Dosen FK UM Surabaya: Anak Usia 9-15 Rentan Kena Cacar Monyet

Nikita Rosa - detikEdu
Kamis, 11 Agu 2022 15:30 WIB
Perhatikan gejala lainnya saat anak muntah, termasuk sakit perut atau mual berlebihan.
Ilustrasi anak sakit. (Foto: Kinan)
Jakarta -

Wabah cacar monyet dikabarkan sudah masuk Indonesia. Salah satu suspek cacar monyet dikabarkan oleh detikHealth adalah lansia berusia 61 tahun dari Cilegon, Jawa Barat. Apakah penyakit ini juga bisa menyerang anak?

Sebelumnya, virus ini sudah ada sejak tahun 1956 di Jerman. Dua kera yang dijadikan subjek penelitian mengalami cacar yang kemudian menjadi asal nama 'monkeypox' atau cacar monyet.

WHO mencatat, cacar monyet telah tersebar hampir di 76 negara yang terkena dampak wabah. Negara terdampak sebagian besar berada di Afrika Barat dan untuk Kawasan ASEAN sudah masuk ke negara Singapura, Thailand, dan Philipina.

Gina Noor Djalilah Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) menjelaskan cacar monyet merupakan kategori penyakit yang menular dari hewan ke manusia dan sebaliknya. Saat ini mulai ditemukan kecenderungan penularan antar manusia.

Virus cacar monyet dapat ditularkan ke manusia ketika ada kontak langsung dengan hewan terinfeksi melalui gigitan atau cakaran, pasien terkonfirmasi monkeypox, atau bahan yang terkontaminasi virus.

"Masuknya virus adalah melalui kulit yang rusak, saluran pernapasan, atau selaput lendir (mata, hidung, atau mulut). Sementara penularan antar manusia yakni melalui kontak dengan sekresi pernapasan, lesi kulit dari orang atau benda terinfeksi/terkontaminasi," jelas Gina dikutip dari laman resmi UM Surabaya, Kamis (11/8/2022).

Cacar Monyet Lebih Rentan Terhadap Anak

Menurut dosen sekaligus spesialis anak tersebut, cacar monyet lebih rentan terjadi pada anak-anak terutama bayi. Sehingga, orang tua perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan dan lingkungan anak.

"Kasus fatal cacar monyet yang terjadi pada anak, menurut catatan WHO sebagian besar terjadi pada kelompok anak yang berumur 9-15 tahun, bahkan, pernah berdampak pada kematian anak-anak di Afrika," pungkasnya.

Gejala Cacar Monyet

Gina menjelaskan, gejala yang dialami adalah demam yang disertai ruam kemerahan dengan bintil-bintil merah di kulit. Bintil merah itu akan membesar berisi cairan. Lama-kelamaan, dan cairan itu dapat berubah menjadi nanah.

Cairan pada bintil merah tersebut juga sangat berpotensi menjadi media penularan pada orang lain.

Pencegahan Wabah Cacar Monyet Pada Anak

Dokter Gina menjelaskan, pencegahan cacar monyet pada anak dapat dilakukan dengan cara menciptakan lingkungan yang bersih. Adapun tips mencegah cacar monyet pada anak dari dosen FK UM Surabaya tersebut adalah:

1. Memakai masker
2. Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum dan sesudah memegang barang terinfeksi atau terkontaminasi
3. Mencuci tangan pada air mengalir dan sabun sebelum dan sesudah memegang bayi atau anak untuk disuapi, dimandikan, dan kegiatan-kegiatan harian yang erat dengan kontak
4. Menerapkan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) untuk mencegah segala penyakit menular

"Terakhir segera ke dokter jika menemukan gejala minimal cacar monyet, jangan tunggu hingga menyebar di seluruh tubuh. Lengkapi imunisasi pada anak untuk pencegahan berbagai penyakit menular," tutupnya.



Simak Video "Spanyol Laporkan Penurunan Kasus Cacar Monyet"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia