Tentang Ringkasan: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Membuatnya

Faqihah M Itsnaini - detikEdu
Kamis, 22 Apr 2021 07:30 WIB
Close-up image of man enjoying moment for himself and filling diary after difficult day
Foto: iStock/Tentang Ringkasan: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Membuatnya
Jakarta - Ringkasan adalah penyajian karangan atau peristiwa panjang dalam bentuk yang singkat dan efektif. Ringkasan bisa juga disebut sari karangan tanpa hiasan.

Ringkasan bisa ditemui pada buku, bab, atau artikel.

Menurut Keraf, ahli bahasa ternama Indonesia, ringkasan (Precis) adalah suatu cara efektif untuk menyajikan karangan yang panjang dalam bentuk singkat. Meringkas adalah keterampilan untuk membuat reproduksi dari hasil karya yang sudah kata. Kata Précis juga memiliki arti 'memotong' atau 'memangkas'.

Maka, arti kata ringkasan sama juga dengan rangkuman. Hasil meringkas, artinya memendekkan cerita atau mengambil intisarinya saja. Sementara, merangkum artinya menyatukan atau merangkai pokok-pokok pembicaraan, uraian, dan sebagainya.

Dalam membuat ringkasan, keindahan gaya bahasa, ilustrasi, serta penjelasan yang terperinci harus dihilangkan. Walaupun bentuknya ringkas, namun tetap mempertahankan pikiran pengarang dan pendekatannya yang asli.

Tujuan membuat ringkasan adalah untuk memahami atau mengetahui isi buku atau karangan.

Ciri-Ciri Ringkasan

Agar lebih memahami bentuk ringkasan, berikut beberapa cirinya:

1. Pengungkapan kembali suatu karangan dalam bentuk yang singkat dan padat.
2. Memproduksi kembali apa yang diungkapkan pengarang dalam tulisannya.
3. Mempertahankan urutan ide-ide pokok saat menyusun ringkasan.
4. Susunan ringkasan, sudut pandang, dan isinya mengikuti karangan asli.
5. Menggunakan kalimat yang pendek dan senada dengan kalimat pengarang aslinya.

Cara Membuat Ringkasan

Ada beberapa langkah mudah untuk membuat ringkasan yang baik dan teratur menurut Keraf. Langkah-langkahnya yaitu:

1. Membaca naskah asli
Sebelum menulis ringkasan, harus membaca seluruh isi naskah asli secara berulang-ulang, untuk mengetahui maksud dan sudut pandang pengarangnya

2. Mencatat gagasan-gagasan utama
Setelah membaca berulang kali, semua gagasan penting harus dicatat atau digaris bawahi

3. Menyusun ringkasan berdasarkan gagasan-gagasan utama.

Langkah selanjutnya, penulis ringkasan dapat menyusun ringkasan dari ide-ide pokok yang sudah dicatat.

4. Memperhatikan beberapa ketentuan:

Ringkasan sebaiknya disusun dalam kalimat tunggal, hindari kalimat majemuk

Jika memungkinkan, ringkas semua kalimat menjadi frasa, dan frasa menjadi kata. Jika memungkinkan, buang semua kata keterangan atau kata sifat.

Kecuali jika kata sifat atau keterangan dipakai untuk menjelaskan gagasan umum yang tersirat
Pertahankan susunan gagasan dan topik dari karangan asli.

Cukup mudah, bukan? Ikuti langkah-langkah pembuatan ringkasan ini agar dapat menulis dengan baik ya, detikers.



Simak Video "KuTips: Cara Baca Al-Qur'an dengan Tanda Waqaf"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia