Kupang tak ingin hanya menjadi kota penyelenggara pertandingan saat Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai menyiapkan ekosistem pariwisata, dari homestay hingga kuliner khas, untuk menyambut atlet dan wisatawan.
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, mengatakan kesiapan sebagai tuan rumah PON bukan hanya menyangkut venue olahraga. Kenyamanan atlet dan wisatawan juga menjadi perhatian Pemkot Kupang.
"Kami sedang mempersiapkan fasilitas, infrastruktur, lapangan-lapangan olahraga, dan bagaimana nantinya Kota Kupang bisa menjadi tuan rumah yang nyaman," kata Serena, dalam siaran pers yang diterima detikBali, Selasa (8/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mendukung kebutuhan akomodasi selama PON XXII Tahun 2028, Pemkot Kupang menyiapkan hotel dan homestay dengan standar pelayanan.
"Homestay sudah banyak dan sudah mulai kita persiapkan SOP-nya supaya bisa menjadi tempat yang nyaman untuk para atlet dan wisatawan," katanya.
Tak hanya tempat menginap, Pemkot Kupang juga menyiapkan daya tarik wisata melalui kuliner khas daerah. Serena menyebut sejumlah kuliner yang akan dikuatkan sebagai bagian dari daya tarik wisata.
"Seperti se'i, ikan kuah asam, dan jagung bose. Produk tenun NTT yang kini sudah menjadi pakaian dan fashion juga dipromosikan," tambah politikus Gerindra ini.
Menurut Serena, posisi Kupang sebagai ibu kota provinsi dan kota jasa membuat daerah tersebut diposisikan sebagai pintu masuk wisatawan menuju berbagai destinasi di NTT.
"Jadi setelah urusan administrasi, lalu mereka pergi ke berbagai daerah yang dekat di Kota Kupang untuk destinasi wisata," tambahnya.
Pemkot Kupang mengajak masyarakat bersama-sama menjadikan Kupang sebagai destinasi sport tourism yang ramah menjelang PON XXII Tahun 2028.