5 Hal Ini Termasuk Plagiarisme, Mahasiswa Perlu Hindari

5 Hal Ini Termasuk Plagiarisme, Mahasiswa Perlu Hindari

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 19 Okt 2022 16:00 WIB
Plagiarism typed on an old typewriter. vintage thing. Copyright. Close-up
Bentuk-bentuk plagiarisme, wajib hindari. Foto: Getty Images/iStockphoto/Gerasimov174
Jakarta -

Plagiarisme adalah penjiplakan yang melanggar hak cipta. Bentuk-bentuk plagiarisme salah satunya dilarang di dunia pendidikan, baik di sekolah maupun di perguruan tinggi. Namun, apa saja bentuk plagiarisme?

Bentuk-bentuk plagiarisme salah satunya tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi.

Dalam aturan plagiarisme di kampus ini, dijelaskan bahwa plagiat adalah perbuatan secara sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyertakan sumber secara tepat dan memadai.

Bentuk-bentuk Plagiarisme

Berdasarkan pasal 2 Permendiknas Nomor 17 Tahun 2010, plagiat atara lain meliputi:

  1. Mengacu dan atau mengutip istilah, kata-kata, kalimat, data, atau informasi dari suatu sumber tanpa menyebutkan sumber dalam catatan kutipan atau tanpa menyatakan sumber secara memadai.
  2. Mengacu dan atau mengutip secara acak istilah, kata-kata, kalimat, data, atau informasi dari suatu sumber tanpa menyebutkan sumber dalam catatan kutipan dan atau tanpa menyatakan sumber secara memadai.
  3. Menggunakan sumber gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa menyatakan sumber secara memadai.
  4. Merumuskan dengan kata-kata atau kalimat sendiri dari sumber kata-kata, kalimat, gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa menyatakan sumber secara memadai.
  5. Menyerahkan atau mengakui suatu karya ilmiah yang dihasilkan atau telah dipublikasikan oleh pihak lain sebagai karya ilmiahnya tanpa menyatakan sumber secara memadai.

Tipe Plagiarisme

Dikutip dari akun Instagram resmi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek, Rabu (19/10/2022), berikut sejumlah tipe plagiarisme:

  1. Plagiarisme kata demi kata, yaitu menuliskan setiap kata dari penulis lain tanpa memberitahukan sumbernya.
  2. Plagiarisme atas sumber, yaitu menulis berdasarkan ide atau pendapat pihak lain tanpa memberitahukan sumbernya.
  3. Plagiarisme pengarang, yaitu mengakui sebagai pengarang karya tulis milik orang lain.
  4. Plagiarisme diri sendiri, yaitu mendaur ulang karya tulis miliknya sendiri tanpa melakukan perubahan yang signifikan.

Tidak hanya mahasiswa yang berisiko jadi plagiator atau pelaku plagiarisme di lingkungan kampus. Dosen, peneliti, tenaga kependidikan, pun berisiko melakukan plagiat.

Untuk itu, para civitas akademika juga perlu tahu pemakaian karya apa saja yang bisa jadi bentuk plagiat bila tidak menggunakan tata cara pengacuan dan pengutipan yang tepat sesuai gaya di bidang ilmu, teknologi, atau seninya.

Memakai Karya Apa Saja yang Termasuk Plagiarisme?

Tidak hanya karya ilmiah atau skripsi yang berisiko jadi objek plagiat. Berdasarkan Permendiknas Nomor 17 Tahun 2010, bentuk karya yang dapat menjadi korban plagiarisme antara lain berupa komposisi musik, perangkat lunak komputer, fotografi, lukisan, sketsa, patung, atau hasil karya dan atau karya ilmiah sejenis yang tidak termasuk bentuk-bentuk tersebut.

Sumber bentuk plagiat di atas dapat terdiri dari orang perseorangan atau kelompok orang, baik yang berkarya untuk diri sendiri, kelompok, dan atas nama suatu badan, atau anonim. Karya yang dihasilkan dapat mencakup karya maupun karya ilmiah yang dibuat, diterbitkan, dipresentasikan, atau dimuat dalam bentuk tertulis baik cetak maupun elektronik.

Bentuk penerbitan yang dimaksud yakni mencakup buku yang dicetak dan diedarkan oleh penerbit atau perguruan tinggi; artikel yang dimuat dalam berkala ilmiah, majalah, atau surat kabar; kertas kerja atau makalah profesional dari organisasi tertentu; isi laman elektronik; atau hasil karya dan atau karya ilmiah lainnya.

Sementara itu, bentuk karya yang dipresentasikan dalam hal ini termasuk presentasi di depan khalayak umum atau terbatas; presentasi melalui radio, TV, video, CD, VCD, atau bentuk-bentuk lainnya.

Untuk menghindari plagiarisme, pernyataan sumber dikatakan memadai apabila dilakukan sesuai dengan tata cara pengacuan dan pengutipan dalam gaya di setiap bidang ilmu, teknologi, dan seni.



Simak Video "Kisah Para Petani China Lulusan Perguruan Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia