Profesor Deisseroth Usai Raih Nobel, Wawancara-Bikin Bekal Sekolah Anak

ADVERTISEMENT

Foto Edu

Profesor Deisseroth Usai Raih Nobel, Wawancara-Bikin Bekal Sekolah Anak

Pool - detikEdu
Rabu, 07 Okt 2026 07:30 WIB

Jakarta - Profesor Stanford University Karl Deisseroth berhasil raih Nobel Kedokteran 2026. Apa aktivitasnya setelah meraih anugerah bergengsi itu?

Stanford's Karl Deisseroth wins the 2026 Nobel Prize in Physiology or Medicine for optogenetics.

Profesor Stanford University Karl Deisseroth dianugerahi Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran 2026 atas penemuan yang menjadi dasar pengembangan optogenetika, sebuah metode yang memungkinkan ilmuwan mengaktifkan atau menonaktifkan aktivitas sel saraf tertentu di dalam otak yang masih hidup. Hari pertamanya sebagai penerima Nobel diisi dengan wawancara dengan sejumlah wartawan sejak pagi. Foto: Andrew Brodhead/Stanford University

Profesor dari Stanford University Karl Deisseroth yang berhasil meraih Nobel Kedokteran 2026

Deisseroth memenangkan Nobel bersama dua ilmuwan asal Jerman Peter Hegemann dan Georg Nagel. Hegemann dan Nagel menemukan protein bernama channelrhodopsin pada alga bersel satu Chlamydomonas. Deisseroth kemudian mengubah protein tersebut menjadi "sakelar" yang dikendalikan cahaya untuk mengaktifkan dan menonaktifkan sel saraf di otak. Usai wawancara, Deisseroth tetap melakukan tugasnya seperti ayah sehari-hari. Ia membuat enam roti lapis untuk anak-anaknya, Hudson (16), Emma (13), dan Sophie (10). Foto: Margarita Gallardo/Stanford University

Profesor Stanford Karl Deisseroth meraih Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran 2026

Setelah itu, Deisseroth dan istrinya, yang juga profesor di Stanford, Michelle Monje-Deisseroth, menyampaikan kabar tentang Nobel Prize tersebut kepada kedua putri mereka yang tengah bersiap ke sekolah. Foto: Andrew Brodhead/Stanford University

Stanford's Karl Deisseroth wins the 2026 Nobel Prize in Physiology or Medicine for optogenetics.

Kabar tersebut juga disampaikannya pada putranya Hudson yang baru keluar dari kamar tidur. “Ayah adalah salah satu orang paling pekerja keras yang saya kenal. Setiap kali terjaga, dia selalu mencurahkan seluruh tenaganya untuk menyelesaikan semua yang harus dia lakukan.Dan waktu terjaganya memang sangat banyak, lebih banyak daripada kebanyakan orang. Dia selalu berusaha mencapai sesuatu,” dikutip dari Stanford Report. Foto: Andrew Brodhead/Stanford University

Stanford's Karl Deisseroth wins the 2026 Nobel Prize in Physiology or Medicine for optogenetics.

Anak sulungnya Alexander, mahasiswa baru Stanford yang tinggal di asrama, turut bergabung merayakan keberhasilan ayahnya meraih Nobel Kedokteran 2026. Foto: Andrew Brodhead/Stanford University

Stanford's Karl Deisseroth wins the 2026 Nobel Prize in Physiology or Medicine for optogenetics.

Setelah itu, Deisseroth ke kampus untuk menerima ucapan selamat dari anggota laboratoriumnya. Ia mengatakan meraih Nobel bukan berarti berhenti berkarya. “Kami masih memiliki banyak hal untuk ditemukan dan masih banyak orang yang harus kami bantu,” katanya. Foto: Andrew Brodhead/Stanford University

Profesor Deisseroth Usai Raih Nobel, Wawancara-Bikin Bekal Sekolah Anak
Profesor Deisseroth Usai Raih Nobel, Wawancara-Bikin Bekal Sekolah Anak
Profesor Deisseroth Usai Raih Nobel, Wawancara-Bikin Bekal Sekolah Anak
Profesor Deisseroth Usai Raih Nobel, Wawancara-Bikin Bekal Sekolah Anak
Profesor Deisseroth Usai Raih Nobel, Wawancara-Bikin Bekal Sekolah Anak
Profesor Deisseroth Usai Raih Nobel, Wawancara-Bikin Bekal Sekolah Anak

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads