Ini Jenis Tanaman Obat untuk Tingkatkan Imun & Cegah Peradangan dari Pakar IPB

Lusiana Mustinda - detikEdu
Rabu, 30 Jun 2021 13:30 WIB
gotu kola, asiatic pennywort, centella asiatica, ayurveda herbal drink
Foto: detikFood
Jakarta - Indonesia memiliki banyak bahan-bahan obat dari sumber daya alam. Sehingga di Indonesia banyak tanaman yang dikenal tinggi manfaat dan sering dijadikan sebagai obat tradisional.

Ada beberapa tanaman obat yang bisa dijadikan sebagai peningkat sistem imun tubuh. Bahkan ada juga yang dijadikan sebagai pengganti anti peradangan.

Pusat Studi Biofarmaka Tropika, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University mengadakan Webinar bertajuk Budidaya Tanaman Obat Berpotensi sebagai Anti Inflamasi dan Peningkatan Respons Imunitas Tubuh," yang digelar Selasa (29/6/2021).

Dalam kegiatan tersebut turut hadir pakar-pakar IPB University yang terkait dengan tanaman herbal. Menurut Kepala Studi Biofarmaka Tropika IPB University, Prof. Irmanida Batubara informasi ini terkait budidaya tanaman obat yang memiliki potensi sebagai antiinflamasi (peradangan) atau yang bisa meningkatkan respons imunitas tubuh yang sangat diperlukan di berbagai daerah.

"Kami berharap setiap dinas setempat dapat ikut serta dan mendapatkan ilmu terkait obat-obatan herbal yang potensial di daerahnya," jelas Irmanida dalam laman IPB seperti dikutip Rabu (30/06/2021).

Sementara itu, drh Min Rahmawati, dosen Departemen Anatomi Fisiologi dan Farmakologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB University menyebutkan bahwa ada dua hal yang dapat diupayakan agar tubuh tetap sehat. Pertama keterlibatan sistem imunitas bawaan dan yang kedua adalah sistem imunitas adaptif.

Sistem imunitas bawaan adalah sistem imun yang responsnya segera atau cepat terhadap rangkaian senyawa. Sementara sistem imunitas adaptif adalah sistem imun yang responsnya lambat terhadap antigen spesifik.

Untuk mengatasi inflamasi ada beberapa tanaman herbal yang dapat digunakan. Tanaman tersebut adalah pegagan, kencur, saga, meniran dan binahong.

Tanaman herbal ini banyak dijual dalam bentuk ekstrak. Dr Waras Nurcholis, Dosen Depatemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menyampaikan bahwa ekstraksi itu pada intinya adalah mendapatkan senyawa bioaktif atau metabolit atau menyatukan metabolit dan bioaktif dengan berbagai teknik seperti perendaman. Ekstrak tersebut harus memenuhi tiga persyaratan yaitu keamanan, khasiat, dan kualitas.

"Khasiat ekstrak dalam kesehatan (untuk meningkatkan imunitas) dipengaruhi oleh budidaya yang terstandar dan sumber genetik yang berkualitas," jelas Nurcholis.

Terkait peningkatan sistem imun, Dr Maya Melati, Dosen Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB University dalam pemaparannya menjelaskan mengenai imunomodulator. Ini adalah senyawa peningkatan sistem imun atau memodulasi sistem imun ke arah normal. Imunomodulator berfungsi menguatkan sistem imun atau menekan reaksi sistem imun yang berlebihan.

"Adapun kelompok tanaman obat yang berkhasiat sebagai imunomodulator yakni tanaman yang memiliki bentuk rimpang, bentuk daun, bentuk batang, bentuk kulit kayu, bentuk buah, dan bentuk biji. Contohnya seperti jahe, kunyit, kencur, binahong, daun pegagan, buah jambu biji, dan jeruk nipis," Pungkas Maya.



Simak Video "Sebaran Kasus Covid-19 di Indonesia 27 September 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia