×
Ad

12 Buku Pilihan Pustakawan Harvard, Ada Hamnet hingga How to Winter!

Kalila Untsa - detikEdu
Jumat, 09 Okt 2026 06:00 WIB
Baker Library salah satu perpustakaan milik Harvard University Foto: Getty Images/iStockphoto/APCortizasJr
Jakarta -

Membaca buku dapat menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang sekaligus menambah wawasan. Beragam genre yang tersedia memungkinkan pembaca memilih bacaan sesuai minat, mulai dari karya fiksi hingga nonfiksi.

Melalui Harvard Gazette, Harvard Library membagikan sejumlah rekomendasi buku pilihan para pustakawan dan stafnya. Daftar tersebut mencakup tiga kategori, yakni fiksi, fiksi ilmiah dan fantasi, serta nonfiksi.

Salah satu judul yang masuk kategori fiksi adalah Hamnet karya Maggie O'Farrell, yang telah diadaptasi ke layar lebar. Sementara itu, kategori nonfiksi menghadirkan How to Winter karya Kari Leibowitz, yang membahas cara mengubah cara pandang terhadap musim dingin.

Selain kedua judul tersebut, buku apa saja yang masuk dalam daftar pilihan pustakawan Harvard? Simak selengkapnya di bawah ini.

Sains Fiksi dan Fantasi

1. All Systems Red oleh Martha Wells

All Systems Red karya Martha Wells adalah novel fiksi ilmiah tentang android pembunuh yang mulai mencari jati dirinya. Ceritanya berlatar masa depan ketika perusahaan besar menguasai perjalanan antariksa, dan setiap tim penjelajah dikawal android keamanan milik Perusahaan. Namun karena kontrak diberikan kepada penawar termurah, keselamatan bukan prioritas.

Di sebuah planet jauh, para ilmuwan dikawal SecUnit yang sadar diri dan telah meretas modul pengendalinya sendiri. Ia menjuluki dirinya "Murderbot", meremehkan manusia, dan hanya ingin dibiarkan sendiri. Namun saat misi di dekatnya tiba-tiba kehilangan kontak, ia dan para ilmuwan harus mengungkap apa yang terjadi.

Buku ini pernah dinominasikan sebagai Readers' Favorite Science Fiction pada 2017 di Goodreads Choice Awards.


2. The Final System oleh Anthony Tardiff

The Final System karya Anthony Tardiff berlatar masa depan setelah Cybercrash menghancurkan internet dan nyaris melumpuhkan negara. Dari kehancuran itu lahirlah OverNet, sistem keamanan siber ciptaan jenius teknologi Dr. Andrew Norman, yang kini mengatur hampir seluruh sisi kehidupan manusia. Jason Cromartie, seorang gamer, kehilangan saudara kembarnya akibat keputusan algoritma sistem tersebut. Dendam membuatnya bergabung dengan kelompok peretas berbahaya demi menjatuhkan Norman.

Di sisi lain ada Chloe Dunne-Carr, politikus muda yang justru menikmati manfaat OverNet meski menjadi salah satu penentang Norman yang paling vokal. Ia mengkhawatirkan dunia tempat putrinya tumbuh, yang makin kehilangan sisi kemanusiaannya. Ketika Norman memperkenalkan kecerdasan buatan umum (AGI) bernama Final System, Jason dan Chloe terseret ke dalam permainan besar antara manusia dan teknologi. Novel thriller fiksi ilmiah ini menyoroti garis kabur antara manusia dan mesin.

3. The Tapestry of Fate oleh Shannon Chakraborty

Amina al-Sirafi, bajak laut yang bertugas memburu benda-benda gaib untuk dewan peri abadi sambil tetap pulang membesarkan putrinya, Marjana. Namun ketika Raksh, roh perselisihan yang dengannya Amina terpaksa terikat dalam pernikahan memancing amarah dewan. Amina dipaksa menjalankan misi nyaris mustahil. Ia harus mencuri sebuah gelendong pemintal pengubah takdir dari penyihir misterius di pulau yang tak seorang pun bisa tinggalkan.

Amina kemudian meninggalkan Marjana, yang makin kesal karena terus dijejali kebohongan tentang masa lalu ibunya. Dalam perjalanannya, ia menghadapi badai mematikan, musuh lama, dan kenyataan bahwa kisah para peri mulai terurai, menyingkap permainan berbahaya melawan lawan yang jauh lebih licik dan kuat, yang bahkan tidak semua awak kapalnya ingin ia menangkan.

4. I, Medusa karya Ayana Gray

I, Medusa karya Ayana Gray mengisahkan Meddy, putri dua dewa kelas bawah yang selama ini merasa hanya figuran di samping saudari-saudarinya yang cantik dan abadi. Impiannya untuk meninggalkan pulau keluarganya terwujud ketika Dewi Athena mengundangnya berlatih menjadi pendeta di kuilnya. Di Athena, Meddy berkembang pesat sebagai murid kesayangan dan mulai merasakan arti tujuan dan kekuatan.

Namun masa depannya berubah drastis setelah menarik perhatian Poseidon. Rambut gimbalnya diubah menjadi ular sebagai hukuman atas kejahatan yang tidak ia lakukan. Alih-alih menjadi korban, Medusa memilih menjadi pembela keadilan dan menulis kisahnya sendiri. Novel ini menggambarkan perempuan yang terjebak di antara keinginan hatinya dan permainan kejam para dewa Olympus.




(pal/pal)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork