Malam Nisfu Syaban dikenal sebagai malam yang penuh keberkahan. Sejumlah ulama menganjurkan menghidupkan malam tersebut dengan amalan-amalan karena keutamaan di dalamnya.
Keistimewaan malam Nisfu Syaban ini diterangkan dalam sejumlah hadits. Berikut penjelasan selengkapnya.
Arti Malam Nisfu Syaban
Diterangkan dalam buku buku Ensiklopedia Islam karya Hafidz Muftisany, arti malam Nisfu Syaban adalah malam pertengahan bulan Syaban. Syaban adalah bulan ke-8 dalam kalender Hijriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Malam Nisfu Syaban berlangsung sejak tanggal 14 Syaban setelah Maghrib hingga tanggal 15 Syaban sebelum Subuh.
Berdasarkan ikbar Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) tentang awal Syaban 1445 H/2024 M dan kalender Hijriah Indonesia 2024 susunan Bimas Islam Kementerian Agama RI, malam Nisfu Syaban tahun ini jatuh pada Sabtu, 24 Februari 2024 setelah Maghrib hingga Minggu, 25 Februari 2024 sebelum Subuh.
Ada banyak hadis yang meriwayatkan perihal malam Nisfu Syaban. Dari hadis-hadis tersebut, sebagian ulama mengatakan tidak ada yang shahih dan sebagian ulama lainnya mengatakan ada yang shahih, paling tidak berubah hasan dan bisa jadi sandaran.
Salah satunya hadits berikut,
عÙÙÙ Ù ÙØ¹Ùاذ٠ؚÙÙÙ Ø¬ÙØšÙÙÙ Ø Ø¹ÙÙ٠اÙÙÙÙØšÙÙÙ٠صÙÙÙÙ٠اÙÙÙÙÙ٠عÙÙÙÙÙÙÙ ÙÙØ³ÙÙÙÙÙ Ù Ø ÙÙØ§ÙÙ ÙÙØ·ÙÙÙÙØ¹Ù اÙÙÙÙÙÙ ØªÙØšÙارÙÙÙ ÙÙØªÙØ¹ÙØ§ÙÙ٠إÙÙÙÙ Ø®ÙÙÙÙÙÙÙ ÙÙÙÙÙÙØ©Ù اÙÙÙÙØµÙÙÙ Ù ÙÙÙ ØŽÙØ¹ÙØšÙØ§ÙÙ, ÙÙÙÙØºÙÙÙØ±Ù ÙÙØ¬ÙÙ ÙÙØ¹Ù Ø®ÙÙÙÙÙÙ٠إÙÙÙÙØ§ ÙÙÙ ÙØŽÙرÙÙ٠أÙÙÙ Ù ÙØŽÙاØÙÙÙ
Artinya: Dari Mu'adz bin Jabal, dari Nabi SAW beliau berkata, "Allah Tabaraka wa Ta'ala melihat kepada makhluk-Nya pada malam Nishfu Sya'ban, lalu Allah mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan." (HR Abu Nu'aim dan Ibnu Hibban mengatakan ini shahih, adapun Imam Thabrani mengatakan perawinya dapat dipercaya)
Keutamaan Malam Nisfu Syaban
Malam Nisfu Syaban memiliki sejumlah keutamaan. Disebutkan dalam sebuah hadits, salah satu keutamaan malam Nisfu Syaban adalah menjadi waktu terkabulnya doa. Dikatakan, pada malam tersebut Allah SWT akan mengabulkan permintaan hamba-Nya.
عÙÙ٠عÙÙÙÙÙÙ ØšÙÙÙ Ø£ÙØšÙÙ Ø·ÙØ§ÙÙØšÙ ÙÙØ§ÙÙ : ÙÙØ§ÙÙ Ø±ÙØ³ÙÙÙÙ٠اÙÙÙÙÙÙ : Ø¥ÙØ°Ùا ÙÙØ§ÙÙØªÙ ÙÙÙÙÙÙØ©Ù اÙÙÙØµÙÙÙ Ù ÙÙÙ ØŽÙØ¹ÙØšÙØ§ÙÙ ÙÙÙÙÙÙÙ ÙÙÙØ§ ÙÙÙÙÙÙÙÙØ§ Ù٠صÙÙÙÙ ÙÙØ§ ÙÙÙÙØ§Ø±ÙÙÙØ§ ÙÙØ¥ÙÙÙ٠اÙÙÙÙÙÙ ØªÙØ¹ÙاÙÙÙ ÙÙÙÙØ²ÙÙÙ ÙÙÙÙÙØ§ ÙÙØºÙرÙÙÙØšÙ Ø§ÙØŽÙÙÙ ÙØ³Ù Ø¥ÙÙÙ٠سÙÙ ÙØ§Ø¡Ù Ø§ÙØ¯ÙÙÙÙÙÙØ§ ÙÙÙÙÙÙÙÙÙ : Ø£ÙÙÙØ§ Ù ÙÙÙ Ù ÙØ³ÙØªÙØºÙÙÙØ±Ù ÙÙÙ ÙÙØ£ÙغÙÙÙØ±Ù ÙÙÙÙ ! Ø£ÙÙÙØ§ Ù ÙØ³ÙØªÙØ±ÙزÙÙÙ ÙÙØ£ÙØ±ÙØ²ÙÙÙÙÙ : Ø£ÙÙÙØ§ Ù ÙØšÙتÙÙÙÙ ÙÙØ£ÙØ¹ÙØ§ÙÙÙÙÙÙ ! Ø£ÙÙÙØ§ ÙÙØ°Ùا ... Ø£ÙÙØ§ ÙÙØ°Ùا ... ØÙتÙÙÙ ÙÙØ·ÙÙÙØ¹Ù اÙÙÙØ¬ÙرÙ
Artinya: Dari Ali bin Abi Thalib RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Apabila tiba malam Nisfu Syaban, salatlah pada malam harinya dan puasalah di siang harinya karena Allah menyeru hamba-Nya di saat tenggelamnya matahari lalu berfiman, 'Adakah yang meminta ampun kepada-Ku? Niscaya Aku akan mengampuninya, adalah yang meminta rezeki kepada-Ku? Niscaya akan memberinya rezeki, adalah yang demikian (maksudnya mengabulkan hajat hamba-Nya) ... Adakah yang demikian.. sampai terbit fajar'." (HR Ibnu Majah dan Baihaqi)
Dalam hadits lain disebutkan,
عÙÙÙ Ù ÙØ¹Ùاذ٠ؚÙÙÙ Ø¬ÙØšÙÙÙ Ø Ø¹ÙÙ٠اÙÙÙÙØšÙÙÙ٠صÙÙÙÙ٠اÙÙÙÙÙ٠عÙÙÙÙÙÙÙ ÙÙØ³ÙÙÙÙÙ Ù Ø ÙÙØ§ÙÙ ÙÙØ·ÙÙÙÙØ¹Ù اÙÙÙÙÙÙ ØªÙØšÙارÙÙÙ ÙÙØªÙØ¹ÙØ§ÙÙ٠إÙÙÙÙ Ø®ÙÙÙÙÙÙÙ ÙÙÙÙÙÙØ©Ù اÙÙÙÙØµÙÙÙ Ù ÙÙÙ ØŽÙØ¹ÙØšÙØ§ÙÙ, ÙÙÙÙØºÙÙÙØ±Ù ÙÙØ¬ÙÙ ÙÙØ¹Ù Ø®ÙÙÙÙÙÙ٠إÙÙÙÙØ§ ÙÙÙ ÙØŽÙرÙÙ٠أÙÙÙ Ù ÙØŽÙاØÙÙÙ
Artinya: Dari Mu'adz bin Jabal, dari Nabi SAW beliau berkata, "Allah Tabaraka wa Ta'ala melihat kepada makhluk-Nya pada malam Nishfu Sya'ban, lalu Allah mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan." (HR Abu Nu'aim dan Ibnu Hibban mengatakan ini shahih, adapun Imam Thabrani mengatakan perawinya dapat dipercaya)
Ada sebuah cerita tentang keutamaan malam Nisfu Syaban dari seorang ulama. Diceritakan dalam buku Keagungan Rajab & Sya'ban karya Abdul Manan Bin Hj. Muhammad Sobari, Muhammad bin Abdullah Az Zahidiy menceritakan bahwa ia mimpi bertemu dengan sahabatnya yang telah meninggal dunia yaitu Abu Hafshin Al Kabiir.
Dalam mimpinya itu Abu Hafshin berkata, "Allah swt menghapus siksa sebab kemuliaannya malam Nisfu Syaban. Orang yang memuliakan bulan Syaban dengan shalat dan puasa satu hari di bulan Syaban akan dihapuskan dari siksa."
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
MUI: Nikah Siri Sah tapi Haram
Tolak Mundur dari Ketum PBNU, Gus Yahya Kumpulkan Ulama Malam Ini Tanpa Rais Aam
Gus Yahya Kumpulkan Alim Ulama di PBNU Malam Ini, Rais Aam & Sekjen Tak Diundang