Kisah Ikan Sidat- Sejarah Wisata Air Terjun Elong Tune di Lantan

Ahmad Viqi - detikBali
Rabu, 11 Mei 2022 04:30 WIB
Lokasi  wisata Air Terjun Elong Tune yang memikat hati pengunjung Sirkuit Motor Cross 459 Lantan di Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, NTB
Lokasi Wisata Air Terjun Elong Tune yang memikat hati para pengunjung Sirkuit Motor Cross 459 Lantan di Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, NTB. (Foto : Ahmad Viqi)
Lomboh Tengah -

Kisah pemberian nama Air Terjun Elong Tune di Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menarik perhatian wisatawan yang berkunjung ke Sirkuit Motor Cross 459 Lantan.

Dua air terjun ini terletak sekitar 1 kilometer dari lokasi Sirkuit Motor Cross 459 Lantan yang baru diresmikan Gubernur NTB, Dr. H Zulkieflimansyah, Senin (9/5/2022) kemarin.

Nama Elong Tune itu berarti ekor ikat sidat. Dalam Bahasa Sasak, "Elong" berarti ekor. Kata "Tune" sendiri berarti ikan Sidat yang kerap ditemukan di muara air tawar.


Konon di muara Air Terjun yang diberi nama Elong Tune ini ditemukan pertama kali oleh seorang petani dari Desa Lantan.

Dua petani itu melihat ekor ikan sidat berukuran besar. Penemuan itu sekitar tahun 1995 atau 23 tahun silam.

"Mereka sedang menggarap sawahnya yang berdekatan dengan lokasi air terjun, tiba-tiba melihat ekor ikan sidat berwarna putih di muara dua air terjun itu," tutur Ketua Pengelola Air Terjun Elong Tune Desa Lantan Roni Harjan kepada detikBali, Selasa (10/5/2022).

Ekor ikan sidat yang dilihat dua petani yang menggarap sawah di pinggir air terjun itu kata Roni memiliki ukuran yang sangat besar tidak seperti ekor ikan sidat pada umumnya.

"Jadi ekornya keluar dari bebatuan sekitar air terjun membuat kedua petani tersebut kaget," kata Roni.

Keberadaan ikan sidat di muara air terjun itu dibenarkan oleh warga yang biasa memancing di sungai sekitar air terjun.

Pemancing tersebut memberitahu kedua petani tersebut bahwa memang sering ada penampakan ekor ikan sidat di lokasi air terjun.

"Nah sejak kejadian tersebut masyarakat sekitar memberi nama air terjun tersebut dengan nama air terjun Elong Tune," kata Roni.

Namun faktanya, setelah dibuka menjadi lokasi wisata pada sekitar tahun 2012 lalu, Elong Tune itu hingga kini tak kunjung muncul dan menampakkan diri di muara air terjun.

Untuk masuk ke area pemandian air terjun, pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis.

Bagi pengunjung yang mmebawa kendaraan hanya dikenakan membayar parkir sebesar Rp 5.000 kepada Pokdarwis Solah Desa Lantan.

Sampai di pintu gerbang masuk ke Air Terjun, pengunjung akan melewati sekitar 900 anak tangga yang telah dilakukan perbaikan oleh Pemerintah Desa Lantan.

Salah satu pengunjung asal Dusun Pondok Komar Desa Lantan yang berdomisili di Desa Janapria Kecamatan Janapria Lombok Tengah Baiq Rimasari mengaku senang bisa menikmati kesejukan air Terjun Elong Tune di Desa Lantan.

Dua mata air yang terdapat di bawah air terjun Elong Tune juga bisa diminum untuk keperluan ketika berkunjung. Selain itu kata Rimas sapaannya, terdapat kamar mandi dan gazebo sebagai lokasi bersantai ketika berkunjung di Air Terjun Elong Tune.

"Tapi ada beberapa yang harus diperbaiki. Ada anak tangga yang masih menggunakan kayu sudah lapuk. Ini mungkin harus segera diperbaiki untuk kenyamanan wisatawan," kata Rimas.

Rimas bersama kedelapan anggota keluarganya pun sangat menyukai suasana kesejukan desiran air Terjun Elong Tune Lantan. Selain bisa mandi, di muara Air Terjun, pengunjung juga berfoto keindahan air terjun.

"Kita mencari suasana baru. Di sini sejuk kan," kata Rimas.



Simak Video "Pesona Segar dan Alami Air Terjun Kembar, Karo"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)