Wabah Cacar Monyet Rentan pada Usia Anak-anak? Ini Kata Pakar Unair

Fahri Zulfikar - detikEdu
Selasa, 24 Mei 2022 13:00 WIB
An image created during an investigation into an outbreak of monkeypox, which took place in the Democratic Republic of the Congo (DRC), 1996 to 1997, shows the hands of a patient with a rash due to monkeypox, in this undated image obtained by Reuters on May 18, 2022. CDC/Brian W.J. Mahy/Handout via REUTERS THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY.
Foto: via REUTERS/CDC/BRIAN W.J. MAHY/Wabah Cacar Monyet Rentan pada Usia Anak-anak? Ini Kata Pakar Unair
Jakarta -

Penyakit cacar monyet tengah menjadi perhatian dunia internasional setelah adanya laporan kasus di berbagai negara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan, per hari Minggu (22/5/2022), ada 92 kasus cacar monyet yang dikonfirmasi dari 12 negara.

Mengutip laman Kemenkes RI, cacar monyet atau Monkeypox adalah penyakit akibat virus yang ditularkan melalui binatang (zoonosis). Virus monkeypox merupakan anggota genus Orthopoxvirus dalam keluarga Poxviridae.

Penyakit ini pertama kali ditemukan pada tahun 1958 di Denmark ketika ada dua kasus seperti cacar muncul pada koloni kera yang dipelihara untuk penelitian, sehingga cacar ini dinamakan 'monkeypox'.


Cacar monyet termasuk penyakit menular

Guru Besar Virologi dan Imunologi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), Prof. Dr. drh. Suwarno, Msi., menjelaskan bahwa dunia medis mengklasifikasikan cacar monyet ke dalam kategori zoonosis atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia dan sebaliknya. Tetapi, mulai terdapat kecenderungan menular antar manusia.

Termasuk baru ditemukan (new emerging desease), yakni pada tahun 1958 dan terlokalisir di Afrika sampai dengan sebelum 2003.

"Baru pada tahun 2003 meluas ke Amerika (47 kasus), tahun 2018 menuju Inggris (3 kasus) dan Israel (1 kasus), serta tahun 2019 di Singapura ini," ujarnya dikutip dari laman Unair, Senin (23/5/2022).

Virus monkeypox ini dapat ditularkan ke manusia ketika ada kontak langsung dengan hewan terinfeksi (gigitan atau cakaran), pasien terkonfirmasi monkeypox, atau bahan yang terkontaminasi virus (termasuk pengolahan daging binatang liar).

Masuknya virus adalah melalui kulit yang rusak, saluran pernapasan, atau selaput lendir (mata, hidung, atau mulut).

Sementara penularan antar manusia yakni melalui kontak dengan sekresi pernapasan, lesi kulit dari orang terinfeksi atau benda yang terkontaminasi.

Cacar monyet lebih rentan pada anak-anak?

Meski menular, Prof. Suwarno menegaskan masyarakat tidak perlu terlalu khawatir tapi tetap waspada terhadap cacar monyet.

"Biasanya, penderita monkeypox dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 14 sampai 21 hari. Tapi bisa berakibat fatal jika pasien mengalami infeksi sekunder atau komplikasi," tegasnya.

Dia menuturkan bahwa persentase kasus fatal cacar monyet hanya sebesar satu hingga sepuluh persen. Kasus fatal tersebut, sebagian besar terjadi pada kelompok usia dini yang berumur 9-15 tahun. Bahkan, pernah berdampak pada kematian anak-anak di Afrika.

Prof. Suwarno mengatakan untuk mencegah penularan di daerah endemik adalah menghindari kontak dengan hewan rodent, primata serta penderita. Menjaga kesehatan serta lingkungan juga penting dilakukan agar terhindar dari penyakit.

"Pencegahan yang lebih luas juga dilakukan oleh Indonesia One Health University Network (Indohun). Yakni, organisasi di tingkat dunia yang bekerja sama dengan seluruh perguruan tinggi yang memiliki fakultas kedokteran, kedokteran hewan, keperawatan dan kesehatan masyarakat," tuturnya.

"Indohun telah melibatkan sekitar 20 perguruan tinggi dan 34 fakultas se-Indonesia termasuk Unair dalam melakukan sosialisasi dan mengobati zoonosis (penyakit terkait hewan)," pungkasnya.

Simak Video 'Ahli Sebut Cacar Monyet Bukan Penyakit Menular Seksual':

[Gambas:Video 20detik]



(faz/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia