Jakarta - Profesor Stanford University Karl Deisseroth berhasil raih Nobel Kedokteran 2026. Apa aktivitasnya setelah meraih anugerah bergengsi itu?
Foto Edu
Profesor Deisseroth Usai Raih Nobel, Wawancara-Bikin Bekal Sekolah Anak
Profesor Stanford University Karl Deisseroth dianugerahi Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran 2026 atas penemuan yang menjadi dasar pengembangan optogenetika, sebuah metode yang memungkinkan ilmuwan mengaktifkan atau menonaktifkan aktivitas sel saraf tertentu di dalam otak yang masih hidup. Hari pertamanya sebagai penerima Nobel diisi dengan wawancara dengan sejumlah wartawan sejak pagi. Foto: Andrew Brodhead/Stanford University
Deisseroth memenangkan Nobel bersama dua ilmuwan asal Jerman Peter Hegemann dan Georg Nagel. Hegemann dan Nagel menemukan protein bernama channelrhodopsin pada alga bersel satu Chlamydomonas. Deisseroth kemudian mengubah protein tersebut menjadi "sakelar" yang dikendalikan cahaya untuk mengaktifkan dan menonaktifkan sel saraf di otak. Usai wawancara, Deisseroth tetap melakukan tugasnya seperti ayah sehari-hari. Ia membuat enam roti lapis untuk anak-anaknya, Hudson (16), Emma (13), dan Sophie (10). Foto: Margarita Gallardo/Stanford University
Setelah itu, Deisseroth dan istrinya, yang juga profesor di Stanford, Michelle Monje-Deisseroth, menyampaikan kabar tentang Nobel Prize tersebut kepada kedua putri mereka yang tengah bersiap ke sekolah. Foto: Andrew Brodhead/Stanford University
Kabar tersebut juga disampaikannya pada putranya Hudson yang baru keluar dari kamar tidur. “Ayah adalah salah satu orang paling pekerja keras yang saya kenal. Setiap kali terjaga, dia selalu mencurahkan seluruh tenaganya untuk menyelesaikan semua yang harus dia lakukan.Dan waktu terjaganya memang sangat banyak, lebih banyak daripada kebanyakan orang. Dia selalu berusaha mencapai sesuatu,” dikutip dari Stanford Report. Foto: Andrew Brodhead/Stanford University
Anak sulungnya Alexander, mahasiswa baru Stanford yang tinggal di asrama, turut bergabung merayakan keberhasilan ayahnya meraih Nobel Kedokteran 2026. Foto: Andrew Brodhead/Stanford University
Setelah itu, Deisseroth ke kampus untuk menerima ucapan selamat dari anggota laboratoriumnya. Ia mengatakan meraih Nobel bukan berarti berhenti berkarya. “Kami masih memiliki banyak hal untuk ditemukan dan masih banyak orang yang harus kami bantu,” katanya. Foto: Andrew Brodhead/Stanford University
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
