Zaman sekarang pencitraan sering kali lebih ditonjolkan daripada keaslian. Media sosial dipenuhi dengan pertunjukan gaya hidup, pencapaian, dan kemewahan.
Istilah "flexing" menjadi simbol dari budaya pamer yang perlahan bisa menggeser orientasi hidup seseorang. Prof Nasaruddin Umar dalam detikKultum Ramadan menjelaskan cara menjaga niat di tengah dunia yang flexing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Agama yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal ini menjelaskan niat bukan sekadar lintasan hati, tetapi fondasi dari seluruh amal manusia. Ia menyederhanakan konsep niat dengan istilah yang mudah dipahami generasi masa kini.
"Apa yang dimaksud dengan niat? Niat itu sebetulnya dalam bahasa sekarang bisa disebut dengan programming. Programming itu perencanaan," ujarnya dalam detikKultum Ramadan, Minggu (1/3/2026).
Artinya, niat adalah perencanaan yang matang sebelum melakukan suatu perbuatan. Ketika seseorang bertindak dengan niat yang jelas dan perencanaan yang baik, maka tindakannya memiliki arah dan tujuan.
"Perbuatan yang dilakukan dengan penuh perencanaan, perencanaan yang matang, itu disebut dengan amal. Perbuatan yang dilakukan tanpa perencanaan, itu disebut fa'al," jelasnya.
Lalu bagaimana menjaga niat di tengah gemerlap dunia?
Prof Nasaruddin Umar menegaskan kuncinya adalah retrospeksi dan penguatan pendirian, "Tidak ada cara lain kecuali melakukan retrospeksi, mengevaluasi kembali perjalanan hidup kita dengan cara mematangkan pendirian kita sendiri."
"Jangan kita ditentukan oleh orang lain, jangan meng-copy paste metode kehidupannya orang lain, sehingga jati diri sendiri itu tidak kita gunakan dan kita hilang, kita tersesat di dalam keramaian hiruk pikuk," sambungnya.
Bulan suci Ramadan, menurutnya, adalah kesempatan emas untuk kembali menemukan diri. "Sekarang di bulan suci Ramadan ini, kita untuk memiliki diri kita sendiri. Jadilah dirinya sendiri," pungkas Prof Nasaruddin Umar.
Selengkapnya detikKultum bersama Prof Nasaruddin Umar: Menjaga Niat di Tengah Dunia yang Serba Pamer (Flexing) tonton DI SINI. Kajian bersama Prof Nasaruddin Umar ini tayang tiap hari selama Ramadan di detikcom pukul 17.45 WIB. Jangan terlewat!
Program ini didukung oleh PT Bank Syariah Nasional (BSN).
(dvs/kri)











































Komentar Terbanyak
PBNU Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran: Brutal dan Merusak Tatanan
Lebaran Muhammadiyah 2026, Ini Tanggal dan Penetapan Resminya
Muslim di Kota Ini Cuma Puasa 1 Jam