Khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad: Kelahiran Sang Rasul

Khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad: Kelahiran Sang Rasul

Kristina - detikHikmah
Kamis, 04 Sep 2025 16:15 WIB
Khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad: Kelahiran Sang Rasul
Jemaah mendengarkan khutbah Jumat. Foto: Getty Images/H M Shahidul Islam
Jakarta -

Jumat pekan ini bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Khatib bisa memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan khutbah tentang Maulid Nabi Muhammad SAW.

Maulid Nabi adalah perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Menurut pendapat masyhur, Nabi Muhammad SAW lahir pada 12 Rabiul Awal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahun ini, umat Islam akan merayakan Maulid Nabi 1447 Hijriah. Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia 2025 terbitan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 5 September 2025.

Karena bertepatan dengan salat Jumat, khatib bisa menyampaikan khutbah tentang Maulid Nabi. Berikut contoh naskahnya seperti dinukil dari situs Kementerian Agama.

ADVERTISEMENT

Khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad

Judul: Maulid Nabi, Kelahiran Sang Pembawa Rahmat

Ø§ŲŽŲ„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄ؐ؄ؑذ؇ؐ Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų‹Ø§ ŲŠŲŲˆŲŽØ§ŲŲŲŠ Ų†ŲØšŲŽŲ…ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽŲŠŲŲƒŲŽØ§ŲŲØĻŲ Ų…ŲŽØ˛ŲŲŠŲ’Ø¯ŲŽŲ‡ØŒ ŲŠŲŽØ§ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲ†Ų’Ø¨ŲŽØēŲŲŠŲ’ ؄ؐØŦŲŽŲ„ŲŽØ§Ų„Ų ŲˆŲŽØŦŲ’Ų‡ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲŽØąŲŲŠŲ’Ų…Ų ŲˆŲŽŲ„ŲØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…Ų ØŗŲŲ„Ų’ØˇŲŽØ§Ų†ŲŲƒŲŽ. ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ Ų„ŲŽØ§ ØŖŲØ­Ų’Øĩؐ؊ ØĢŲŽŲ†ŲŽØ§ØĄŲ‹ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ ØŖŲŽØĢŲ’Ų†ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲƒŲŽ. ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„Ų‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØĩŲŽŲŲŲŠŲ‘ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØŽŲŽŲ„ŲŲŠŲ’Ų„ŲŲ‡. ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲŽ Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘Ų ØŖŲŽØąŲ’ØŗŲŽŲ„ŲŽŲ‡Ų. ØŖŲŽØąŲ’ØŗŲŽŲ„ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ€Ų…Ų ŲƒŲŲ„Ų‘ŲŲ‡Ų Ø¨ŲŽØ´ŲŲŠŲ’ØąŲ‹Ø§ ŲˆŲŽŲ†ŲŽØ°ŲŲŠŲ’ØąŲ‹Ø§. Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĩŲŽŲ„Ų‘Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ¨ŲŽØ§ØąŲŲƒŲ’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ØĩŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲ‹ ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŽØ§Ų…Ų‹Ø§ Ø¯ŲŽØ§ØĻŲŲ…ŲŽŲŠŲ’Ų†Ų Ų…ŲØĒŲŽŲ„ŲŽØ§Ø˛ŲŲ…ŲŽŲŠŲ’Ų†Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲŠŲ’Ų†. ØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯Ų ŲŲŽØĨŲ†ŲŲ‘ŲŠ ØŖŲŲˆŲ’ØĩŲŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲŠ Ø¨ŲØĒŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ§ØĻؐ؄ؐ ؁ؐ؊ ؃ؐØĒŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Øĸ؆ؐ: ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØŖŲŽØąŲ’ØŗŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ŲƒŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØŠŲ‹ Ų„ŲŲ„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah.
Pada hari yang mulia ini, khatib menyeru kepada jamaah sekalian untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan semaksimal mungkin, yakni takwa dalam artian menjauhi segala larangan yang ditetapkan Allah subhanahu wa ta'ala dan menjalankan perintah-Nya. Karena dengan takwa, kita akan diberi solusi oleh Allah di setiap problematika hidup yang kita alami, juga akan ada rezeki melimpah yang datang kepada kita tanpa kita sangka-sangka.

Bulan ini adalah bulan Rabiul Awal, bulan mulia di mana penutup para nabi dan rasul dilahirkan ke dunia ini. Ya, beliaulah Baginda Besar Nabi Muhammad shallallahu 'alahi wa sallam. Nabi akhir zaman, tidak ada lagi nabi-nabi setelahnya.

Jamaah yang dirahmati Allah subhanahu wa ta'ala,
Di bulan Maulid ini, seyogianya bagi kita untuk banyak-banyak bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala karena telah mengutus seorang nabi yang menjadi suri teladan yang mulia. Nabi diutus ke muka bumi ini tak lain adalah sebagai rahmat bagi seluruh alam, sebagaimana Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam surah al-Anbiya ayat 107:

ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØŖŲŽØąŲ’ØŗŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ŲƒŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØŠŲ‹ Ų„ŲŲ„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

Imam al-Baidhawi dalam kitab tafsirnya menyebutkan sebab disebutnya pengutusan Nabi Muhammad shallallahu 'alahi wa sallam sebagai rahmat dan kasih sayang bagi seluruh alam ialah karena diutusnya Nabi ke seluruh dunia di muka bumi ini menjadi sumber kebahagiaan dan kebaikan bagi kehidupan mereka di dunia maupun di akhirat kelak.

Imam Ibnu 'Abbas menyebutkan dalam tafsirnya, siapa yang menerima ajaran kasih sayang yang dibawa Nabi dan mensyukurinya, maka ia akan bahagia hidupnya. Sebaliknya, siapa yang menolak dan menentangnya, maka merugilah hidupnya.

Kasih sayang yang ditebarkan Nabi shallallahu 'alahi wa sallam bukanlah hanya ucapan semata, akan tetapi dalam hidup keseharian beliau praktikkan dan implementasikan dengan nyata. Kasih sayang ini bentuknya universal kepada seluruh makhluk ciptaan Tuhan. Bahkan kepada orang musyrik pun Nabi Saw berlaku santun dan mengasihi.

Tidakkah kita mengingat bagaimana dahulu Nabi shallallahu 'alahi wa sallam ketika hijrah ke Thaif untuk menghindari permusuhan dari kaumnya, namun ternyata di sana malah mendapat perlakuan yang kasar dan permusuhan yang lebih parah hingga Nabi dilempari batu.

Kala itu, malaikat penjaga gunung menawarkan kepada Nabi, apabila dibolehkan maka ia akan membenturkan kedua gunung di antara kota Thaif, sehingga orang yang tinggal di sana akan wafat semua. Namun apa sikap Nabi shallallahu 'alahi wa sallam? Nabi berucap andai mereka saat ini tidak menerima Islam, semoga anak cucu mereka adalah orang yang menyembah-Mu ya Allah! Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak tahu...

Dikisahkan juga dalam hadis riwayat ShahÄĢh Muslim, pada suatu hari, datang seorang sahabat berkata kepada Nabi, "Wahai Nabi! Doakanlah keburukan atau laknat bagi orang-orang musyrik. Kemudian Nabi menjawab, "Sungguh, aku tidaklah diutus sebagai seorang pelaknat, akan tetapi aku diutus sebagai rahmat!"

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah.
Di antara sifat mulia Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam yang perlu kita teladani juga adalah sifat pemaafnya. Ingatlah kisah ketika Nabi shallallahu 'alahi wa sallam perang Uhud bersama kaum Muslimin, kala itu pamannya, Hamzah bin Abdul Muthallib ikut berperang. Di tengah peperangan, pamannya terbunuh oleh Wahsyi, seorang budak berkulit hitam. Wahsyi tidak hanya membunuhnya dengan menghunuskan pedang begitu saja dan selesai, namun ia mencabik-cabik isi perutnya juga.

Hal ini membuat Nabi shallallahu 'alahi wa sallam sangat sedih, sakit hati dan marah. Bayangkan! Paman yang begitu dicintainya wafat dengan cara mengenaskan seperti itu. Akan tetapi, ketika Wahsyi menyatakan diri di hadapan Nabi untuk masuk Islam, Nabi pun memaafkannya, meski beliau tidak mau melihat wajah Wahsyi lagi sebab akan terus mengingatkannya kepada peristiwa terbunuhnya pamannya.

Jamaah salat Jumat yang dirahmati Allah subhanahu wa ta'ala,

Mengenai sifat memaafkan, sungguh Allah telah berfirman dalam surat Al-A'raf Ayat 199:

ØŽŲØ°Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲŲ’ŲˆŲŽ ŲˆŲŽØŖŲ’Ų…ŲØąŲ’ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’ØšŲØąŲ’ŲŲ ŲˆŲŽØŖŲŽØšŲ’ØąŲØļŲ’ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų„Ų’ØŦŲŽØ§Ų‡ŲŲ„ŲŲŠŲ†ŲŽ

"Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh."

Apabila kita menjadi pribadi yang memiliki sifat pemaaf, maka dapat kita rasakan lingkungan sosial di tengah-tengah masyarakat menjadi damai, tidak ada dendam yang terjadi di antara manusia. Itulah kasih sayang yang dicontohkan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu 'alahi wa sallam.

Semoga di bulan Maulid ini kita dapat meneladani sifat dan akhlak mulia Rasulullah, yang mana dalam mencontoh dan menerapkan akhlaknya terdapat kemaslahatan yang akan kita dapatkan, baik di dunia maupun di akhirat.

Ø¨ŲŽØ§ØąŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ Ų„ŲŲŠ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ؁ؐ؊ Ø§Ų’Ų„Ų‚ŲØąŲ’Øĸ؆ؐ Ø§Ų’Ų„ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…Ų ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲŽØšŲŽŲ†ŲŲŠ ŲˆŲŽØĨŲŲŠŲŽŲ‘Ø§ŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ ŲŲŲŠŲ’Ų‡Ų ؅ؐ؆ؒ ØĸŲŠŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ°ŲŲƒŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲƒŲŲŠŲ’Ų…Ų. ØŖŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų„Ų Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŲŠ Ų‡ŲŽØ°ŲŽØ§ ŲŲŽØŖØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ Ø§Ų„ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘Ų‡Ų Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„ØēŲŽŲŲŲˆŲ’ØąŲ Ø§Ų„ØąŲŽŲ‘Ø­ŲŲŠŲ’Ų…

Khutbah II

Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄ؐ؄ؑذ؇ؐ ŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄ؐ؄ؑذ؇ؐ ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„ŲŽŲ‘Ų‡Ų. ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲ†Ų’ Ų„Øĸ ØĨŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲ†ŲŽŲ‘ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’ Ų„ŲŽØ§ Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘ Ø¨ØšØ¯ŲŽŲ‡Ų. Ø§ŲŽŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŲ‘Ų…Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲŲ‘Ų†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŖŲŽŲ„ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØŖŲŽØĩŲ’Ø­ŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØ¨ŲØšŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØĨŲØ­Ų’ØŗŲŽØ§Ų†Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ų‚ŲŲŠŲŽØ§Ų…ŲŽØŠŲ
ØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯Ų ŲŲŽŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ ØŖŲŲˆŲ’ØĩŲŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲŠŲ’ Ø¨ŲØĒŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ ŲŲŽØ§Ø˛ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ. ŲŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰: ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ„ŲŽØ§ØĻŲŲƒŲŽØĒŲŽŲ‡Ų ŲŠŲØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘ŲØŒ ŲŠŲ°ØŖŲŽ ŲŠŲ‘ŲŲ‡Ø§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØĸŲ…ŲŽŲ†ŲŲˆŲ’Ø§ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆŲ’Ø§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŲ…ŲŲˆŲ’Ø§ ØĒŲŽØŗŲ’Ų„ŲŲŠŲ’Ų…Ų‹Ø§. Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŖŲŽŲ„Ų ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų. Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ اØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŲ„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŽØ§ØĒŲØŒ Ø§ŲŽŲ„Ų’ØŖŲŽØ­Ų’ŲŠØ§ØĄŲ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ø§ŲŽŲ…Ų’ŲˆŲŽØ§ØĒؐ. Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ Ø§Ø¯Ų’ŲŲŽØšŲ’ ØšŲŽŲ†Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų’Ų„Ø¨ŲŽŲ„Ø§ŲŽØĄŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„ŲˆŲŽØ¨ŲŽØ§ØĄŲŽ ŲˆØ§Ų„Ų‚ŲØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø˛Ų‘ŲŽŲ„Ø§ŲŽØ˛ŲŲ„ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ų…ŲØ­ŲŽŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØŗŲŲˆŲ’ØĄŲŽ Ø§Ų’Ų„ŲŲØĒŲŽŲ†Ų ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ų…ŲØ­ŲŽŲ†ŲŽ Ų…ŲŽØ§ Ø¸ŲŽŲ‡ŲŽØąŲŽ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØˇŲŽŲ†ŲŽ ØšŲŽŲ†Ų’ Ø¨ŲŽŲ„ŲŽØ¯ŲŲ†ŲŽØ§ ØĨŲŲ†Ų’Ø¯ŲŲˆŲ†ŲŲŠŲ’ØŗŲŲŠŲ‘ŲŽØ§ ØŽØĸØĩŲ‘ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽØŗŲŽØ§ØĻŲØąŲ Ø§Ų’Ų„Ø¨ŲŲ„Ų’Ø¯ŲŽØ§Ų†Ų Ø§Ų’Ų„Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØšØ§Ų…Ų‘ŲŽØŠŲ‹ ŲŠŲŽØ§ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽ Ø§Ų’Ų„ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ
Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØŖŲŽØąŲŲ†ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ‚Ų‘ŲŽ Ø­ŲŽŲ‚Ų‘Ų‹Ø§ ŲˆŲŽØ§ØąŲ’Ø˛ŲŲ‚Ų’Ų†ŲŽØ§ اØĒŲ‘ŲØ¨ŲŽØ§ØšŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØŖŲŽØąŲŲ†ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØ§ØˇŲŲ„ŲŽ Ø¨ŲŽØ§ØˇŲŲ„Ų‹Ø§ ŲˆŲŽØ§ØąŲ’Ø˛ŲŲ‚Ų’Ų†ŲŽØ§ اØŦŲ’ØĒŲŲ†ŲŽØ§Ø¨ŲŽŲ‡Ų. ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ ØĸØĒŲŲ†ŲŽØ§ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲ†Ų’ŲŠŲŽØ§ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲŲŲ‰ Ø§Ų’Ų„ØĸØŽŲØąŲŽØŠŲ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲ‚ŲŲ†ŲŽØ§ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØąŲ. ŲˆŲŽØ§ŲŽŲ„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄ؐ؄ؑذ؇ؐ ØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲ°Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ

ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲØŒ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ ŲŠŲŽØŖŲ’Ų…ŲØąŲ Ø¨ŲØ§Ų’Ų„ØšŲŽØ¯Ų’Ų„Ų ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„ØĨŲØ­Ų’ØŗŲŽØ§Ų†Ų ŲˆŲŽØĨŲŲŠŲ’ØĒØ§ØĄŲ Ø°ŲŲŠ Ø§Ų’Ų„Ų‚ŲØąŲ’Ø¨Ų‰ŲŽ ŲˆŲŽŲŠŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲŽŲ‰ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų’Ų„ŲŲŽØ­Ų’Ø´Ø§ØĄŲ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽØąŲ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ø¨ŲŽØēŲ’ŲŠŲ ŲŠŲŽØšŲØ¸ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽØ°ŲŽŲƒŲ‘ŲŽØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽØŒ ŲˆŲŽØ§Ø°Ų’ŲƒŲØąŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ Ø§Ų’Ų„ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ŲŠŲŽØ°Ų’ŲƒŲØąŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ØŒ ŲˆŲŽØ§Ø´Ų’ŲƒŲØąŲŲˆŲ’Ų‡Ų ØšŲŽŲ„Ų‰ŲŽ Ų†ŲØšŲŽŲ…ŲŲ‡Ų ŲŠŲŽØ˛ŲØ¯Ų’ŲƒŲŲ…Ų’ØŒ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ°ŲŲƒŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ’

Judul: Nabi Muhammad Teladan Kemanusiaan

Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų†ŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØ¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ†ŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØšŲŲŠŲ„ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ†ŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽŲ†ŲŽØšŲŲˆØ°Ų Ø¨ŲØ§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ؅ؐ؆ؒ Ø´ŲØąŲŲˆØąŲ ØŖŲŽŲ†Ų’ŲŲØŗŲŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØĻŲŽØ§ØĒؐ ØŖŲŽØšŲ’Ų…ŲŽØ§Ų„ŲŲ†ŲŽØ§. Ų…ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲŽŲ‡Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲŲŽŲ„ŲŽØ§ Ų…ŲØļŲŲ„Ų‘ŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲØļؒ؄ؐ؄ؒ ŲŲŽŲ„ŲŽØ§ Ų‡ŲŽØ§Ø¯ŲŲŠŲŽ Ų„ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ØąŲŠŲƒ Ų„Ų‡ØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ„ŲŲ‡Ų ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØĩŲŽØ­Ų’Ø¨ŲŲ‡Ų ØŖŲŽØŦŲ’Ų…ŲŽØšŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØ¨ŲØšŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØĨŲØ­Ų’ØŗŲŽØ§Ų†Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲŠŲ†Ų ØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯Ų ŲŲŽŲŠŲŽØ§ ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŲˆØĩŲŲŠŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲŠ Ø¨ŲØĒŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØšŲŽØ˛Ų‘ŲŽ ŲˆŲŽØŦŲŽŲ„Ų‘ŲŽ ŲŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰ ؁ؐ؊ ؃ؐØĒŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų Ø§Ų„ŲƒŲŽØąŲŲŠŲ…Ų: ŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĸŲ…ŲŽŲ†ŲŲˆØ§ اØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ Ø­ŲŽŲ‚Ų‘ŲŽ ØĒŲŲ‚ŲŽØ§ØĒؐ؇ؐ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽŲ…ŲŲˆØĒŲŲ†Ų‘ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲˆŲ†ŲŽ . ŲˆŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØŖŲŽØąŲ’ØŗŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽŲƒŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØŠŲ‹ Ų„ŲŲ„Ų’ØšŲŽŲ„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan sekalian alam, yang telah mengutus seorang Rasul dari kalangan manusia untuk menjadi pelita penerang, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Agung Muhammad SAW, beserta keluarga, para sahabat, dan seluruh pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Dialah sosok yang diutus bukan hanya untuk satu kaum, melainkan sebagai rahmatan lil 'alamin, rahmat bagi seluruh alam semesta.

ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØŖŲŽØąŲ’ØŗŲŽŲ„Ų’ØĒŲŲƒŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØŠŲ‹ Ų„ŲŲ„Ų’ØšŲŽŲ„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ

"Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam." (Q.S. AI-Anbiya' [21]: 107).

Jemaah Jumat yang dirahmati Allah SWT,

Di tengah hiruk pikuk dunia modern yang seringkali diwarnai oleh krisis moral, konflik, dan hilangnya nilai-nilai kemanusiaan, kita sebagai umat manusia
senantiasa merindukan sosok panutan. Sebuah teladan sempurna yang mampu membimbing kita kembali kepada fitrah kemanusiaan yang luhur. Allah SWT, dengan kasih sayang-Nya, telah memberikan teladan itu pada diri Rasulullah SAW. Al-Qur'an menegaskan dalam Q.S. Al-Ahzab [33]: 21:

Ų„ŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ؁ؐ؊ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲØŗŲ’ŲˆŲŽØŠŲŒ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲŒ Ų„ŲŲ…ŲŽŲ†Ų’ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ŲŠŲŽØąŲ’ØŦŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØĸØŽŲØąŲŽ ŲˆŲŽØ°ŲŽŲƒŲŽØąŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ŲƒŲŽØĢŲŲŠØąŲ‹Ø§

"Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah."

Salah satu pilar utama keteladanan Rasulullah SAW adalah kasih sayangnya yang tak terbatas. Rasulullah SAW adalah personifikasi dari sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim Allah SWT. Kasih sayangnya melintasi batas suku, ras, agama, bahkan spesies. Beliau mengasihi anak-anak, memuliakan kaum perempuan, menyantuni fakir miskin, dan melindungi anak-anak yatim. Hatinya luluh melihat penderitaan, memuliakan kawan dan memanusiakan lawan.

Teringat kisah teladan Rasulullah SAW ketika berdakwah di Tha'if. Tatkala kakinya menginjak tanah Tha'if, bukan sambutan yang terdengar, melainkan cemoohan, hinaan, dan lemparan batu hingga tubuh mulianya berdarah. Melihat itu, Malaikat Jibril datang dengan geram dan meminta pada Nabi SAW agar diberikan izin untuk meluluhlantakan seluruh penduduk Tha'if dengan menimpakan gunung. Lantas, apa jawaban Sang Penebar Rahmat?
"Jangan," "Aku berharap dari tulang sulbi mereka akan lahir generasi yang menyembah Allah semata." Di tengah derita yang dialaminya, bukannya laknat dan azab yang keluar dari lisannya, melainkan harapan dan doa yang dilantunkan dengan penuh kasih sayang dan keyakinan.

Hadirin yang berbahagia,

Sebelum kedatangan Islam, masyarakat Arab hidup dalam kegelapan jahiliah, di mana hukum rimba, kesukuan yang fanatik, dan diskriminasi menjadi norma. Rasulullah SAW datang sebagai spirit peradaban baru, meruntuhkan pilar-pilar kezaliman dan menggantinya dengan fondasi keadilan dan kesetaraan. Beliau mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah tidak diukur dari warna kulit, status sosial, atau garis keturunan, melainkan dari ketakwaannya. Pesan universal ini merupakan panduan sepanjang zaman yang dijumpai pada QS. Al-Hujurat [49]: 13:

ŲŠŲŽØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽØ§ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚Ų’Ų†ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ؅ؐ؆ؒ Ø°ŲŽŲƒŲŽØąŲ ŲˆŲŽØŖŲŲ†ØĢŲ‰ ŲˆŲŽØŦŲŽØšŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Ø´ŲØšŲŲˆØ¨Ų‹Ø§ ŲˆŲŽŲ‚ŲŽØ¨ŲŽØ§Ø¨ŲŲ„ŲŽ ؄ؐØĒŲŽØšŲŽØ§ØąŲŽŲŲŲˆØ§ ØĨؐ؆ؒ ØŖŲŽŲƒŲ’ØąŲŽŲ…ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØšŲŲ†Ų’Ø¯ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽØĒŲ’Ų‚ŲŽØ§ŲƒŲŲ…Ų’ ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ…ŲŒ ØŽŲŽØ¨ŲŲŠØąŲŒ

"Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti."

Jemaah yang dimuliakan Allah SWT,

Jauh sebelum diangkat menjadi rasul, masyarakat Makkah telah menyematkan gelar Al-Amin (yang terpercaya) kepada Nabi Muhammad SAW. Gelar ini adalah bukti pengakuan atas kejujuran, integritas, dan amanahnya yang luar biasa. Bahkan para pembencinya sekalipun, yang menolak ajarannya, tidak pernah meragukan integritas pribadinya. Karakter Nabi Muhammad SAW yang menjadi manifestasi idealitas dan kemuliaan akhlak Al-Qur'an diterangkan pada QS. Al-Qalam [68]: 4:

ŲˆŲŽØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŽŲŲ„ŲŲ‚Ų ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ…Ų

"Sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung."

Kepercayaan ini menjadi modal sosial yang tak ternilai dalam membangun masyarakat Madinah. Setiap perkataannya adalah kebenaran, setiap janjinya adalah kepastian, dan setiap tindakannya adalah cerminan dari hatinya yang bersih. Inilah makna horizontal dari ajaran Islam, di mana hubungan antar manusia (hablun minannas) harus dibangun di atas etis yang tercermin dalam integritas dalam jalinan interpersonal antar manusia.

Hadirin sidang Jumat yang diberkahi Allah SWT,

Rasulullah SAW adalah seorang pemersatu bangsa yang ulung. Beliau memahami betul bahwa perpecahan adalah sumber kelemahan. Dengan semangat silaturahmi, beliau berhasil mendamaikan suku Aus dan Khazraj di Madinah yang telah berperang selama ratusan tahun. Beliau mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan kaum Ansar dalam sebuah ikatan persaudaraan iman yang lebih kuat dari ikatan darah. Rasulullah SAW merupakan wajah ideal dari seorang pemersatu dan diplomat yang mementingkan kepentingan umum, alih-alih pribadi. Melalui tuntunan Al-Qur'an, Nabi Muhammad SAW selalu berupaya membangun persaudaraan di tengah perbedaan dan merajut kesatuan di hati umat Islam. Hal ini sebagaimana tercermin dalam QS. Al-Hujurat [49]: 9-10:

ŲˆŲŽØĨؐ؆ؒ ØˇŲŽØ§ØĻŲŲŲŽØĒŲŽŲ†Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ†ŲŽ Ø§Ų‚Ų’ØĒŲŽŲ„ŲŲˆØ§ ŲŲŽØŖŲŽØĩŲ’Ų„ŲØ­ŲŲˆØ§ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽŲ‡ŲŲ…ŲŽØ§ ŲŲŽØĨؐ؆ Ø¨ŲŽØēŲŽØĒŲ’ ØĨŲØ­Ų’Ø¯ŲŽØ§Ų‡ŲŲ…ŲŽØ§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų’ØŖŲØŽŲ’ØąŲŽŲ‰ ŲŲŽŲ‚ŲŽØ§ØĒŲŲ„ŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØĒؐ؊ ØĒŲŽØ¨Ų’Øēؐ؊ Ø­ŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‰ ØĒŲŽŲŲŲŠØĄŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ ØŖŲŽŲ…Ų’ØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲŲŽØĨؐ؆ؒ ŲŲŽØ§ØĄŲŽØĒŲ’ ŲŲŽØŖŲŽØĩŲ’Ų„ŲØ­ŲŲˆØ§ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽŲ‡ŲŲ…ŲŽØ§ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’ØšŲŽØ¯Ų’Ų„Ų ŲˆŲŽØŖŲŽŲ‚Ų’ØŗŲØˇŲŲˆØ§ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ŲŠŲØ­ŲØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŲ‚Ų’ØŗŲØˇŲŲŠŲ†ŲŽ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲˆŲ†ŲŽ ØĨŲØŽŲ’ŲˆŲŽØŠŲŒ ŲŲŽØŖŲŽØĩŲ’Ų„ŲØ­ŲŲˆØ§ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØŖŲŽØŽŲŽŲˆŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§ØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲØąŲ’Ø­ŲŽŲ…ŲŲˆŲ†ŲŽ

"Jika ada dua golongan orang-orang mukmin bertikai, damaikanlah keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat aniaya terhadap (golongan) yang lain, perangilah (golongan) yang berbuat aniaya itu, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), damaikanlah keduanya dengan adil. Bersikaplah adil! Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersikap adil. Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati."

Maasyiral muslimin yang dimuliakan Allah SWT,

Terakhir, Rasulullah SAW juga teladan tertinggi bagi pemaknaan tauhid dalam kehidupan umat Islam. Tauhid bukan hanya perihal mengimani Allah SWT dan mengesakan-Nya, namun juga dimanifestasikan dalam kehidupan nyata. Sebagaimana dijumpai dalam beberapa hadisnya yang berbicara mengenai tauhid yang tidak hanya berkaitan dengan habl minallāh (vertikal), akan tetapi juga habl minannās (horizontal):

Ų…ŲŽŲ† ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ŲŠŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†Ų Ø¨Ø§Ų„Ų„Ų‡ ŲˆØ§Ų„ŲŠŲˆŲ… Ø§Ų„ØĸØŽØą ŲŲŽŲ„Ų’ŲŠŲŲƒŲ’ØąŲŲ…Ų’ ØļŲŽŲŠŲ’ŲŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲ…ŲŽŲ† ŲƒØ§Ų†ŲŽ ŲŠŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†Ų Ø¨ŲØ§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ ŲˆØ§Ų„ŲŠŲˆŲ… Ø§Ų„ØĸØŽØą ŲŲŽŲ„Ų’ŲŠŲŽØĩؐ؄ؒ ØąŲŽØ­ŲŲ…ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲ…ŲŽŲ† ŲƒØ§Ų†ŲŽ ŲŠŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†Ų Ø¨ŲØ§Ų„Ų„Ų‡ ŲˆØ§Ų„ŲŠŲˆŲ… Ø§Ų„ØĸØŽØą ŲŲŽŲ„Ų’ŲŠŲŽŲ‚ŲŲ„Ų’ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲ‹Ø§ ØŖŲŽŲˆŲ’ Ų„ŲŲŠŲŽØĩŲ’Ų…ŲØĒŲ’ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ† ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ŲŠŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†Ų Ø¨Ø§Ų„Ų„Ų‡ ŲˆØ§Ų„ŲŠŲˆŲ… Ø§Ų„ØĸØŽØą ŲŲ„Ø§ ŲŠŲØ¤Ų’Ø¯ŲŽ ØŦŲŽØ§ØąŲŽŲ‡Ų)

"Barang siapa yang beriman kepada Allah SWT dan Hari Akhir hendaknya ia memuliakan tamunya, menyambung silaturahmi, berkata yang baik atau hendaknya diam jika tidak mampu bertutur yang etis, serta tidak menyakiti tetangganya."

Sosok teladan umat Islam, Rasulullah SAW, manusia paling mulia yang kemuliaannya dianugerahkan langsung oleh Sang Pemilik Kemuliaan melalui wahyu-Nya yang agung, yang tertanam dalam dirinya.Di bulan kelahirannya ini, marilah kita senantiasa membuka lagi lembaran biografinya dan meneladani setiap sisi perjalanan hidupnya.

Ø¨ŲŽØ§ØąŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ų„ŲŲŠ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Øĸ؆ؐ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ…Ų ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲŽØšŲŽŲ†ŲŲŠ ŲˆŲŽØĨŲŲŠŲ‘ŲŽØ§ŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ ŲŲŲŠŲ‡Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØĸŲŠŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø°Ų‘ŲŲƒŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲƒŲŲŠŲ…Ų. ØŖŲŽŲ‚ŲŲˆŲ„Ų Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŲŠŲ’ Ų‡ŲŽØ°ŲŽØ§ ŲˆŲŽØŖŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ Ų„ŲŲŠ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲØŗŲŽØ§ØĻŲØąŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ ؅ؐ؆ؒ ŲƒŲŲ„Ų‘Ų Ø°ŲŽŲ†Ų’Ø¨Ų ŲŲŽØ§ØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŲˆŲ’Ų‡Ų ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’ØēŲŽŲŲŲˆØąŲ Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­ŲŲŠŲ…Ų

Khutbah Kedua

Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ Ų‡ŲŽØ¯ŲŽØ§Ų†ŲŽØ§ Ų„ŲŲ‡ŲŽØ°ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲƒŲŲ†Ų‘ŲŽØ§ ؄ؐØĒŲŽŲ‡Ų’ØĒŲŽØ¯ŲŲŠ Ų„ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŽØ§ ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų‡ŲŽØ¯ŲŽØ§Ų†ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų. ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„Ø§ Ø´ØąŲŠŲƒ Ų„Ų‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ† ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ„ŲŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ų„ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘Ų ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ„ŲŽ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽ ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØŖŲŽØĩŲ’Ø­ŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų ØŖŲŽØŦŲ’Ų…ŲŽØšŲŲŠŲ†ŲŽ. ØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯Ų. ŲŲŽŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽØ§ØļŲØąŲŲˆŲ†ŲŽ ØŖŲŲˆØĩŲŲŠŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲŠ Ø¨ŲØĒŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØšŲŽØ˛Ų‘ŲŽ ŲˆŲŽØŦŲŽŲ„ŲŒ ŲŲŽØ§Ų„ØĒŲ‘ŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ Ų‡ŲŲŠŲŽ ŲˆŲŽØĩŲŲŠŲ‘ŲŽØŠŲ ØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ Ų„ŲŲ„Ų’ØŖŲŽŲˆŲ‘ŲŽŲ„ŲŲŠŲ†ŲŽ
ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØĸØŽŲØąŲŲŠŲ†ŲŽ ؅ؐ؆ؒ ØŽŲŽŲ„Ų’Ų‚ŲŲ‡ŲØŒ ŲŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ؁ؐ؊ ؃ؐØĒŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡ Ø§Ų„ØšØ˛ŲŠØ˛: ŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĸŲ…ŲŽŲ†ŲŲˆØ§ اØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ Ø­ŲŽŲ‚Ų‘ŲŽ ØĒŲŲ‚ŲŽØ§ØĒؐ؇ؐ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽŲ…ŲŲˆØĒŲŲ†Ų‘ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲˆŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ…ŲŽØąŲŽ Ø§Ų„Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ†ŲŽ Ø¨ŲØ§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Øĸ؆ؐ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ„ŲŽØ§ØĻŲŲƒŲŽØĒŲŽŲ‡Ų ŲŠŲØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆŲ†ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘Ų ŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĸŲ…ŲŽŲ†ŲŲˆØ§ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆØ§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŲ…ŲŲˆØ§ ØĒŲŽØŗŲ’Ų„ŲŲŠŲ…Ų‹Ø§. Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ اØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŲ„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŽØ§ØĒؐ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽØ­Ų’ŲŠŲŽØ§ØĄŲ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŖŲŽŲ…Ų’ŲˆŲŽØ§ØĒؐ.
ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲ†ŲŽØ§ ØĸØĒŲŲ†ŲŽØ§ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲ†Ų’ŲŠŲŽØ§ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲŲŲŠ Ø§Ų„ØĸØŽŲØąŲŽØŠŲ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲ‚ŲŲ†ŲŽØ§ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØąŲ. ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų! ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ŲŠŲŽØŖŲ’Ų…ŲØąŲ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’ØšŲŽØ¯Ų’Ų„Ų ŲˆŲŽØ§Ų„ØĨŲØ­Ų’ØŗŲŽØ§Ų†Ų ŲˆŲŽØĨؐ؊ØĒŲŽØ§ØĄŲ Ø°ŲŲŠ Ø§Ų„Ų‚ŲØąŲ’Ø¨ŲŽŲ‰ ŲˆŲŽŲŠŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲŽŲ‰ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų„Ų’ŲŲŽØ­Ų’Ø´ŲŽØ§ØĄŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽØąŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØēŲ’ŲŠŲ ŲŠŲŽØšŲØ¸ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽØ°ŲŽŲƒŲ‘ŲŽØąŲŲˆŲ†ŲŽ. ŲŲŽØ§Ø°Ų’ŲƒŲØąŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ Ø§Ų„ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ…ŲŽ ŲŠŲŽØ°Ų’ŲƒŲØąŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§Ø´Ų’ŲƒŲØąŲŲˆŲ‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų†ŲØšŲŽŲ…ŲŲ‡Ų ŲŠŲŽØ˛ŲØ¯Ų’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ°ŲŲƒŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ




(kri/erd)
Maulid Nabi

Maulid Nabi

109 konten
Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi satu hari besar Islam yang jatuh pada September 2024. Peristiwa penting dalam sejarah Islam ini dilakukan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads