Tidak semua orang yang pulang dari Tanah Suci membawa haji mabrur. Ada yang secara fisik telah menunaikan ibadah haji, tetapi perubahan sikap tidak terlihat setelahnya. Kondisi ini perlu diwaspadai, karena bisa menjadi tanda ibadah haji belum diterima.
Dalam buku Meraih Bening Hati dengan Manajemen Qolbu oleh Abdullah Gymnastiar, dijelaskan bahwa haji mabrur adalah haji yang diterima oleh Allah, sedangkan haji mardud adalah haji yang tertolak. Jika tidak dijaga, ibadah haji bisa berakhir tanpa membawa perubahan berarti.
Peringatan dari Rasulullah tentang Haji yang Tertolak
Menurut Imam Al-Ghazali dalam kitab Asrar al-Haj yang diterjemahkan oleh Mujiburrahman, terdapat hadits riwayat Abu Hurairah yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Barang siapa menyengaja datang ke Baitullah ini sebab pekerjaan haram, maka ia adalah pribadi yang tidak taat kepada Allah SWT. Apabila ia bersiap berangkat, kedua kakinya menaiki kendaraan, kemudian kendaraannya berjalan dan ia berkata, 'Labbaika Allahumma Labbaik (Kami datang menyambut panggilan-Mu ya Allah, kami datang menyambut panggilan-Mu),' maka malaikat berseru dari langit menjawab, 'Tidak ada sambutan untukmu dan tidak ada kebahagiaan bagimu. Pekerjaanmu haram, pakaianmu haram, kendaraanmu haram dan perbekalanmu haram. Pulanglah kamu membawa haji mardud (ditolak), bukan haji mabrur (diterima), dan bergembiralah dengan hajimu yang buruk'."
Ciri-ciri Haji Mabrur
Dalam buku 65 Kultum Kamtibmas oleh Syarif Hidayatullah, disebutkan ciri haji mabrur dalam riwayat Imam Ahmad:
Para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, apa itu haji mabrur?" Rasulullah menjawab, "Memberikan makanan dan menebarkan kedamaian."
Kemudian, sebagaimana dikutip Imam Badrudin Al-Aini dalam Umdatul Qari:
Rasulullah SAW ditanya tentang haji mabrur. Rasulullah kemudian berkata, "Memberikan makanan dan santun dalam berkata." Al-Hakim berkata bahwa hadits ini sahih sanadnya tetapi tidak diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Tanda Haji Tidak Mabrur
Merangkum dari sumber sebelumnya, diketahui tanda-tanda haji yang belum mabrur dapat dikenali dari sikap setelah pulang, di antaranya:
1. Lisan Tidak Terjaga
Ucapan masih kasar, mudah menyakiti orang lain, atau tidak berubah dari sebelumnya.
2. Menyebarkan Kebencian
Sikap yang muncul justru memicu konflik, menyebarkan permusuhan, dan merusak suasana di lingkungan sekitar.
3. Tidak Peduli terhadap Sesama
Tidak ada dorongan untuk membantu atau berbagi, padahal salah satu ciri haji mabrur adalah memberi makan.
4. Aib Terbuka di Tengah Masyarakat
Jika setelah berhaji justru dikenal dengan sikap yang buruk, hal ini bisa menjadi bahan renungan atas kualitas ibadah yang telah dilakukan.
Penyebab Haji Tidak Mabrur
Merangkum dari sumber sebelumnya, beberapa hal yang bisa menjadi penyebab haji tidak mencapai derajat mabrur antara lain:
- Berangkat dengan harta yang tidak halal
- Menjalani ibadah tanpa kesungguhan
- Lebih fokus pada aktivitas di luar ibadah
- Tidak menjaga sikap selama dan setelah haji
Wallahu a'lam.
(inf/kri)












































Komentar Terbanyak
Soal Presiden Beli Sapi Kurban Pakai APBN, MUI: Disunnahkan bagi Pemimpin
Guru Besar UIN Jakarta: Sapi Kurban Presiden Dipahami sebagai Program Sosial Negara
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Nonmuslim Juga Berhak Menerima Daging Kurban