Inflasi: Pengertian, Faktor Penyebab, dan Dampaknya

Fahri Zulfikar - detikEdu
Jumat, 04 Jun 2021 11:00 WIB
Close up of a person counting money, Uang Indonesian rupiah, cash in hand concept
Foto: Getty Images/iStockphoto/airdone
Jakarta -

Inflasi dikenal dengan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Lalu apa penyebab dan dampaknya?


Memasuki setahun lebih pandemi, masyarakat kembali ramai memperbincangkan keadaan ekonomi, termasuk soal kemungkinan terjadinya inflasi di Indonesia. Keadaan pandemi yang terjadi secara global menyebabkan laju pertumbuhan ekonomi di berbagai negara menjadi macet, sehingga mudah terkena krisis ekonomi. Salah satu efek krisis ekonomi itu adalah terjadinya kenaikan harga-harga di beberapa sektor atau biasa disebut inflasi.


Lantas apa pengertian, faktor penyebab, dan dampak inflasi itu?


Pengertian Inflasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Inflasi merupakan kemerosotan nilai uang (kertas) karena banyaknya dan cepatnya uang (kertas) beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang.


Pengertian lain dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengartikan bahwa inflasi adalah keadaan perekonomian negara di mana ada kecenderungan kenaikan harga-harga dan jasa dalam waktu panjang karena tidak seimbangnya arus uang dan barang.


Sementara dilansir dari situs resmi Bank Indonesia (BI), inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu.


Berdasarkan buku "Ekonomi Moneter" yang ditulis Boediono, kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak disebut inflasi, kecuali bila kenaikan tersebut meluas atau mengakibatkan kenaikan pada sebagian besar harga barang-barang lain yaitu harga makanan, harga makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau, harga sandang, harga kesehatan, harga pendidikan, rekreasi, dan olahraga, harga transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan.


Penyebab Inflasi

Terjadinya inflasi bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti permintaan, meningkatnya biaya produksi maupun jumlah uang yang beredar.


1. Tingginya Permintaan

Kenaikan harga-harga (inflasi) ini disebabkan karena ketersediaan barang yang tidak sepadan dengan tingginya permintaan.


Biasanya karena stok barang menipis dan permintaan sangat tinggi, maka stok barang tersedia mengalami kenaikan harga. Begitupun di bidang jasa, jika ada pembatasan kuota penggunaan jasa maka akan terjadi kenaikan harga.


2. Meningkatnya Biaya Produksi (cost pust inflation)

Apabila sektor produksi naik seperti bahan baku atau upah pegawai, maka produsen akan menaikan harga supaya pendapatan keuntungan dan kegiatan produksi bisa berlanjut terus dalam jangka panjang.


3. Jumlah Uang yang Beredar

Peredaran uang yang tinggi di masyarakat juga bisa menyebabkan terjadinya inflasi. Hal ini dikarenakan ketika jumlah uang di masyarakat meningkat, maka harga barang akan ikut mengalami kenaikan.


Semakin meningkat daya beli masyarakat saat stok barang menipis, maka harga barang otomatis akan ikut naik.


Dampak Inflasi

Dampak inflasi biasanya akan langsung dirasakan oleh masyarakat dengan pendapatan menengah ke bawah. Pasalnya, ketika terjadi kenaikan harga barang makan daya beli mereka akan turun.


Terjadinya penurunan daya beli menurut Bank Indonesia akan memberi efek berkelanjutan sehingga bisa menyebabkan pendapatan dan standar hidup menurun. Dalam jangka panjang hal ini bisa menyebabkan masyarakat yang miskin akan bertambah miskin.


Dampak yang ditimbulkan oleh inflasi adalah pendapatan yang tidak seimbang. Artinya dalam hal ini ada pihak-pihak yang dirugikan dengan adanya inflasi tetapi ada juga pihak-pihak yang justru diuntungkan dengan adanya inflasi tersebut.



Simak Video "Jokowi Minta Waspada Kuartal III-2021, Ada Apa?"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia