Minat Baca Rendah, Begini Tips Mudah Memulai Membiasakan Membaca untuk 2026

ADVERTISEMENT

Minat Baca Rendah, Begini Tips Mudah Memulai Membiasakan Membaca untuk 2026

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Minggu, 11 Jan 2026 07:00 WIB
Minat Baca Rendah, Begini Tips Mudah Memulai Membiasakan Membaca untuk 2026
Foto: Sejumlah pengunjung lapak Rindu Dibaca membaca buku gratis di Lapangan Monumen Bajra Sandhi, Denpasar, Bali, Minggu (21/12/2025). (Foto:Β Hani Sofia Muthmainnah/detikBali)
Jakarta -

Tidak ada kata terlambat untuk mulai membiasakan membaca. Karena berbagai studi menunjukkan membaca bisa membuat otak sehat dan kuat. Namun bagaimana cara memulai akrab dengan bacaan?

Di Indonesia, tingkat literasi secara umum termasuk yang rendah di dunia. Menurut data UNESCO tahun 2021, tingkat literasi Indonesia menempati posisi ke-100 dari 208 negara.

Di Amerika Serikat, tren minat baca menurun dari tahun ke tahun. Analisis terbaru data pemerintah AS menemukan, orang yang hobi membaca di AS menurun dari 28 persen pada 2004 menjadi hanya 16 persen pada 2023.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fenomena ini terjadi karena banyak yang lebih memilih aktivitas lain, termasuk berlama-lama di media sosial. Akibatnya, bacaan seperti buku mulai ditinggalkan.

"Sulit bagi orang yang benar-benar lelah dan sibuk untuk mulai membaca jika itu bukan sesuatu yang biasa mereka lakukan," kata Jacqueline Rammer, direktur Perpustakaan Umum Menomonee Falls di Wisconsin, dikutip dari Phys.org.

ADVERTISEMENT

Meski begitu, data Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mengungkapkan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) di Indonesia meningkat dari 66,7 persen pada 2023 menjadi 72,4 persen pada 2024. Peningkatan disebabkan adanya pergeseran cara membaca oleh kalangan Generasi Z (Gen Z) yang tak lagi konvensional, melainkan melalui platform digital.

Untuk itu, pakar menilai, minat baca masih bisa terus ditingkatkan terutama untuk 2026. Berikut tipsnya.

5 Tips untuk Memulai Membiasakan Membaca

Memilih Buku dengan Tema yang Menarik dan Ringan

Langkah pertama menumbuhkan kebiasaan membaca baik adalah memilih buku yang tepat. Jangan langsung membaca buku non-fiksi atau novel-novel tebal.

"Buku pertama Anda sebaiknya adalah sesuatu yang menurut Anda akan menyenangkan," ucap Jocelyn Luizzi, seorang insinyur perangkat lunak dari Chicago yang menulis blog tentang buku.

Setiap orang pasti memiliki selera berbeda, akan lebih baik jika kita meminta rekomendasi dari teman, penjual buku, hingga komunitas buku daring seperti BookTok. Petugas perpustakaan juga bisa menanyakan genre kesukaan pengunjung, kemudian merekomendasikan buku.

Membangun Rutinitas Membaca dengan Sedikit Halaman

Supaya terbiasa, hendaknya memasukkan membaca buku ke dalam to-do list harian kamu. Seorang pakar rentang harian dari Universitas California, Gloria Mark menyarankan untuk memulainya dari hal kecil.

Untuk membiasakannya bisa dengan membaca 5 halaman saat istirahat makan siang atau sebelum tidur. Mark menyarankan untuk menjauhkan distraksi seperti ponsel dan laptop saat sedang membaca buku cetak.

E-book atau Audio Book Bisa Jadi Pilihan

Jika merasa belum nyaman untuk membawa buku cetak kemana-mana, kamu bisa memanfaatkan buku versi digital. E-book dan buku audio cenderung mudah diakses dimanapun menggunakan ponsel atau tablet.

Buku digital bisa jadi teman saat perjalanan ke kantor atau saat melakukan pekerjaan rumah. Nah, detikers bisa mengaksesnya melalui aplikasi yang mudah untuk diinstal seperti Libby dan bisa masuk dengan kartu perpustakaan.

Jadikan Membaca sebagai Aktivitas Sosial

Untuk memulai kembali membaca buku, mungkin kamu bisa memilih tempat yang tenang. Namun jangan ragu untuk menjadikannya sebagai aktivitas sosial. Kota-kota di AS sendiri telah memiliki klub buku senyap, yaitu membaca buku tanpa harus berdiskusi.

Membuat target tahunan atau mungkin bergabung dengan tantangan membaca dari perpustakaan lokal dapat menumbuhkan motivasi. Namun, jika merasa tertekan akan hal itu, sebaiknya tidak memaksakan diri.

Seorang blogger buku asal Atlanta yang juga bekerja di bidang pemasaran, Shannon Whitehead Smith mengaku sangat termotivasi ketika melihat aktivitas daftar bacaan orang lain di media sosial atau aplikasi pelacak buku (StoryGraph).

"Melihat semua orang lain membaca memotivasi saya untuk meletakkan ponsel saya dan mengambil buku yang ada di samping saya," ujarnya.

'Skip' Buku yang Dianggap Membosankan

Jika mulai bosan membaca satu buku, tidak masalah untuk kamu berhenti dan mengganti buku bacaan. Sebab membaca seharusnya menjadi aktivitas yang menyenangkan, bukan justru membebani.

Membaca "seharusnya tidak terasa seperti beban," ungkap Jess Bone dari University College London, yang menganalisis data survei tentang orang dewasa Amerika yang membaca untuk kesenangan.

Bagi pembaca rutin, membaca buku adalah kegiatan melepas stres bagi mereka dan menjaga rasa ingin tahu. Pustakawan Rammer sendiri menyukai novel bergenre misteri dan romance yang 'happy ending'.

"Saya pikir jaminan bahwa semuanya akan berakhir baik-baik saja itu sangat meyakinkan," tutur Rammer.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.




(faz/faz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads