Pakar IPB: Bisnis Makanan Probiotik Bisa Jadi Peluang di Masa Pandemi

Lusiana Mustinda - detikEdu
Minggu, 04 Jul 2021 08:26 WIB
Logo Kampus IPB
Foto: Dok. IPB/Pakar IPB: Bisnis Makanan Probiotik Bisa Jadi Peluang di Masa Pandemi
Jakarta - Prof Ahmad Sulaeman, Guru Besar IPB University mengatakan berkembangnya COVID-19 serta meningkatnya penyakit komorbid bisa mengubah cara pandang masyarakat terhadap makanan.

Masyarakat yang mengonsumsi makanan sehat fungsional untuk memberikan nutrisi cukup dan menjaga kebugaran tubuh.

"Kini makanan tidak hanya diperlukan untuk memuaskan rasa lapar dan memenuhi kebutuhan gizi tetapi juga untuk mencegah penyakit. Makanan ini berfungsi untuk memperbaiki kebugaran fisik dan kebahagiaan mental dari konsumen," ujar Ahmad dalam webinar Potensi Bisnis Probiotik di Masa Pandemi (01/07/2021).

Menurut Pakar Keamanan Pangan dan Gizi IPB University ada tiga pendekatan terkait kebahagiaan saluran pencernaan manusia yaitu probiotik, prebiotik dan sinbiotik. Banyak penelitian telah membuktikan bahwa konsumsi makanan yang mengandung probiotik dapat meningkatkan kesehatan. Probiotik ini tidak terbatas pada pangan fermentasi seperti yogurt tetapi juga pangan lokal seperti tempe.

"Mikrobiota dikatakan bersifat probiotik bila dapat bertahan dalam tubuh. Mikrobiota usus membantu proses fermentasi makanan dalam tubuh, bahkan membantu proses síntesis vitamin B dan K, metabolisme empedu, sterol, dan xenobiotik. Sehingga setiap makanan yang dikonsumsi akan sangat mempengaruhi keseimbangan antara bakteri baik dan buruk yang ada dalam sistema pencernaan," ujar Dosen IPB University di Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia ini.

Semakin banyak konsumsi antibiotik atau sering terpapar polusi, maka harus diimbangi dengan konsumsi makanan yang mengandung probiotik. Ini untuk menjaga keseimbangan mikroflora dalam tubuh.

Makanan mengandung probiotik penting untuk kebugaran tubuh manusia demi mencegah obesitas, diabetes, kanker hingga autism. Probiotik sendiri adalah mikroba hidup berupa bakteri atau kamr yang tersedia sebagai suplemen maupun dalam makanan.

"Manfaat dari probiotik dalam melakukan aktivitas antimikrobial, efek imun hingga sekresi IgA. Tentunya hal ini sangat berperan dalam meningkatkan sistem imun sehingga dapat menangkal penularan virus COVID-19," ungkapnya.

Sehingga potensi bisnis terkait pangan yang mengandung probiotik di masa pandemi tentu menjanjikan dan menjadi bahan promosi produk probiotik. Masyarakat dapat mengolah pangan lokal yang mengandung probiotik seperti tempe, minuman fermentasi air kelapa, oncom dan sebagainya dengan kemasan menarik. Tentunya aspek keamanan dalam produksi probiotik perlu diperhatikan agar manfaat gizinya dapat dirasakan oleh konsumen.

"Banyak produk probiotik Indonesia yang layak dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan probiotik masyarakat," pungkas Ahli Gizi IPB University ini.

Simak Video "Menyantap Tteokbokki hingga Cheese Ramyun Sambil Lesehan"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia