8 Ceramah Singkat tentang Isra Miraj

8 Ceramah Singkat tentang Isra Miraj

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Selasa, 13 Jan 2026 14:45 WIB
8 Ceramah Singkat tentang Isra Miraj
Ilustrasi ceramah. Foto: Raka Dwi Wicaksana/Unsplash
Jakarta -

Isra Miraj adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang penuh dengan makna. Selain untuk mengenang perjalanan Nabi Muhammad SAW, peringatan Isra Miraj juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk menebarkan pesan kebaikan kepada sesama.

Peristiwa Isra Miraj jatuh pada tanggal 27 Rajab. Untuk kalender Masehi, peringatan Isra Miraj tahun 2026 bertepatan dengan hari Jumat, 16 Januari 2026. Momentum ini biasanya dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan yang sarat doa dan harapan melalui ceramah, terutama yang berkaitan dengan kewajiban salat yang diwajibkan pada peristiwa Isra Miraj.

Contoh Teks Ceramah Isra Mi'raj

1. Teks Ceramah Isra Mi'raj tentang Perjalanan Nabi Muhammad SAW

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Hadirin rahimakumullah,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kita dapat hadir dalam keadaan sehat wal'afiat. Sholawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah SAW, yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang Islamiyyah.

Hadirin rahimakumullah,

ADVERTISEMENT

Kata "Isra" dalam bahasa Arab berarti berjalan malam. Menurut istilah, Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad pada suatu malam dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjid Al-Aqsa atau Baitul Maqdis di Palestina. Mi'raj berarti naik ke atas. Menurut istilah, Mi'raj adalah naiknya Nabi Muhammad SAW dari Masjid Al-Aqsa menuju Arasy untuk menghadap Allah SWT.

Allah SWT menceritakan kisah ini dalam surat Al Isra, ayat 1:

سُبْحَنَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَا الَّذِي بُرَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ أَيْتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya: "Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya) agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Hadirin rahimakumullah,

Setelah mengalami kedukaan karena dua orang yang amat dicintai dan dihormati telah meninggal dunia, Allah SWT ingin menghibur dan memuliakan Nabi Muhammad SAW. Allah telah mengutus Malaikat Jibril untuk menjemput Nabi Muhammad SAW untuk menghadap-Nya.

Peristiwa ini terjadi setelah sebelas tahun Muhammad menjadi Nabi. Setelah berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW, Malaikat Jibril membaringkan Nabi Muhammad SAW, kemudian membelah dadanya, membersihkan sifat-sifat buruk, dan menggantinya dengan sifat baik ke dalam dadanya. Nabi Muhammad SAW dan Malaikat Jibril menaiki Buraq, yaitu kendaraan yang sangat cepat. Perjalanan mereka pertama menuju Masjidil Aqsa di Palestina.

Selama di perjalanan, mereka singgah di lima tempat, yaitu:

Kota Yatsrib, sekarang disebut Madinah Al-Munawwaroh.

Kota Madyan, yaitu tempat persembunyian Nabi Musa dari Fir'aun.

Thur Sina, yaitu tempat Nabi Musa menerima Kitab Taurat.

Bethlehem, yaitu tempat kelahiran Nabi Isa AS.

Masjidil Aqsa di Palestina, yaitu tempat yang dituju dalam perjalanan malam tersebut. Palestina merupakan tempat suci ketiga setelah Makkah dan Madinah.

Pada tiap persinggahan, Nabi Muhammad SAW selalu melakukan sholat dua rakaat. Sesampainya di Masjidil Aqsa, Nabi disuguhi dua buah gelas yang masing-masing berisi susu dan arak. Nabi Muhammad SAW mengambil gelas yang berisi susu, kemudian Malaikat Jibril mengucapkan selamat padanya karena beliau telah memilih yang baik bagi dirinya dan umatnya.

Setelah menjadi imam, Rasulullah diangkat ke Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT bersama Malaikat Jibril. Dalam perjalanan menuju Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad dan Malaikat Jibril singgah di tujuh lapis langit, yaitu:

Langit pertama bertemu dengan Nabi Adam AS.

Langit kedua bertemu Nabi Yahya dan Nabi Ishaq AS.

Langit ketiga bertemu Nabi Yusuf AS.

Langit keempat bertemu dengan Nabi Idris AS.

Langit kelima bertemu dengan Nabi Harun AS.

Langit keenam bertemu dengan Nabi Musa AS.

Langit ketujuh bertemu dengan Nabi Ibrahim AS.

Hadirin rahimakumullah,

Setelah melewati tujuh lapis langit, Nabi Muhammad diajak ke Baitul Makmur, yaitu tempat Malaikat melaksanakan Thawaf. Kemudian naik ke Sidratul Muntaha, dan dalam perjalanan ini Malaikat Jibril tidak ikut serta.

Kemudian Rasulullah bertemu dengan Allah SWT, dalam pertemuan tersebut Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk melaksanakan sholat sebanyak lima puluh waktu.

Hadirin rahimakumullah,

Setelah melewati tujuh lapis langit, Nabi Muhammad diajak ke Baitul Makmur, yaitu tempat Malaikat melaksanakan Thawaf. Kemudian naik ke Sidratul Muntaha, dan dalam perjalanan ini Malaikat Jibril tidak ikut serta.

Kemudian Rasulullah bertemu dengan Allah SWT, dalam pertemuan tersebut Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk melaksanakan sholat sebanyak lima puluh waktu.

Ketika hendak turun, Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Musa AS, dan beliau bercerita tentang perintah sholat yang diterimanya dari Allah SWT. Mendengar cerita tersebut, Nabi Musa menyuruh Nabi Muhammad SAW untuk menghadap Allah kembali guna meminta keringanan. Nabi Muhammad berulang kali menghadap Allah untuk memberikan keringanan perintah sholat, dan akhirnya Allah memberikan keringanan kepada Nabi Muhammad, menjadi 5 waktu setiap harinya. Allah memberikan pahala yang sama bagi umat Nabi Muhammad seperti melaksanakan sholat sebanyak 50 waktu. Setelah itu, Nabi dikembalikan ke Makkah.

Pagi harinya, Nabi berniat menceritakan hal tersebut kepada kaum Quraisy. Nabi Muhammad bertemu dengan Abu Jahal dan meminta Abu Jahal mengumpulkan kaum Quraisy. Kesempatan itu tidak disia-siakan untuk meyakinkan kaum kafir Quraisy tentang kebohongan Nabi Muhammad SAW. Abu Jahal menyeru kaum Quraisy untuk berkumpul.

Setelah kaum Quraisy berkumpul, Nabi Muhammad menceritakan segala kejadian yang dialaminya dalam Isra Mi'raj. Ceramah Nabi Muhammad tersebut disambut dengan ejekan dan cemoohan. Abu Jahal menghasut kaum Quraisy untuk tidak mengikuti ajaran Nabi Muhammad yang penuh dengan kebohongan. Kemudian menemui Abu Bakar dan menceritakan apa yang mereka dengar dari Nabi Muhammad.

Mereka bertanya kepada Abu Bakar, "Apakah Abu Bakar mempercayainya?" Dengan tegas, Abu Bakar menyatakan "bahwa dia meyakini apa yang telah diceritakan oleh Nabi Muhammad SAW." Kemudian Nabi Muhammad SAW memberikan gelar Assidiq kepada Abu Bakar hingga menjadi Abu Bakar Assidiq.

Hadirin rahimakumullah,

Nabi Muhammad SAW dalam menerima wahyu mengalami peristiwa yang tidak pernah dirahasiakannya. Peristiwa Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad dalam waktu yang singkat telah tersiar ke seluruh kota Makkah. Ejekan dan cemoohan sering diterima Nabi Muhammad mengenai peristiwa yang dialaminya.

Sebagai contoh, waktu Nabi Muhammad duduk di Masjidil Haram dan bertemu dengan Abu Jahal, Abu Jahal duduk di samping Nabi Muhammad SAW dan berkata dengan nada mengejek, "Apa kabar pagi ini, Muhammad? Adakah sesuatu yang engkau anggap penting yang engkau terima dari Tuhanmu?" Nabi Muhammad menjawab, "Ya, tadi malam aku telah diisra'kan." Abu Jahal bertanya, "Kemana?" Nabi menjawab, "Ke Baitul Maqdis." Kata Abu Jahal, "Kemudian pagi ini engkau telah ada di sini?" Nabi Muhammad menjawab, "Ya."

Mendengar jawaban itu, Abu Jahal tertawa dan mengejek Nabi dan berkata, "Beranikah engkau menceritakan perkataanmu itu kepada penduduk Makkah? Saya akan mengumpulkan mereka di sini, lalu sampaikan perkataanmu kepada mereka!" Nabi menjawab, "Baiklah, saya akan menerangkan peristiwa ini kepada mereka."

Setelah penduduk Makkah berkumpul di Masjidil Haram, Nabi menceritakan peristiwa Isra Mi'raj dari awal sampai akhir, tidak ada sedikitpun yang terlewat. Kejadian ini menjadikan mereka yang sudah masuk Islam berbalik menjadi murtad.

Tetapi bagi umat Islam yang kuat imannya, tidak tergoyahkan dan tidak terpengaruh oleh ejekan itu karena mereka telah yakin akan kebenaran Nabi Muhammad.

Lain halnya dengan Abu Bakar, ia mempunyai sikap yang berbeda dengan yang lain. Setelah didatangi oleh orang-orang yang merasa sangsi dengan peristiwa Isra dan Mi'raj, ia mendatangi Nabi Muhammad SAW dan meminta penjelasannya. Peristiwa yang diceritakan oleh Nabi Muhammad SAW langsung diterimanya, oleh sebab itu Nabi Muhammad memanggilnya dengan sebutan As Siddiq.

Hadirin rahimakumullah,

Adapun tamsil dalam Isra, yaitu:

Nabi Muhammad SAW melihat orang memotong padi (panen) terus menerus, beliau bertanya kepada Jibril, "Siapakah mereka itu?" Jibril menjawab, "Mereka itu ibarat mu yang gemar beramal jariah, yang kemudian mereka memetik pahalanya dari Allah SWT."

Melihat orang yang terus menerus memukul kepalanya, Nabi Muhammad bertanya, "Siapakah mereka itu, Ya Jibril?" Dijawabnya, "Mereka itu ibarat mu yang enggan bersholawat, yang kelak akan menyesal dengan memukuli kepalanya sendiri terus menerus sekalipun terasa sakit olehnya."

Melihat sebuah kuburan yang sangat harum baunya, Nabi bertanya, "Apakah itu, Ya Jibril?" Dijawabnya, "Itu kuburan Siti Mashitah dan anaknya. la mati disiksa dengan digodok oleh Raja Fir'aun karena mempertahankan imannya kepada Allah Swt sewaktu dipaksa untuk menyembah berhala."

Melihat orang yang di hadapannya ada dua hidangan, sebelah kanannya makanan lezat dan sebelah kirinya makanan busuk, orang itu dengan lahapnya memakan makanan busuk. Nabi bertanya, "Ya Jibril, siapakah mereka itu?" Jibril menjawab, "Ya Rasulullah, itu ibarat umatmu yang suka membiarkan nafsunya memilih pekerjaan yang buruk dan dosa daripada beramal yang baik dan berpahala."

Nabi Muhammad SAW melihat orang-orang yang gagah perkasa. Orang itu menengok dan melihat ke kirinya merasa sedih dan menangis tersedu-sedu, tetapi bila menengok dan melihat ke kanannya, dia berseri-seri gembira dan tersenyum. Nabi bertanya, "Siapakah orang itu, Ya Jibril?" Jawab Jibril, "Dia itu bapakmu yang pertama, yaitu Nabi Adam AS. Bila beliau melihat ke kiri, sedih karena melihat anak cucunya berbuat jahat dan dosa. Sebaliknya, bila mereka menengok ke kanan, merasa gembira karena melihat anak cucunya di dunia yang berbuat baik dan beramal shaleh."

Hadirin rahimakumullah,

Hikmah Isra Mi'raj, yaitu:
Menghilangkan perasaan sedih dalam diri Nabi Muhammad SAW yang disebabkan oleh meninggalnya pembelanya yang utama, yaitu pamannya Abu Thalib dan istrinya Khadijah. Allah SWT ingin meyakinkan utusan-Nya itu bahwa kebenaran dan keyakinan yang dibawanya tidak akan dapat dikalahkan oleh apa pun dan siapa pun.

Allah hendak memperlihatkan kemahakuasaan-Nya kepada Nabi Muhammad SAW agar ia tetap yakin bahwa Allah akan tetap menolongnya dalam menghadapi musuh yang menghalangi penyiaran agama Islam.

Allah mempertemukan dan memperkenalkan Nabi Muhammad SAW dengan para Nabi dan Rasul terdahulu, agar dapat menambah semangat dan keyakinannya.

Allah memperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW bekas kejayaan bangsa-bangsa terdahulu yang hancur luluh karena kedurhakaan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Menguji para pengikut Nabi, apakah mereka akan tetap beriman kepada agama yang selama ini dianutnya, sekalipun akal dan pikiran mereka belum dapat mengerti dan memahami kejadian tersebut.

Nabi Muhammad SAW dapat bertemu dengan hadirat Allah SWT.

Allah menyampaikan perintah melakukan sholat kepada Nabi dan umatnya.

Demikianlah yang dapat kami sampaikan, mudah-mudahan ada manfaatnya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

2. Teks Ceramah Isra Mi'raj Hikmah Peristiwa Isra Miraj yang Penuh Makna

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِينُ وَعَلَى أَمُورِ دُنْيَا وَالدِّينِ. وَالصَّلاةُ وَالسَّلامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi rabbil 'alamin, wa bihi nasta'inu wa 'ala umuri dunya wa ad-din. Wa as-sholatu wa as-salamu 'ala asyrafil anbiya'i wal-mursalin, wa 'ala alihi wa sahbihi ajma'in.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pada kesempatan yang penuh berkah ini, mari kita mengulas peristiwa Isra Miraj, sebuah mukjizat besar yang Allah berikan kepada Rasul-Nya, Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam.

Isra Miraj terjadi pada malam yang penuh berkah, di mana Rasulullah melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke langit ketujuh. Peristiwa ini merupakan hadiah dari Allah untuk menghibur hati Rasul-Nya yang tengah dilanda kesedihan setelah kehilangan Khadijah dan Abu Thalib.

Isra Miraj terbagi menjadi dua peristiwa utama: Isra (perjalanan malam) dan Miraj (kenaikan). Isra adalah perjalanan fisik Rasulullah dari Makkah ke Yerusalem, sedangkan Miraj adalah kenaikan beliau melewati langit-langit hingga Sidratul Muntaha. Peristiwa ini menjadi landasan kewajiban sholat lima waktu bagi umat Islam.

Peristiwa Isra Miraj mengandung banyak hikmah yang dapat kita ambil. Kemukjizatan yang terjadi menunjukkan kuasa Allah atas waktu, di mana Rasulullah mampu melakukan perjalanan luar biasa dalam waktu yang sangat singkat. Selain itu, Isra Miraj juga menegaskan pentingnya masjid, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat rohani dan aktivitas umat Islam.

Hikmah lainnya adalah pengingat untuk tetap sabar dalam menghadapi cobaan, karena kehidupan umat Islam yang beriman seringkali diuji oleh mereka yang tidak percaya. Isra Miraj juga mengajarkan bahwa melakukan "safar" atau perjalanan menuju hal-hal yang baik dapat membantu menemukan inspirasi dan semangat baru dalam menghadapi kesulitan hidup.

Pentingnya iman sebagai landasan utama juga menjadi pelajaran besar dari peristiwa ini. Sebagaimana Rasulullah mempercayai mukjizat ini, kita pun perlu memperkuat iman untuk menjalani kehidupan di bawah naungan Islam.

Semoga kita semua mampu mengambil pelajaran berharga dari kisah Isra Miraj ini dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

3. Teks Ceramah Isra Mi'raj tentang Keutamaan Isra Miraj

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِينُ وَعَلَى أَمُورِ دُنْيَا وَالدِّينِ. وَالصَّلاةُ وَالسَّلامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi rabbil 'alamin, wa bihi nasta'inu wa 'ala umuri dunya wa ad-din. Wa as-sholatu wa as-salamu 'ala asyrafil anbiya'i wal-mursalin, wa 'ala alihi wa sahbihi ajma'in.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hadirin yang dirahmati Allah,

Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat iman, Islam, serta kesehatan kepada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini. Sholawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman.

Pada kesempatan yang penuh berkah ini, izinkan saya menyampaikan ceramah tentang peristiwa agung dalam Islam, yaitu Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini menjadi bukti kebesaran Allah SWT sekaligus mukjizat luar biasa yang diberikan kepada Rasulullah SAW.

Hadirin yang berbahagia,

Isra Miraj adalah perjalanan malam yang terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-12 kenabian.

Dalam Isra, Nabi Muhammad SAW diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem dengan kendaraan yang disebut Buraq. Di Masjidil Aqsa, beliau memimpin sholat bersama para nabi terdahulu, sebuah peristiwa yang menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah pemimpin umat manusia dan para nabi.

Setelah itu, dalam Miraj, Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan menuju Sidratul Muntaha, yaitu tempat tertinggi di langit ketujuh. Dalam perjalanan tersebut, beliau bertemu dengan para nabi pada setiap lapisan langit dan menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Puncaknya, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Allah SWT untuk menerima perintah sholat lima waktu, yang menjadi kewajiban utama umat Islam hingga kini.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Peristiwa Isra Miraj memiliki banyak keutamaan yang patut kita renungkan. Pertama, peristiwa ini adalah bukti kebesaran Allah SWT. Perjalanan luar biasa ini, yang terjadi hanya dalam satu malam, tidak dapat dijelaskan dengan logika manusia. Allah SWT menunjukkan kekuasaan-Nya yang tak terbatas, sebagaimana firman-Nya dalam surat Al Isra ayat 1, yang artinya:

"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Keutamaan lainnya adalah sebagai bukti kenabian Rasulullah SAW. Isra Miraj menegaskan bahwa beliau adalah utusan Allah SWT yang membawa kebenaran bagi seluruh umat manusia. Perjalanan ini juga memperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW surga dan neraka, yang menjadi bukti nyata adanya kehidupan setelah mati. Melalui peristiwa ini, Allah SWT menunjukkan bahwa Dia mampu melakukan segala sesuatu, bahkan yang berada di luar nalar manusia.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Isra Miraj juga menjadi salah satu bukti kebenaran Islam. Mukjizat ini menegaskan bahwa Islam adalah agama yang benar dan berasal dari Allah SWT, pencipta alam semesta. Oleh karena itu, mari kita jadikan peristiwa ini sebagai pengingat untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Hadirin yang berbahagia,

Demikianlah ceramah yang dapat saya sampaikan. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari peristiwa Isra Miraj dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mari kita tutup dengan doa, semoga kita senantiasa berada dalam lindungan-Nya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

4. Teks Ceramah Isra Mi'raj tentang Pelajaran dari Perjalanan Isra Mi'raj

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang telah memberikan anugerah terbesar kepada umat manusia berupa Islam sebagai jalan hidup. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Pada kesempatan yang mulia ini, izinkan saya menyampaikan sedikit tausiyah mengenai peristiwa Isra Mi'raj. Isra Mi'raj adalah perjalanan luar biasa yang dilalui oleh Nabi Muhammad SAW, di mana beliau menerima perintah sholat lima waktu sebagai kewajiban umat Islam. Perjalanan ini merupakan mukjizat yang menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Islam.

Peristiwa Isra, perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina, mengajarkan kita tentang pentingnya hubungan manusia dengan sesama. Sedangkan Mi'raj, perjalanan naik ke Sidratul Muntaha, mengingatkan kita akan hubungan manusia dengan Allah SWT, yaitu ibadah dan ketaatan kepada-Nya.

Dalam perjalanan itu, Rasulullah SAW diperlihatkan berbagai gambaran tentang kehidupan umat manusia. Beliau melihat akibat dari perbuatan buruk seperti meninggalkan sholat, enggan bersedekah, dan memakan riba. Semua ini menjadi peringatan nyata agar kita senantiasa menjaga kewajiban sebagai seorang Muslim.

Hadirin yang berbahagia,

Isra Mi'raj bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi juga pedoman hidup. Melalui perintah sholat lima waktu, kita diajarkan untuk menjaga hubungan dengan Allah SWT, sekaligus memperbaiki diri dalam menjalani kehidupan.

Mari jadikan momentum ini untuk meningkatkan ketaqwaan, memperbanyak ibadah, dan menjauhi larangan-Nya. Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik, bermanfaat bagi sesama, dan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Demikianlah ceramah singkat yang dapat saya sampaikan. Semoga kita semua mampu mengambil hikmah dari peristiwa Isra Mi'raj dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Mohon maaf atas segala kekurangan, semoga Allah SWT meridhoi.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

5. Kultum Singkat Isra Miraj

Seandainya seorang muslim memahami secara hakiki peristiwa diterimanya wahyu salat, pastilah tak ada seorang pun dari umat islam yang meremehkan dan melalaikan bahkan meninggalkan salat. Allah mengistimewakan dan meninggikan kedudukan syariat ini, karena itulah, Nabi SAW menerimanya dengan cara yang berbeda. Langsung berjumpa dengan-Nya tanpa perantara.

Wahyu ini tidak diterima di bumi sebagaimana syariat lainnya. Syariat ini pula satu-satunya syariat yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam meminta keringanan dalam penunaiannya. Awalnya diwajibkan 50 waktu dalam sehari.

Mengapa Nabi SAW menerimanya dengan cara yang berbeda. Langsung berjumpa dengan Allah SWT tanpa perantara malaikat Jibril?

Bagi umat Islam yang mentadabburi perjalanan Isra Miraj, mereka sadar semua kejadiannya dan tahapan peristiwanya adalah sebuah pengantar untuk berjumpa suatu yang lebih dahsyat lagi, yaitu perjumpaan Rasulullah SAW dengan Rabbnya. Terjadilah dialog yang begitu agung hingga beliau menerima perintah kewajiban salat untuk diri beliau dan umatnya. Inilah puncak perjalanan Isra Mi'raj.

Allah Ta'ala, dengan kasih sayang-Nya menganugerahkan kepada hamba-hambaNya yang beriman sesuatu yang dapat menghubungkan mereka dengan Rabb mereka. Rasulullah SAW Mi'raj dengan ruh dan fisik beliau.

Dengan keadaan itulah beliau berdialog dengan Allah Ta'ala. Kemudian Allah SWT menyediakan bagi umat Islam sesuatu yang mampu membuat mereka bermunajat, dekat, tersambung, dan berdialog dengan Rabb mereka, yaitu ibadah salat. Inilah makna bahasa dari kata salat. Salat adalah alat penyambung yang menghubungkan seorang hamba dengan Rabbnya.

Semoga setiap orang muslim merenungkan dan memahami secara hakiki peristiwa diterimanya wahyu salat, sehingga tidak ada seorang pun dari mereka yang meremehkan dan melalaikan salat. Aamiin.

6. Kultum Singkat Isra Miraj Kedua

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan anugerah terindah kepada Rasulullah SAW melalui perintah sholat lima waktu dalam perjalanan Isra Miraj. Momentum ini mengajarkan kita untuk merefleksi kembali sejarah, merenungi pesan, dan menjadikan peristiwa tersebut sebagai peringatan bagi umat Islam.

Dalam perjalanan Isra Miraj, Rasulullah SAW menyaksikan berbagai gambaran kehidupan umatnya di masa depan. Wabah-wabah seperti kurangnya sedekah, meninggalkan kewajiban sholat, hingga kecenderungan mengonsumsi hasil riba menjadi sorotan dalam visualisasi yang diperlihatkan Allah SWT.

Ini adalah peringatan bagi kita untuk menjaga kewajiban sholat, mengeluarkan sedekah, dan menjauhi segala bentuk perbuatan yang dilarang. Refleksi ini diharapkan dapat membantu umat Islam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Mari jadikan peristiwa Isra Miraj sebagai landasan untuk meningkatkan ketaqwaan, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan menyadari pentingnya menjaga nilai-nilai agama. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari peristiwa ini dan menjadi umat yang taat serta bermanfaat bagi sesama.

7. Kultum Singkat Peristiwa Isra Miraj

Peristiwa Isra Miraj adalah peristiwa yang sulit dicerna oleh akal manusia tapi sebagai seorang muslim kita wajib percaya dan meyakininya. Pada masa itu pun, usai peristiwa Isra Miraj Rasulullah SAW menceritakannya pada kaum muslimin dan masyarakat di Makkah, akan tetapi tentu saja kaum kafir Quraish tidak ada yang mempercayainya dan bahkan Abu Lahab menjadikannya sebagai bahan olok-olokan.

Banyak diantara kaum muslimin pun yang mendengar cerita nabi pada waktu itu seolah ragu, tapi Abu Bakar Shiddiq tampil terdepan mengakui kebenaran dan meyakini bahwa peristiwa Isra Miraj yang telah terjadi pada Nabi SAW adalah benar adanya. Abu Bakar-lah yang pertama kali membenarkan adanya peristiwa itu hingga ia pun diberi gelar As-Siddiq.

Peristiwa Isra Miraj adalah ujian keimanan bagi kaum muslimin pada waktu itu karena bagaimana bisa seorang manusia pulang pergi dari Makkah ke Palestina dan dinaikkan ke Sidratul Muntaha hanya dalam satu malam, tapi jika iman yang berkata, tentu tak ada yang mustahil bagi Allah SWT, sebagaimana Allah berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 1.

Isra Miraj adalah suatu peristiwa besar yang tonggak sejarah dimulainya perintah sholat lima waktu. Isra artinya diperjalankan, sedangkan Miraj artinya dinaikkan.

Rasulullah SAW pada waktu itu diperjalankan oleh Allah SWT dari Mekah ke Palestina dan kemudian dinaikkan ke Sidratul Muntaha untuk diperlihatkan kepadanya tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. Pada peristiwa bersejarah itulah, untuk pertama kalinya perintah sholat lima waktu disyariatkan wajib dilaksanakan oleh kaum muslimin.

Oleh karenanya, melalui momentum peringatan Isra Miraj ini, marilah kita sama-sama meningkatkan kualitas ibadah sholat kita, sehingga sholat yang kita laksanakan lima waktu setiap hari dapat mempercantik perilaku kita, bahkan mencegah kita dari perbuatan keji dan munkar, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Ankabut ayat 45.

8. Ceramah Singkat Mengenai Peristiwa Isra Miraj

Alhamdulillah, pada kesempatan yang penuh berkah ini, kita akan mengulas tentang peristiwa Isra Miraj, suatu mukjizat besar yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya, Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam.
Peristiwa Isra Miraj terjadi pada malam yang penuh berkah, di mana Rasulullah melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan kemudian naik ke langit ketujuh. Ini adalah hadiah dari Allah untuk menghibur hati Rasul-Nya yang sedang dilanda kesedihan setelah kehilangan Khadijah dan Abu Thalib.

Isra Miraj terbagi menjadi dua peristiwa utama, yaitu Isra (perjalanan malam) dan Miraj (kenaikan). Isra melibatkan perjalanan fisik Rasulullah dari Makkah ke Yerusalem, sementara Miraj adalah kenaikan beliau melewati langit-langit menuju Sidratul Muntaha. Peristiwa ini menjadi dasar dari kewajiban sholat lima waktu bagi umat Islam.

Kita juga dapat merasakan hikmah dari Isra Miraj ini. Pertama, kemukjizatan yang terjadi menunjukkan kuasa Allah atas waktu, mengingat Rasulullah melakukan perjalanan hingga ke hari kiamat. Kedua, pentingnya peran masjid sebagai tempat ibadah dan aktivitas spiritual. Isra Miraj menegaskan bahwa masjid bukan hanya tempat, tetapi ruh dan pusat aktivitas umat Islam. Ketiga, peristiwa ini memberi pengertian bahwa kehidupan umat Islam yang beriman seringkali dinistakan oleh mereka yang tidak percaya.

Selain itu, kita bisa mengambil hikmah bahwa dalam menghadapi kesulitan hidup, melakukan "safar" atau jalan-jalan seperti yang dilakukan Nabi Muhammad dapat membantu menemukan ide-ide luar biasa. Safar yang dimaksud di sini adalah perjalanan kepada hal-hal yang baik.

Hikmah terakhir yang patut diambil adalah pentingnya iman sebagai modal utama dalam menjalani kehidupan. Sebagaimana Rasulullah yang mempercayai mukjizat ini, kita pun perlu memperkuat iman sebagai dasar utama hidup dalam naungan Islam.

Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran berharga dari kisah Isra Miraj ini dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.




(inf/inf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads