detikBali

Wisata Edukatif di Museum Soenda Ketjil Buleleng

Terpopuler Koleksi Pilihan

Wisata Edukatif di Museum Soenda Ketjil Buleleng


Arga Fahreza - detikBali

Museum Soenda Ketjil di eks Pelabuhan Buleleng. (Dok. Museum.co.id)
Foto: Museum Soenda Ketjil di eks Pelabuhan Buleleng. (Dok. Museum.co.id)
Jakarta -

Apakah detikers pernah mendengar tentang nama Soenda Ketjil? Mungkin di benak sebagian orang, Soenda Ketjil atau yang kini ditulis Sunda Kecil, merupakan bagian dari Jawa Barat. Meski memiliki nama Sunda, nyatanya wilayah Sunda Kecil tidak terkait Suku Sunda maupun Provinsi Jawa Barat.

Sunda Kecil adalah gugusan kepulauan yang meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Sunda Kecil pernah eksis sebagai provinsi yang didirikan setelah kemerdekaan 1945. Saat itu, wilayah ini dipimpin oleh gubernur bernama I Gusti Ketut Pudja. Atas dasar pelestarian sejarah, dibangunlah sebuah museum untuk mengingat bukti tinggalan bersejarah tentang Sunda Kecil.

Sunda Kecil dan Peran I Gusti Ketut Pudja

Jauh sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdiri pada 1945, nama sunda telah disematkan kepada gugusan kepulauan di Timur India. Peta geografis Bangsa Eropa menamai kepulauan besar, seperti Sumatra, Jawa, Kalimantan, sebagai Sunda Besar. Sementara itu, Pulau Bali, Lombok, Timor, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya dinamakan sebagai Sunda Kecil.

Sunda Kecil kemudian diresmikan sebagai nama administrasi daerah. Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada Agustus 1945 menetapkan delapan provinsi awal, di dalamnya termasuk Provinsi Soenda Ketjil.

Presiden Soekarno menunjuk I Gusti Ketut Pudja yang merupakan perwakilan Sunda Kecil di PPKI sebagai Gubernur Pertama Sunda Kecil. Atas mandat tersebut, Ketut Pudja kembali ke Pulau Bali dan menyampaikan kabar kemerdekaan serta pembentukan pemerintahan. Singaraja dipilih sebagai ibu kota provinsi.

Tugas I Gusti Ketut Pudja sebagai gubernur sangatlah berat. Pemerintahan I Gusti Ketut Pudja, dengan sumber daya seadanya, harus membereskan segala masalah terkait peralihan kekuasaan dari Jepang. Mereka bahkan harus menghadapi ancaman kembalinya Belanda bersama Sekutu. Provinsi ini kemudian diubah namanya dan dimekarkan menjadi tiga provinsi yang kini menjadi Provinsi Bali, NTB, dan NTT.

Koleksi Museum Soenda Ketjil

Museum Soenda Ketjil menempati salah satu bangunan yang ada di bekas Pelabuhan Singaraja. Bangunan tersebut dahulu merupakan kantor Koninklijke Paketvaart Maatschappij (PKM). Setelah dilakukan revitalisasi, Gedung PKM kemudian diresmikan pada 13 Maret 2018.

Koleksi yang ditampilkan di museum ini adalah terkait peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa awal kemerdekaan di Provinsi Sunda Kecil. Sejumlah barang milik I Gusti Ketut Pudja juga ditampilkan di sana. Manajemen museum juga menyediakan pemandu yang akan menemani dan menjelaskan koleksi kepada pengunjung.

Selain ruang koleksi, pengunjung juga dapat menikmati ruang audiovisual. Ruang ini menjadikan pengalaman berkunjung ke museum menjadi lebih interaktif. Acara kebudayaan, seperti Festival Wayang Bali Utara 2026 diadakan di museum ini dengan berbagai kegiatan menarik di dalamnya.

Cara Berkunjung ke Museum Soenda Ketjil

Museum Soenda Ketjil berlokasi di Jalan Erlangga Nomor 55, Buleleng. Pengunjung dapat mendatangi museum dengan menggunakan kendaraan pribadi. Museum Soenda Ketjil buka dari Senin-Kamis pukul 08.00-14.00 Wita dan Jumat-Sabtu pukul 08.00-12.00 Wita.




(hsa/hsa)











Hide Ads
LIVE