati min al-syu'âdâ'il maqbûlîn wa lâ taj'alnâ minal asyqiyâ'il mardûdîn wa shallallahu 'alâ sayyidinâ Muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma'in birahmatika ya ar-hamar-rahimîn.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah kami manusia yang senantiasa menyempurnakan iman, melaksanakan perintah-perintah wajib-Mu, melaksanakan sholat, menunaikan zakat, memohon kepada-Mu, mengharap ampunan-Mu, berpegang teguh pada petunjuk, meninggalkan kemungkaran, hidup sederhana di dunia, mengharap surga di akhirat, rela pada takdir, bersyukur pada nikmat, bersabar atas cobaan di bawah bendera syariat Muhammad saw di hari kiamat. Dari ajarannya kami datang, ke surga kami menuju, dan kami selamat dari api neraka. Kami duduk di atas sutra kemuliaan, kami menikahi bidadari nan cantik-jelita. Kami berpakaian yang terbuat dari permadani, sutra, dan perhiasan mewah lainnya. Kami makan dari masakan yang tersedia di surga. Kami minum madu dan susu dengan menggunakan gelas mewah bersama para nabi, orang jujur, syuhada, orang sholeh, dan mereka akan menjadi teman setia di surga nanti. Demikianlah keutamaan dari Allah. Allah Mahatahu atas segala yang dilakukan hamba-Nya. Ya Allah, jadikan kami pada malam yang mulia dan penuh berkah ini sebagai orang-orang yang senantiasa bahagia dan diampuni. Dan janganlah jadikan kami orang-orang yang senan-tiasa bersedih dan tertolak. Kami senantiasa berSholawat kepada Nabi Muhammad saw., keluarga, dan sahabat-sahabatnya secara keseluruhan dengan rahmat-Mu, wahai Yang Mahakasih dari yang terkasih."
Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat
Sebagaimana dijelaskan dalam buku Tuntunan Lengkap Sholat Untuk Wanita karya Raras Huraerah, setelah menunaikan sholat tarawih, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkannya dengan sholat witir sebanyak tiga rakaat sebagai penutup rangkaian qiyam di bulan Ramadan. Berikut ini bacaan niat beserta tata cara pelaksanaannya.
1. Niat sholat witir berjamaah (makmum):
أَصَلَّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءًمَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Usholli sunnatal witri tsalaatsa raka'aatin mustaqbilal qiblati adaan ma'muuman lillahi ta'aala.
Artinya: Saya niat sholat sunah witir tiga rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Taala.
2. Niat sholat witir sendiri:
أَصَلَّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka'aatain (mustaqbilal qiblati) lillaahi ta'alaa.
Artinya: Saya niat sholat witir tiga rakaat (menghadap kiblat) karena Allah Taala.
Tata Cara sholat Witir Tiga Rakaat
Pelaksanaan sholat witir tiga rakaat dilakukan secara berurutan dengan satu kali salam di akhir rakaat ketiga. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Mengucapkan takbiratul ihram.
2. Membaca surat Al Fatihah.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ١ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَلَمِينَ ٢ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مُلِكِ يَوْمِ الدِّيْنُ ٤ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِين اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمُ ٦ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ، غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ ٧٥
Latin: bismillahir-rahmānir-rahīm al-hamdu lillāhi rabbil-'ālamīn ar-rahmānir-rahīm māliki yaumid-dīn iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'in ihdinaş-şirātal-mustaqīm şirāțallażīna an'amta 'alaihim gairil-magdubi 'alaihim wa lad-dāllīn
Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat."
3. Membaca surat Al A'laa.
سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى ١ الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّى ٢ وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَى ٣ وَالَّذِي أَخْرَجَ الْمَرْعَى ٤ فَجَعَلَهُ غُثَاءً أَحْوَى ٥ سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسَى ٦ إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ إِنَّهُ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفَى ٧ وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرَى ٨ فَذَكِّرْ إِنْ نَفَعَتِ الذِّكْرَى ٩ سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَخْشَى ١٠ وَيَتَجَنَّبُهَا الْأَشْقَى ١١ الَّذِي يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرَى ١٢ ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَى ١٣ قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى ١٤ وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى ١٥ بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا ١٦ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى ١٧ إِنَّ هَذَا لَفِي الصُّحُفِ الْأُولَى ١٨ صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى ١٩
Latin: Sabbihisma rabbikal-a'lā allażī khalaqa fasawwā wallażī qaddara fahadā wallażī akhrajal-mar'ā faja'alahū guṡā'an aḥwā sanuqri'uka falā tansa illā mā syā'allāh innahū ya'lamul-jahra wa mā yakhfā wa nuyassiruka lil-yusrā fażakkir in nafa'atiż-żikrā sayażżakkaru man yakhsyā wa yatajannabuhal-asyqā allażī yaṣlan-nāral-kubrā ṡumma lā yamūtu fīhā wa lā yaḥyā qad aflaḥa man tazakkā wa żakara isma rabbihī faṣallā bal tu'ṡirūnal-ḥayātad-dunyā wal-ākhiratu khairun wa abqā inna hāżā lafīṣ-ṣuḥufil-ūlā ṣuḥufi ibrāhīma wa mūsā
Artinya: "Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi, yang menciptakan lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya), yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk, dan yang menumbuhkan rerumputan, lalu dijadikan-Nya (rumput-rumput) itu kering kehitam-hitaman. Kami akan membacakan (Al-Qur'an) kepadamu sehingga engkau tidak akan lupa, kecuali jika Allah menghendaki. Sungguh, Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. Dan Kami akan memudahkan bagimu ke jalan yang mudah. Maka berilah peringatan jika peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran, dan orang yang celaka akan menjauhinya, (yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup. Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman), dan mengingat nama Tuhannya lalu dia sholat. Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia, padahal kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang terdahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa."
4. Rukuk.
5. I'tidal.
6. Sujud pertama.
7. Duduk di antara dua sujud.
8. Sujud kedua.
9. Berdiri untuk rakaat kedua.
10. Membaca surat Al Fatihah.
11. Membaca surat Al Kafirun.
قُلْ يَأَيُّهَا الْكَفِرُونَ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ وَلَا أَنْتُمْ عُبِدُونَ مَا أَعْبُدُ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُمْ وَلَا أَنْتُمْ عُبِدُونَ مَا أَعْبُدُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَلِيَ دِينِ
Latin: (1) Qul yā ayyuhal-kāfirun (2) lā a'budu mā ta'budun (3) wa lā antum 'ābiduna mā a'bud (4) wa lā ana 'ābidum mā 'abattum (5) wa lā antum 'ābiduna mā a'bud (6) lakum dīnukum wa liya dīn.
Artinya: "Katakanlah: Wahai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku."
12. Rukuk.
13. Iktidal.
14. Sujud pertama.
15. Duduk di antara dua sujud.
16. Sujud kedua.
17. Berdiri untuk rakaat ketiga.
18. Membaca surat Al Fatihah.
19. Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas.
Surah Al-Ikhlas
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Latin: (1) qul huwallāhu aḥad (2) allāhuṣ-ṣamad (3) lam yalid wa lam yūlad (4) wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.
Artinya: "Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya."
Surah Al-Falaq
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Latin: (1) qul a'ūdzu birabbil-falaq (2) min sharri mā khalaq (3) wa min sharri ghāsiqin idzā waqab (4) wa min sharrin-naffāṡāti fil-'uqad (5) wa min sharri ḥāsidin idzā ḥasad.
Artinya: "Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan penyihir yang meniup pada buhul-buhul (tali), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."
Surah An-Nas
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلٰهِ النَّاسِ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Latin: (1) qul a'ūdzu birabbin-nās (2) malikin-nās (3) ilāhin-nās (4) min sharril-waswāsil-khannās (5) alladzī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās (6) minal-jinnati wan-nās.
Artinya: "Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia."
20. Rukuk.
21. I'tidal.
22. Sujud pertama.
23. Duduk di antara dua sujud.
24. Sujud kedua.
25. Duduk tasyahud akhir.
26. Salam.
Setelah salam pada rakaat ketiga, sholat witir ditutup dengan membaca doa witir sebagaimana yang diajarkan dalam tuntunan ibadah.
Doa Sholat Witir
أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْاَلُكَ إِيْمَانًا دَاِئمًا وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ أَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا أَللهُ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Latin: Allaahumma innaa nas-aluka iimaanan daa-iman, wanas-aluka qalban khaasyi'an, wanas-aluka 'ilman naafi'an, wanas-aluka yaqiinan shaadiqan, wanas-aluka 'amalan shaalihan, wanas-aluka diinan qayyiman, wanas-aluka khairan katsiira, wanas-alukal 'afwa wal'aafiyata, wanas-aluka tamaamal 'aafiyati, wanas-alukasy syukra 'alal 'aafiyati, wanas-alukal ghinaa-a 'anin naasi, allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa waqiyaamanaa watakhasysyu 'anaa watadlarru 'anaa wata 'abbudanaa watammim taqshiiranaa yaa allahu yaa allaahu yaa allaahu yaa arhamar raahimiin. Washallallaahu 'alaa khairi khalqihii sayyidina muhammadin wa'alaa aalihii washahbihii ajma'iina walhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin.
Artinya: "Wahai Allah! Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, kami memohon kepada-Mu hati yang khusyuk, kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar, kami memohon kepada-Mu amal yang saleh, kami memohon kepada-Mu agama yang lurus, kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak, kami memohon kepada-Mu ampunan dan afiat, kami memohon kepada-Mu kesehatan yang sempurna, kami memohon kepada-Mu syukur atas kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu terkaya dari semua manusia. Wahai Allah, Tuhan kami! Terimalah dari kami sholat kami, puasa kami, sholat malam kami, kekhusyukan kami, kerendahan hati kami, ibadah kami, sempurnakanlah kelalaian (kekurangan) kami. Wahai Allah, wahai Allah, wahai Allah, wahai Zat Yang Paling Penyayang di antara para penyayang, Semoga rahmat Allah tercurahkan kepada sebaik-baik makhluk-Nya, Muhammad, keluarga dan sahabatnya semua, dan segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam."
Baca juga: Doa Wudhu Lengkap Arab, Latin dan Artinya |
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Deal Produk AS Bebas Masuk RI Tanpa Sertifikasi Halal, MUI Kritik Keras
Waketum MUI Soroti Kesepakatan Dagang RI-AS: Ini Perjanjian atau Penjajahan?
Waspada! Kurma Israel Dijual dengan Nama Berbeda