Apa yang Dimaksud dengan Reklamasi? Ini Pengertian dan Dampaknya

Novia Aisyah - detikEdu
Kamis, 09 Des 2021 19:00 WIB
Pulau reklamasi di Jakarta kembali jadi sorotan masyarakat. Hal itu karena izin mendirikan bangunan (IMB) untuk pulau tersebut tiba-tiba terbit.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Reklamasi adalah bentuk alih fungsi lahan pantai menjadi daratan. Alih fungsi lahan juga biasa disebut sebagai konversi lahan. Demikian dikatakan dalam buku Ilmu Pengetahuan Sosial IPS SMP Kelas VIII oleh Anita dan Ridwan.

Dijelaskan dalam laman Direktorat Jasa Kelautan Dirjen Pengelolaan Ruang Laut, menurut Peraturan presiden RI Nomor 122 Tahun 2012 tentang Reklamasi di Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan orang untuk meningkatkan manfaat sumber daya lahan, ditinjau dari sudut lingkungan dan sosial ekonomi. Hal ini dilakukan dengan cara pengurukan, pengeringan lahan, ataupun drainase.

Pada Perpres RI 122/2012 ini selanjutnya dijelaskan, pengurukan adalah kegiatan menimbun tanah atau batuan di atas permukaan tanah dan batuan. Sedangkan pengeringan lahan adalah mengubah perairan atau daratan menjadi lahan kering melalui pemompaan atau menggunakan drainase.

Dampak Reklamasi

Kembali pada buku Ilmu Pengetahuan Sosial IPS SMP Kelas VIII, konversi lahan kerap ditemukan di negara-negara ASEAN. Selanjutnya, berdasarkan presentasi berjudul Dampak Reklamasi terhadap Ekosistem Laut Tropis yang disusun oleh Neviaty P. Zamani dai Institut Pertanian Bogor (IPB), ada dampak positif dan negatif atas dilakukannya reklamasi.

Dampak Positif Reklamasi

1. Meningkatkan kualitas ekonomi kawasan pesisir

2. Mengurangi jumlah lahan yang dinilai kurang produktif

3. Menambah wilayah

4. Melindungi pantai dari erosi

5. Meningkatkan kondisi habitat perairan

6. Memperbaiki rejim hidraulik kawasan pantai

7. Penyerapan tenaga kerja dalam kegiatan reklamasi akan memberi keuntungan pada pengembangan wilayah

8. Adanya pilihan penyediaan lahan untuk pemekaran wilayah

9. Menata daerah pantai

10. Membuat alternatif kegiatan dan pengembangan wisata bahari.

Dampak Negatif Reklamasi

1. Dampak fisik:

  • Perubahan hidro-oseanografi
  • Erosi
  • Sedimentasi
  • Meningkatnya kekeruhan
  • Perubahan rejim air tanah
  • Naiknya potensi banjir dan genangan di wilayah pesisir
  • Pencemaran laut.

2. Dampak biologis:

  • Terganggunya ekosistem mangrove, padang lamun, estuaria, dan terumbu karang
  • Penurunan keanekaragaman hayati akibat kegiatan penimbunan.

3. Dampak sosial ekonomi

  • Menurunkan pendapatan petani tambak, nelayan, dan buruh
  • Ekosistem perairan pantai terganggu dalam waktu lama
  • Disebabkan reklamasi membutuhkan material urukan cukup besar, maka harus mendatangkan bahan tambahan dari wilayah lain. Hal ini mengakibatkan kepadatan
  • lalu lintas, memburuknya kualitas udara, dan sulitnya akses menuju pantai karena sudah menjadi aset pribadi.

Cara Melakukan Reklamasi

1. Sistem Timbunan Reklamasi

Hal ini dilakukan dengan menimbun perairan pantai sampai muka lahan posisinya ada di atas muka air laut tinggi atau high water level.

2. Sistem Polder Reklamasi

Pengeringan perairan yang direklamasi dengan cara memompa air dalam tanggul kedap air untuk kemudian dibuang.

3. Sistem Gabungan Polder dan Timbunan

Setelah lahan diperoleh dengan cara dipompa, kemudian akan ditimbun sampai ketinggian tertentu sehingga perbedaan elevasi antara lahan reklamasi dan permukaan air laut tidak besar.

4. Sistem Drainase Reklamasi

Sistem ini digunakan pada wilayah pesisir yang datar dan cenderung lebih rendah dari kawasan di sekitarnya, tetapi elevasi permukaan tanahnya lebih tinggi dari elevasi permukaan air laut.

Demikian pengertian, dampak, dan cara melakukan reklamasi. Bagaimana menurut detikers?



Simak Video "PUPR Akui Adanya Pemanfaatan Ruang Tanpa Izin di Danau Singkarak"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia