Ada pelajaran yang bisa dipetik dari surah Al-Masad atau Al-Lahab tentang pentingnya menjaga lisan dan tangan. Surah ini mengingatkan kita tentang Abu Lahab, paman Nabi Muhammad SAW yang tangannya celaka karena perbuatan buruknya.
Prof Nasaruddin Umar dalam detikKultum Ramadan menjelaskan pentingnya bagi seorang muslim untuk menjaga lisan dan jempol.
Dalam kehidupan sehari-hari, jari-jari kita, terutama jempol, sering digunakan untuk berbagai hal, mulai dari menandatangani dokumen hingga mengirim pesan melalui WhatsApp.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mau masuk kantor pakai jempol ya, kadang-kadang juga kita pakai jempol untuk mengirim, menghantar sebuah kiriman WA dan seterusnya. Nah hati-hati dalam mengetik sesuatu, jangan sampai tangan kita mengirim yang negatif," kata Prof Nasaruddin Umar dalam detikKultum, Selasa (3/3/2026).
Artinya, tangan kita bisa menjadi alat kebaikan atau sebaliknya, menjadi sumber dosa jika digunakan untuk hal-hal yang negatif.
Dalam tausiyahnya, Prof Nasaruddin Umar mengingatkan agar tidak terjerumus dalam hal negatif seperti Abu Lahab. Abu Lahab adalah paman Nabi SAW yang terkenal buruk akhlaknya. Ia berniat membunuh dan menjebak Nabi SAW, bahkan disebutkan dalam Al-Qur'an.
"Selain diabadikan sebagai manusia yang jelek di dalam Al-Qur'an, satu kota Makkah orang gak bisa makan, kenapa gak bisa makan? Karena bau mayatnya (Abu Lahab) busuk sekali," ujar Prof Nasaruddin bercerita.
Kisah ini mengajarkan bahwa orang yang berbuat dosa membawa akibat tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga orang lain. Dalam kisah penguburan Abu Lahab, ada sayembara bagi mereka yang bisa menguburkan mayat Abu Lahab.
"Datang dua budak yang cita-citanya ingin merdeka, dia menggali kubur sangat dalam. Mayatnya Abu Lahab dimasukkan ke galian itu, barulah orang baru bisa makan karena baunya hilang," lanjut Prof Nasaruddin Umar.
Sebagai perbandingan, Prof Nasaruddin Umar menyebutkan, "Coba bayi yang baru lahir, dia bau harum, enak tuh dicium-cium bayi. Kenapa? Itu bau surga. Sekalipun enggak mandi dua hari bayi itu masih harum."
Prof Nasaruddin Umar menekankan separuh penghuni surga adalah karena lisan dan separuhnya karena tangan.
"Hati-hati dengan tangan ini, separuh penghuni surga itu karena mulut dan separuhnya itu karena tangan," pesan Imam Besar Masjid Istiqlal itu.
Oleh karena itu, saat berwudhu, tangan termasuk anggota tubuh yang harus dibersihkan karena sering melakukan dosa. Begitu pula lisan, yang bisa menyebarkan kebaikan atau keburukan setiap hari.
"Mari kita bersihkan jari jemari kita agar tidak melakukan dosa," tutup Prof Nasaruddin Umar.
Selengkapnya detikKultum bersama Prof Nasaruddin Umar: Menjaga Lisan dan Jempol di Dunia Digital tonton DI SINI. Kajian bersama Prof Nasaruddin Umar ini tayang tiap hari selama Ramadan di detikcom pukul 17.45 WIB. Jangan terlewat!
Program ini didukung oleh PT Bank Syariah Nasional (BSN).
(dvs/kri)











































Komentar Terbanyak
MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace Buntut Serangan AS-Israel ke Iran
Pernyataan Soal Zakat Picu Polemik, Menag Sampaikan Klarifikasi
PBNU Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran: Brutal dan Merusak Tatanan