Dampak Kehidupan Hybrid Era Pandemi, Dosen Unpad: Zoom Fatigue & Obesitas

Kristina - detikEdu
Jumat, 27 Agu 2021 10:31 WIB
Exhausted arabic businesswoman having migraine after long time work in office, sitting at desk and touching her nose bridge, having bad day
Foto: Getty Images/iStockphoto/Prostock-Studio
Jakarta -

Pandemi membuat seseorang harus beradaptasi dengan kehidupan hybrid. Kondisi ini harus diwaspadai karena dapat menimbulkan masalah kesehatan, seperti zoom fatigue hingga obesitas.

Kehidupan hybrid dinilai memiliki banyak manfaat untuk mencegah penularan COVID-19. Namun demikian, masyarakat khususnya pelajar dan mahasiswa juga perlu waspada agar kehidupan hybrid tidak berdampak negatif pada kesehatan.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad), Siska Wiramihardja mengatakan, diperlukan gaya hidup sehat untuk menjalani kehidupan hybrid. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah dampak negatif yang ditimbulkan, seperti zoom fatigue dan obesitas.

"Gaya hidup sehat di era hybrid ini telah menjadi keniscayaan," kata Siska pada Webinar 'Wellbeing in Hybrid Life', seperti dilansir dari laman Unpad, Jumat (27/8/2021).

Siska mengatakan, dalam menjalani kehidupan hybrid, biasanya seseorang kurang beraktivitas fisik, sehingga dapat meningkatkan berat badan. Banyak orang yang bekerja dalam posisi duduk bahkan rebahan. Kondisi tersebut diperparah dengan makanan yang kurang sehat. Hal ini berdampak pada peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT).

"Pandemi COVID-19 ini meningkatkan kasus obesitas," kata Siska.

Obesitas, kata Siska, dapat meningkatkan risiko kesehatan, salah satunya risiko infeksi COVID-19. Jika terpapar virus Corona, orang dengan obesitas berisiko memiliki gejala yang lebih parah dibandingkan mereka yang memiliki IMT normal.

Dampak kesehatan lain dari kehidupan hybrid adalah potensi zoom fatigue, atau kondisi kelelahan akibat aktivitas rapat dan bekerja secara daring.

Zoom fatigue disebabkan oleh beberapa hal, antara lain intensitas menatap layar terlalu tinggi, terjebak dalam konsentrasi tinggi, melihat diri sendiri secara konsisten, mobilitas fisik berkurang, dan lingkungan yang kurang kondusif.

Bagaimana Tips Atasi Obesitas dan Zoom Fatigue?

Untuk mengurangi risiko gejala parah saat terinfeksi COVID-19 pada orang dengan obesitas, Siska mengatakan bahwa sangat penting untuk mencapai berat badan ideal. Caranya dengan menjaga gaya hidup sehat.

"Bagaimana caranya? Tentu adalah dengan menjalankan gaya hidup sehat, dengan mengatur pola makan yang tepat dan meningkatkan aktivitas fisik," ujarnya.

Sementara itu, untuk mengurangi risiko Zoom Fatigue, keseimbangan bekerja di era hybrid harus dijaga. Siska menyarankan agar dapat mengatur jadwal rapat atau menggunakan alternatif lain dalam menjalani aktivitas. Selain itu, ia juga menyarankan untuk tetap menjaga kesehatan mata.

Tetap jaga gaya hidup sehat dalam masa serba hybrid, terutama saat belajar daring ya, detikers!



Simak Video "Cara Tingkatkan Saturasi Oksigen Bagi Pasien Covid-19 yang Obesitas"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia