Apa Itu Konservasi: Eksitu dan Insitu, dan Lembaga Konservasi

Trisna Wulandari - detikEdu
Sabtu, 30 Apr 2022 15:00 WIB
Kebun binatang San Jorge di Meksiko tambah koleksi harimau putih Siberia. Di depan kamera, anak harimau putih yang baru lahir itu terlihat sangat menggemaskan.
Apa boleh pelihara hewan langka dan satwa liar seperti harimau putih di rumah? Kenali dulu apa itu konservasi dan caranya di sini. Foto: REUTERS/Jose Luis Gonzalez.
Jakarta -

Kasus harimau sumatera mati terjerat dan respons kreator konten Alshad Ahmad memicu perbincangan tentang konservasi yang benar, terutama bagi satwa liar. Pasalnya, sepupu Raffi Ahmad tersebut memelihara harimau putih yang merupakan satwa liar di rumah. Namun sebelum membahas lebih jauh, apa itu konservasi?

Konservasi berasal dari kata conservation, dengan con memiliki arti together atau bersama dan servare yang berarti keep atau save, yaitu memelihara, menjaga, dan menyelamatkan.

Konservasi adalah memelihara, menjaga, atau menyelamatkan apa yang kita miliki. Secara istilah, konservasi adalah pemanfaatan secara bijaksana (wise use) sumber daya yang kita miliki, yakni sumber daya alam hayati (SDAH), seperti dikutip dari Konservasi Eksitu Satwa Liar oleh Buhanuddin Masy'ud dan Lin Nuriah Ginoga.

Satwa liar termasuk dalam sumber daya alam hayati, di samping tumbuhan dan mikroorganisme.

Berdasarkan Undang-Undang RI No. 5 Tahun 1990, konservasi sumber daya alam hayati (KSDAH) sendiri adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya, dengan tetap memeliharan dan meningkatkan kualitas keanekaragaman hayati dan nilainya.

Konservasi Satwa Liar Insitu dan Eksitu

Konservasi keanekaragaman hayati termasuk satwa liar terbaik yaitu di habitat alaminya atau konservasi insitu. Sebab, satwa liar jadi dapat menyesuaikan diri secara langsung adan berevolusi dengan seluruh proses dinamika lingkungan yang yang terjadi.

Namun, hewan langka atau spesies yang terancam punah dengan populasi kecil, sementara perkembangan populasinya lambat, butuh campur tangan manusia melalui konservasi di luar habitat alaminya atau konservasi eksitu.

Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menekankan, upaya konservasi di habitat (insitu) merupakan jalan terbaik, yaitu melalui perlindungan populasi di habitat alam, dan perbaikan habitat, yang didukung sosialisasi, dan penegakan hukum.

Namun, apabila tindakan konservasi insitu tersebut tidak berhasil, maka dilakukan tindakan konservasi eksitu, yaitu dengan melakukan penangkaran yang hasilnya 10% dikembalikan ke alam (restocking), seperti dikutip dari laman LKHK, diakses Sabtu (30/4/2022).

Konservasi di luar habitat alami disebut sebagai konservasi eksitu. Siapa yang boleh campur tangan melalui konservasi eksitu? Di mana saja konservasi eksitu boleh dilaksanakan?

Lembaga Konservasi

Konservasi eksitu untuk satwa liar, termasuk yang langka, boleh dikelola oleh lembaga konservasi.

Lembaga konservasi adalah lembaga yang bergerak di bidang konservasi tumbuhan dan atau satwa liar di luar habitatnya atau eksitu.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No. 31 tahun 2012 Pasal 1 ayat (3), lembaga konservasi bisa berasal dari lembaga pemerintah maupun non pemerintah.

Tujuan lembaga konservasi yaitu pengembangbiakan terkontrol dan penyelamatan tumbuhan serta satwa dengan mempertahankan kemurnian jenisnya.

Lembaga konservasi juga berfungsi sebagai tempat pendidikan, peragaan, penitipan sementara, sumber indukan, dan cadangan genetik untuk mendukung populasi di habitat aslinya, sarana rekreasi yang sehat, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Lembaga konservasi terbagi dua, yaitu untuk kepentingan umum dan khusus. Lembaga konservasi untuk kepentingan umum terdiri atas:

  • Kebun binatang
  • Taman safari
  • Taman satwa
  • Taman satwa khusus
  • Museum zoologi

Lembaga konservasi untuk kepentingan khusus adalah lembaga yang fokus pada fungsi penyelamatan atau rehabilitasi satwa. Lembaga konservasi untuk kepentingan khusus yaitu:

  • Pusat penyelamatan satwa
  • Pusat latihan satwa khusus
  • Pusat rehabilitasi satwa

Satwa yang dikelola lembaga konservasi dapat diperoleh dari sitaan atau penyerahan dari pemerintah maupun masyarakat, penyerahan dari lembaga konservasi lain, tukar-menukar, pembelian untuk jenis yang tidak dilindungi, dan pengambilan atau penangkapan dari alam.

Konten Peliharaan Satwa Liar Selebritas

Dikutip dari laman KLHK, Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan mengimbau masyarakat untuk tidak memelihara satwa liar, berburu, mengkonsumsi, dan memperdagangkan satwa liar tanpa izin sebagaimana diatur undang-undang.

"KLHK juga mengajak semua lapisan masyarakat terutama para public figure/selebritas, agar dapat memberikan contoh yang baik, dengan mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya terkait pemeliharaan satwa liar," bunyi imbauan tersebut.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati KLHK Indra Exsploitasia menyatakan, sudah semestinya satwa liar dibiarkan hidup di habitatnya, dan menjalankan fungsinya sebagai bagian dari keseimbangan ekosistem di alam.

Yuk detikers, dukung konservasi satwa liar dan hewan langka demi keseimbangan alam kita.



Simak Video "Bupati Langkat Soal Satwa Dilindungi di Rumahnya: Demi Tuhan Itu Titipan!"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia