Pakar UB Paparkan Cara Pencegahan & Atasi Cacar Monyet: Waspada dan Jangan Panik

Devi Setya - detikEdu
Kamis, 04 Agu 2022 13:15 WIB
Monkeypox new disease dangerous over the world. Patient with Monkey Pox. Painful rash, red spots blisters on the hand. Close up rash, human hands with Health problem. Banner, copy space. Painful rash, red spots blisters on the hand. Close up Allergy rash, human hands with dermatitis and Health problem. Ill eczema skin of patient. Viral Diseases. Red rashes on the palm. Enterovirus. coxsackie
Ilustrasi pasien yang terkena cacar monyet Foto: Getty Images/iStockphoto/Marina Demidiuk
Jakarta -

Monkeypox atau cacar monyet adalah sebutan untuk penyakit yang berasal dari infeksi virus langka dari hewan. Gejala umum dari cacar monyet hampir mirip dengan penyakit cacar air pada umumnya.

Penyakit cacar monyet dianggap sebagai wabah global, bahkan Organisasi kesehatan dunia, World Health Organization (WHO) menyatakan global health emergency terhadap wabah cacar monyet. Status ini ditetapkan pada tanggal 23 Juli 2022.

Sebenarnya cacar monyet termasuk dalam kategori penyakit dengan gejala ringan namun tetap harus dilakukan upaya untuk mencegah dan mengobatinya.

Dilansir dari laman resmi Universitas Brawijaya (UB), Dr. dr. Dhelya Widasmara, Sp.KK. (K) mengatakan bahwa gejala cacar monyet mirip dengan gejala cacar air pada umumnya. Bahkan cacar monyet terbilang lebih ringan.

"Yang membedakan adalah, pada cacar monyet didapatkan pembesaran kelenjar getah bening (limfadenopati)", ujarnya.

Gejala Awal Infeksi Cacar Monyet

Dokter kulit yang akrab disapa dr Lala ini menjelaskan bahwa gejala pada cacar monyet muncul bergantung pada fase yang berbeda.

Dijelaskan ada tiga fase yang akan dialami pada pasien yang terinfeksi cacar monyet. Fase pertama dikenal dengan sebutan fase prodromal atau fase menunjukkan gejala.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan Kemenkes RI, gejala awal pada fase prodromal antara lain: penderita akan mengalami demam yang disertai dengan sakit kepala yang terkadang terasa hebat, nyeri otot, sakit punggung, pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati) yang dirasakan di leher, ketiak, atau di area selangkangan, badan panas dingin bahkan kelelahan dan lemas.

Setelah melewati fase pertama, penderita akan mengalami fase erupsi. Fase ini terjadi 1-3 hari setelah fase prodromal. Meskipun pada beberapa pasien terjadi waktu yang lebih lama dari 3 hari. Pada fase erupsi timbul ruam atau lesi pada kulit bagian wajah dan tubuh lainnya.

Tak hanya sampai di situ, fase selanjutnya ditandai dengan adanya bintik merah seperti cacar dan kulit melepuh yang berisi cairan bening atau nanah. Area kulit yang melepuh ini kemudian menjadi keras dan rontok dengan sendirinya.

Secara keseluruhan, gejala cacar monyet akan berlangsung selama 2−4 minggu sampai periode ruam kulit tersebut menghilang. Lamanya gejala ini dipengaruhi oleh berbagai hal, termasuk kondisi kesehatan dan sistem imun penderita.

Cara Pencegahan Cacar Monyet

Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi virus cacar monyet. Tindakan pencegahan ini bisa dimulai dengan diri sendiri dan diterapkan di rumah bersama keluarga.

Berikut langkah pencegahan virus cacar monyet:

1. Hindari kontak dengan hewan yang dapat menjadi sarang virus (termasuk hewan yang sakit atau yang ditemukan mati di daerah di mana cacar monyet terjadi).

2. Hindari kontak dengan bahan apa pun, seperti tempat tidur, yang pernah bersentuhan dengan hewan atau pasien yang sakit dan terkonfirmasi positif cacar monyet.

3. Batasi konsumsi daging yang tidak dimasak dengan baik, maupun daging yang diburu dari hewan liar.

4. Pisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang mungkin berisiko terinfeksi.

5. Lakukan kebersihan tangan yang baik setelah kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi. Misalnya, mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol.

6. Untuk tenaga kesehatan, jangan lupa untuk selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien.

Cara Penanganan Awal Infeksi Cacar Monyet

Jika virus cacar monyet terlanjur menginfeksi, perlu dilakukan langkah penanganan awal. Hal ini berlaku untuk orang dewasa maupun anak-anak.

"Menurut saya sebenarnya, monkeypox adalah jenis penyakit yang bisa sembuh sendiri. Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang spesifik untuk infeksi virus Monkeypox, sehingga pengobatan simptomatik dan suportif dapat diberikan untuk meringankan keluhan yang muncul," ujar dr Lala.

Berikut cara penanganan awal untuk pasien yang terinfeksi cacar monyet:

1. Pisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang mungkin berisiko terinfeksi.

2. Istirahat total.

3. Makan makanan yang bergizi, memaksimalkan asupan cairan dengan konsumsi banyak air putih.

4. Bila demam dapat diberikan obat penurun panas.

5. Bila muncul ruam seperti lentingan berisi air, jangan digaruk atau dipecah. Untuk mengurangi rasa gatal, dapat dikompres dengan kassa dan cairan infus serta mengkonsumsi obat antihistamin.

Proses Penularan Cacar Monyet

Virus cacar monyet memang berasal dari hewan namun proses penularannya tidak terbatas dari hewan semata. Cacar monyet bisa ditularkan juga lewat manusia dan benda yang terkontaminasi virus.

"Penularan virus monkeypox terjadi ketika seseorang bersentuhan dengan hewan, manusia, atau bahan yang terjangkit atau terkontaminasi virus. Kemudian virus masuk ke dalam tubuh melalui mikrolesi pada kulit atau luka yang sangat kecil (walaupun tidak terlihat), saluran pernapasan, atau selaput lendir (mata, hidung, atau mulut). Sedangkan Penularan dari hewan ke manusia dapat terjadi melalui gigitan atau cakaran, kontak langsung dengan cairan tubuh atau material dari lesi (seperti darah), atau kontak tidak langsung, seperti melalui alas yang terkontaminasi", terang dosen yang juga alumni dari FKUB ini.

Untuk itu perlu diperhatikan aspek kebersihan agar tidak mudah tertular virus ini. Usahakan untuk menjaga jarak dan meminimalisir kontak fisik.

Langkah pencegahan virus cacar monyet tidak jauh berbeda dengan mencegah virus COVID-19, selalu kenakan masker, sering mencuci tangan dan jaga jarak serta meminimalisir kontak fisik. Jika mengetahui ada penderita cacar monyet, sebaiknya usahakan untuk tidak melakukan aktivitas bersama.

Masyarakat tidak perlu khawatir karena cacar monyet merupakan penyakit bergejala ringan dengan tingkat kematian sangat rendah. Gejala-gejala penyakit pada umumnya dari cacar monyet dapat diobati dan dapat sembuh dengan sendirinya tergantung imunitas penderita.

"Yang pertama dan paling penting adalah jangan panik. Kedua, pastikan anak kita telah mendapatkan vaksinasi, dalam hal ini vaksin program pemberantasan cacar (smallpox) yang dapat memberikan perlindungan terhadap monkeypox. Selalu jaga daya tahan tubuh yang kuat dengan istirahat yang cukup, pola hidup sehat, dan kurangi stress. Yang terakhir dan tidak kalah penting adalah selalu berdoa kepada Allah SWT agar dijauhkan dari segala macam penyakit", tegasnya.

Meskipun cacar monyet bukan termasuk penyakit yang membahayakan, tetapi perlu dilakukan langkah pencegahan yang bisa dimulai dari diri sendiri. Sementara bagi masyarakat yang mengalami gejala atau tanda cacar monyet, segera konsultasikan dengan tenaga medis di fasilitas kesehatan terdekat.



Simak Video "WHO Soroti Hal Ini Terkait Ancaman Cacar Monyet yang Kian Serius"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/nah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia