Rasa kantuk yang datang di waktu yang tidak tepat, seperti saat bekerja, belajar, mengemudi, atau beribadah, bisa menjadi penghalang untuk beraktivitas maksimal. Dalam Islam, segala urusan hidup, termasuk masalah mengantuk, dapat diatasi dengan memohon pertolongan Allah SWT melalui doa.
Mengantuk sebenarnya adalah tanda alami tubuh untuk beristirahat. Namun, jika datang pada waktu yang tidak tepat, rasa kantuk bisa:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Mengganggu konsentrasi.
- Mengurangi kualitas ibadah.
- Membahayakan keselamatan (misalnya saat berkendara).
- Menurunkan produktivitas belajar atau bekerja.
Oleh karena itu, Islam mengajarkan kita untuk meminta kekuatan dan kelapangan hati kepada Allah SWT agar terhindar dari rasa kantuk yang mengganggu.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,
"Jika salah seorang di antara kalian mengantuk ketika salat, maka tidurlah hingga kantuknya hilang. Karena jika ia salat dalam keadaan mengantuk, ia tidak tahu mungkin ia memohon ampun, namun ternyata mencaci dirinya sendiri." (HR Bukhari dan Muslim)
Dikutip dari buku Rumus Mematikan Sifat Malas karya Dr. Shabri Shaleh Anwar, rasa kantuk bisa diatasi dengan berwudhu. Dalam sebuah artikel yang ditulis Dr. Magomedov, asisten pada lembaga General Hygiene and Ecology (Kesehatan Umum dan Ekologi) di Dagestan State Medical Academy dijelaskan bagaimana wudhu dapat menstimulasi atau merangsang irama tubuh alami.
Rangsangan yang dihasilkan dari efek wudhu ini muncul pada seluruh tubuh, khususnya pada area yang disebut Biological Active Spots (BASes) atau titik-titik aktif biologis. Wudhu menjadikan seseorang merasa lebih segar sehingga bisa mengusir rasa kantuk.
Selain berwudhu, ada doa yang dapat diamalkan untuk mengusir rasa kantuk.
Doa Agar Tidak Mengantuk
Dalam buku Kamus Doa: Lebih Lengkap dan Praktik yang ditulis Luqman Junaedi, berikut doa agar tidak malas dan mengantuk yang dapat diamalkan ketika rasa kantuk datang di waktu yang tidak tepat.
1. Membaca Kalimat Ta'awudz
ØŖŲØšŲŲØ°Ų Ø¨ŲØ§ŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲØ´ŲŲŲŲØˇŲاŲŲ Ø§ŲØąŲŲØŦŲŲŲ Ų
Latin: A'ÅĢdzu billÄhi minasy-syaithÄnir-rajÄĢm
Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk."
2. Doa Mengusir Kantuk
Doa ini merupakan penggalan surah al-Baqarah ayat 255 atau Ayat Kursi. Berikut bacaannya:
ŲŲØ§ ØĒŲØŖŲØŽŲØ°ŲŲŲ ØŗŲŲŲØŠŲ ŲŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲŲ ŲÛ
Latin: LÄ ta'khudzuá¸ĨÅĢ sinatuw walÄ naÅĢm
Artinya: "Allah tidak mengantuk dan tidak tidur."
3. Doa dari Surah Al-A'raf Ayat 54-56
ØĨŲŲŲŲ ØąŲØ¨ŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲØ°ŲŲ ØŽŲŲŲŲŲ Ø§ŲØŗŲŲŲ ŲØ§ŲŲØ§ØĒŲ ŲŲØ§ŲØŖØąŲØļŲ ŲŲŲ ØŗŲØĒŲŲØŠŲ ØŖŲŲŲŲØ§Ų Ų ØĢŲŲ ŲŲ Ø§ØŗŲØĒŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲ Ø§ŲŲØšŲØąŲØ´Ų ŲŲØēŲØ´ŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲØ§ØąŲ ŲŲØˇŲŲŲØ¨ŲŲŲ ØŲØĢŲŲØĢŲØ§ ŲŲØ§ŲØ´ŲŲŲ ŲØŗŲ ŲŲØ§ŲŲŲŲŲ ŲØąŲ ŲŲØ§ŲŲŲŲØŦŲŲŲ Ų Ų ŲØŗŲØŽŲŲØąŲاØĒŲ Ø¨ŲØŖŲŲ ŲØąŲŲŲ ØŖŲŲØ§ ŲŲŲŲ Ø§ŲŲØŽŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲØŖŲ ŲØąŲ ØĒŲØ¨ŲØ§ØąŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ØąŲØ¨ŲŲ Ø§ŲŲØšŲاŲŲŲ ŲŲŲŲ (ŲĨŲ¤) Ø§Ø¯ŲØšŲŲØ§ ØąŲØ¨ŲŲŲŲŲ Ų ØĒŲØļŲØąŲŲØšŲا ŲŲØŽŲŲŲŲŲØŠŲ ØĨŲŲŲŲŲŲ ŲØ§ ŲŲØŲØ¨ŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲØšŲØĒŲØ¯ŲŲŲŲ (ŲĨŲĨ) ŲŲŲØ§ ØĒŲŲŲØŗŲدŲŲØ§ ŲŲŲ Ø§ŲØŖØąŲØļŲ Ø¨ŲØšŲØ¯Ų ØĨŲØĩŲŲØ§ØŲŲŲØ§ ŲŲØ§Ø¯ŲØšŲŲŲŲ ØŽŲŲŲŲŲØ§ ŲŲØˇŲŲ ŲØšŲا ØĨŲŲŲŲ ØąŲØŲŲ ŲØŠŲ اŲŲŲŲŲŲ ŲŲØąŲŲØ¨Ų Ų ŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲØŲØŗŲŲŲŲŲŲ (ŲĨŲĻ)
Latin:
54. Inna rabbakumullÄhullaÅŧÄĢ khalaqas-samÄwÄti wal-ará¸a fÄĢ sittati ayyÄmin ᚥummastawÄ 'alal-'arsy, yugsyil-lailan-nahÄra yaášlubuháģĨ á¸ĨaᚥÄĢᚥaw wasy-syamsa wal-qamara wan-nujáģĨma musakhkharÄtim bi`amrihÄĢ alÄ lahul-khalqu wal-amr, tabÄrakallÄhu rabbul-'ÄlamÄĢn
55. Ud'áģĨ rabbakum taá¸arru'aw wa khufyah, innaháģĨ lÄ yuá¸Ĩibbul-mu'tadÄĢn
56. Wa lÄ tufsidáģĨ fil-ará¸i ba'da iášŖlÄá¸ĨihÄ wad'áģĨhu khaufaw wa ášama'Ä, inna raá¸ĨmatallÄhi qarÄĢbum minal-muá¸ĨsinÄĢn
Artinya:
54. "Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam."
55. "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."
56. "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik."
Mengantuk pada waktu yang tidak tepat bisa mengganggu produktivitas dan ibadah. Islam mengajarkan agar kita memohon kekuatan kepada Allah SWT melalui doa. Mengamalkan doa ini disertai dengan amalan seperti berwudhu, bergerak, membaca ta'awwudz, dan menjaga pola tidur.
(dvs/kri)












































Komentar Terbanyak
Muslim di Kota Ini Cuma Puasa 1 Jam
Rusia: AS-Israel Sengaja Tabur Perpecahan di Dunia Islam Selama Ramadan
Babe Haikal: Proses Sertifikasi Halal di AS Lebih Ketat Dibanding Indonesia