Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mboeng di Desa Kaju Wangi, Kecamatan Elar, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah 18 tahun tak tersentuh renovasi. SD itu sebelumnya viral di media sosial (medsos) lantaran berdinding bambu dan tak ada listrik. Bukannya melalukan pembenahan, Presiden Prabowo malah memberikan televisi (TV) layar sentuh.
SDN Mboeng yang tak pernah tersentuh perbaikan diungkapkan salah satu guru, yakni Selviana Lantuk. Selviana mengungkapkan sekolah itu dibangun pada 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Selviana, terdapat empat ruangan dengan kondisi yang menyedihkan di sekolah itu. "Yang darurat itu masih empat ruangan," ujar Senin (7/9/2026) malam.
Selviana membagikan foto ruang kelas yang menyedihkan tersebut. Di dalam ruang kelas berdinding bambu dan lantai tanah itu terlihat sejumlah siswa duduk di kursi dan bangku yang dilengkapi dengan meja. Ruang kelas darurat itu, kata Selviana, itu tak pernah diperbaiki sejak dibangun 18 tahun lalu.
Terdapat 77 siswa di SDN Mboeng. Mereka siswa kelas 1-6. Jumlah guru di sekolah tersebut sebanyak 10 orang.
Dua ruangan darurat di SDN Mboeng digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa kelas 5 dan 6. Ruangan lain digunakan untuk kantor dan guru. Selviana menyebut terdapat empat ruang kelas permanen di sekolah tersebut. Digunakan untuk KBM siswa kelas 1-4.
Selviana hingga kini tak mengetahui ada atau tidak rencana untuk membuat bangunan permanen menggantikan empat ruangan yang kondisinya menyedihkan tersebut.
Sebagaimana diketahui, SDN Mboeng viral setelah diunggah Alwi Johan, seorang socio-traveller yang kerap menyuarakan permasalahan Indonesia. Alwi mengunggah kondisi SDN Mboeng melalui akun Tiktok-nya @Alwi.
Video yang diunggah Alwi memperlihatkan kondisi SDN Mboeng yang memprihatinkan. Ruang kelas SD itu berdinding gedek bambu yang hampir roboh karena sudah bolong di berbagai titik. Ruang kelas juga masih beralaskan tanah. Tak ada listrik di SD itu.
Di tengah kondisi itu, pemerintah tidak melakukan perbaikan terhadap SDN Mboeng. Prabowo malah memberikan televisi layar sentuh untuk sekolah itu. Walhasil, TV tersebut tak bisa dinyalakan lantaran tak ada listrik.
(hsa/hsa)