12 Cara Menulis Daftar Pustaka yang Benar Menurut Sumbernya, Catat Ya!

Novia Aisyah - detikEdu
Sabtu, 20 Nov 2021 09:00 WIB
Close-up image of man enjoying moment for himself and filling diary after difficult day
Foto: iStock
Jakarta - Daftar pustaka adalah kumpulan sumber yang digunakan dalam menyusun sebuah karya seperti buku ataupun tulisan ilmiah. Teknik penulisannya sangat penting diketahui agar penulis terhindar dari tuduhan plagiarisme, dapat menghargai penulis sebelumnya, menginformasikan pada pembaca soal sumbernya, dan sebagai bahan pertimbangan bagi pembaca.

Penulisan daftar pustaka sesuai kaidah haruslah mengandung nama penulis, judul karya, nama serta lokasi penerbitan, dan tahun penerbitan.

Laman Kemendikbud memaparkan sejumlah teknik penulisan daftar pustaka yang benar seperti di bawah ini. Catat baik-baik ya!

12 Cara Penulisan Daftar Pustaka

1. Rujukan yang Berasal dari Buku

Misalnya:

Cooper, J. M. 2011. Classroom teaching skills. Bellmont: Wadsworth.

Saat ada beberapa buku rujukan yang ditulis oleh orang yang sama dan diterbitkan pada tahun yang sama, maka tahun penerbitan diikuti dengan huruf a, b, c, d, dan seterusnya. Urutan penulisan daftar pustaka semacam ini ditentukan secara kronologis atau menurut abjad judul bukunya.

Contoh:

Maxwell, J. 2014a. Buat hari ini bermakna (Terj. Marlene T). Jakarta: MIC Publishing.
Maxwell, J. 2014b. How successful people grow. New York: Hatchette Book Group.

2. Rujukan dari Buku yang Ditulis 2-6 Penulis

Pada rujukan yang penulisnya 2-6, nama penulis ditulis semuanya dalam daftar pustaka.

Contoh:

Hers, Norman dan Garrison, Ervan G. 1998. Geological Methods for Archaeology. Oxford: Oxford University Press.

3. Rujukan dari Buku yang Ditulis Lebih dari 6 Penulis

Cara penulisan daftar pustaka semacam ini adalah dengan mencantumkan keenam penulis pertama dan ditambahkan et al. di bagian belakang.

Misalnya:

Cates, A. R., Harris, D. L., Boswell, W., Jameson, W. L., Yee, S., Peters, A.V., et al. 1991. Figs and dates and their benefits. Food Studies Quarterly, 11, 482-489.

4. Buku Terjemahan

Contoh:

Sztompka, P. 2015. Sosiologi perubahan sosial (Terj. Alimandan) Jakarta: Penerbit Prenada.

5. Rujukan dari Terbitan Berkala/Jurnal/Majalah Ilmiah yang Memiliki Volume

Cara menuliskannya adalah:

Nama penulis. Tahun terbit. Judul Tulisan. Nama terbitan, Volume (nomor): Halaman.

Misalnya:

Yondri, Lutfi. 2014. Struktur Punden Berundak Gunung Padang. Purbawidya, 3 (2): 75-88.

6. Terbitan Berseri

Cara penulisan:

Nama penulis. Tahun terbit. Judul tulisan. Nama terbitan, Nomor seri: Halaman. Kota Terbit: Penerbit.

Contoh:

Lukmana, Iwa. 2005. Sundanese Speech Levels. Seri Sundalana, 04 Islam dalam Kesenian Sunda: 115-148. Bandung: Kiblat.

Mundardjito. 1990. Metode Penelitian Permukiman Arkeologis. Seri Penerbitan Ilmiah, 11 edisi khusus Monumen Karya Persembahan untuk Prof. Dr. R. Sukmono: 19- 31. Depok: Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

7. Tulisan yang Bersumber dari Internet

- Tanpa penulis:

Judul tulisan. Tahun terbit. (Alamat situs lengkap, diakses: tanggal akses).

Contoh:
Sisa-sisa Fosil Tyrannosaurus Mini Ditemukan di Arktik. 2014. (https://nationalgeographic.co.id/berita/2014/03/sisa-sisa-fosil-t-rex-mini- ditemukan-di-arktik, diakses 19 Maret 2014).

- Dengan penulis:

Nama penulis. Tahun terbit (diunggah). Judul tulisan. (Alamat situs lengkap, diakses: tanggal akses).

Contoh:
Hunter, K. 1988. Herritage Education in the Social Studies. (https://www.ed.gov/databases/ ERICDigest/Index/ED30036, diakses 9 Januari 2002).

8. Rujukan dari Buku Kumpulan Tulisan Tangan Editor

Contoh:

Burton, J.K. and Merrill, P.F. 1977. Need asssesment: Goals needs, and priorities, In Leslie J. Briggs (ed), Instructional design: Principle and application, 24-46, New Jersey: Educational Technology.


9. Media Massa Cetak

- Tanpa penulis:
Judul tulisan. tahun terbit. Media massa. Tanggal terbit: Halaman.
Contoh: Kemenyan Barus Untuk Sang Raja. 2013. Kompas. 29 Desember: 1.

- Dengan penulis:
Nama penulis. Tahun terbit. Judul tulisan. Media massa. Tanggal terbit: Halaman.
Contoh: Ekadjati, Edi S. 2004. Pendidikan di Tatar Sunda (1). Pikiran Rakyat. 20 November: 16.

10. Rujukan dari Tesis atau Disertasi

Contoh:

Heryadi, D. 2013. Penerapan teori berpikir logis dalam pengembangan menyimak bahasa Indonesia. Disertasi. Bandung: PPS Universitas Pendidikan Indonesia.

11. Prosiding

Cara penulisan:

Nama penulis. Tahun terbit. Judul tulisan. Judul prosiding: Halaman. Kota penyelenggaraan seminar, tanggal seminar: Penyelenggara.

Misalnya:

Wibisono, Sonny C. 2013. Menentukan Manfaat Arkeologis Melalui Pemahaman Nilai Penting Hasil penelitian. Prosiding Seminar Nasional Dalam Rangka 100 Tahun Purbakala. Potensi Arkeologi dan Pemanfaatannya untuk Masyarakat Luas: 1 - 5. Bandung, 26-28 Agustus 2013: Balai Arkeologi Bandung.

12. Rujukan dari Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Keputusan Presiden

Penanggung jawab dokumen-dokumen semacam ini adalah negara, sehingga bisa ditulis Republik Indonesia atau Pemerintah Indonesia/Government of Indonesia atau Indonesia di bagian penulisnya.

Misalnya:

Republik Indonesia. 2012. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Jakarta: Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Demikian cara menulis daftar pustaka dengan benar. Jangan lupa dihafalkan ya, detikers!

Simak Video "Jelang PTM, Toko Buku di Subang Ini Ngaku Sepi Pembeli-Omzet Turun"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia