3 Tips Menjaga Kesehatan Gigi Anak Berkebutuhan Khusus dari Pakar Unair

Anatasia Anjani - detikEdu
Senin, 30 Agu 2021 13:50 WIB
Anak dan ibu saling menggosok gigi
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Menjaga kesehatan gigi anak harus dibiasakan sejak dini. Namun menjaga kesehatan gigi anak berkebutuhan khusus punya kerumitan khusus. Kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi yang terbatas jadi tantangannya.

Menurut dokter gigi Unair Udijanto Tedjosasongko masalah kesehatan gigi pada anak berkebutuhan khusus perlu menjadi perhatian.

"Selain memperhatikan kesehatan emosional mereka, kita juga perlu merawat kesehatan fisiknya. Terutama kesehatan gigi dan mulut yang seringkali kurang kita perhatikan, padahal sangat penting," tutur dokter lulusan Hiroshima University, Jepang itu yang dikutip dari laman Unair.

Berikut adalah 3 tips menjaga kesehatan gigi anak yang diberikan oleh Udjianto Tedjosasongko:

1. Rajin Menyikat Gigi

Tips pertama adalah rajin menyikat gigi dua kali sehari. Hal tersebut dilakukan dengan menyikat gigi yang mengandung fluoride untuk mencegah karies gigi. Selain itu dapat dilakukan dengan membersihkan gigi dengan benang atau pembersih interdental.

Menjaga pola makan bergizi seimbang dan membatasi mengemil adalah hal yang harus dilakukan.

"Jadikan menyikat gigi menyenangkan, nyanyikan lagu-lagu lucu yang anak suka. Kalau perlu, kunjungi dokter gigi untuk membersihkan gigi secara profesional," ujar Udji.

Selain itu terdapat beberapa posisi menyikat gigi yang dapat dicoba, salah satunya dengan memanfaatkan kursi. Ia menjelaskan anak dengan autism dapat duduk di lantai.

Sedangkan orang tua duduk di kursi di belakang anak. Kepala pasien bersandar di lutut orang tua. Jika anak tidak kooperatif, orang tua dapat meletakkan kaki di atas lengan anak untuk menahannya.

2. Gunakan Fissure Sealant

Menurut Udji dengan menggunakan sealant adalah cara teraman tanpa rasa sakit untuk melindungi gigi dari kerusakan. Sealent dapat membentuk perisai keras dan mencegah makanan dan bakteri masuk ke lekukan kecil di gigi yang menyebabkan pembusukan.

"Penggunaan sealant benar-benar bebas rasa sakit. Gigi juga tidak terasa berbeda setelahnya," ujar Udji.

3. Mengaplikasikan Topikal Fluoride

Fluoride dapat diaplikasikan langsung ke gigi dalam bentuk pernis, pasta, gel atau busa. Bahan tersebut bekerja dengan mengikat struktur gigi pada tingkat molekuler. Akhirnya akan membentuk lapisan pelindung yang dikenal sebagai fluropatit.

"Fluorapatit ini lebih tahan terhadap pembusukan bakteri dan mengurangi risiko karies," ujar Udji.

Selain itu Fluoride juga dapat menyembuhkan lesi karies awal yang muncul sebagai bintik putih pada gigi. Penggunaannya direkomendasikan untuk mereka yang berisiko lebih tinggi terkena karies.

Demikianlah tips kesehatan gigi anak dari pakar Unair. Semoga dapat diaplikasikan dengan baik ya!



Simak Video "Alasan PDGI Minta Dokter Gigi Tutup Praktik di Masa PPKM Darurat"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia