Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bakal membangun rumah susun (rusun) untuk para seniman di Bali. Para seniman dinilai pantas mendapatkan hunian yang layak karena menjadi bagian dari kemajuan pariwisata Bali.
Hal itu diungkapkan Menteri PKP Maruarar Sirait alias Ara saat meninjau program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kelurahan Tonja, Denpasar, Bali, Senin (10/8/2026). Rusun untuk para seniman tersebut dirancang memiliki 60 kamar.
"Saya rasa penting juga buat rusun untuk seniman di Bali. Untuk menghargai seniman-seniman di Bali," ujar Ara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Ara menegaskan seniman yang dapat menghuni rusun tersebut tetap harus memenuhi persyaratan. Salah satunya memiliki pendapatan atau berpenghasilan rendah.
Sekda Bali, Dewa Made Indra, mengungkapkan rusun untuk seniman itu akan dibangun di lahan milik Pemprov Bali. Lokasinya berada di kawasan Sesetan, Denpasar Selatan.
"Dulu eks Balai Latihan Pertanian. Aset yang dipergunakan rumah susun seniman itu aset Pemprov Bali," ujar Dewa Indra saat diwawancarai seusai mendampingi Ara di Denpasar, Senin.
Dewa Indra menjelaskan pembangunan rusun untuk seniman itu masih dalam pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Ia menekankan rusun tersebut disiapkan untuk para seniman berpenghasilan rendah yang akan diverifikasi oleh Kementerian PKP.
"Jika (perizinan) sudah keluar, akan segera dibangun," imbuhnya.