Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menghadapi keterbatasan mobil pemadam kebakaran (damkar). Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lombok Timur hanya memiliki tujuh mobil damkar, tetapi hanya lima yang bisa dioperasikan karena dua unit rusak.
Dua armada yang rusak masih diupayakan mendapatkan suku cadang. Proses perbaikan terkendala karena kendaraan tersebut merupakan produksi lama sehingga komponen yang dibutuhkan sulit didapatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Dinas Damkarmat Lombok Timur, Widayat, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena sebagian armada yang dimiliki sudah berusia cukup tua. Bahkan, terdapat kendaraan pengadaan pada 2004 dan 2005.
"Yang paling tua itu pengadaan tahun 2004. Sementara yang terbaru sekitar tahun 2016 atau 2017," kata Widayat, Selasa (1/9/2026).
Widayat menegaskan Damkarmat Lombok Timur kini tidak hanya membutuhkan peremajaan mobil damkar, tetapi membutuhkan penambahan armada baru. Kebutuhan armada baru dinilai penting untuk memperluas jangkauan pelayanan, mengingat wilayah Lombok Timur cukup luas dan memiliki sejumlah titik yang membutuhkan dukungan pemadam kebakaran.
Damkarmat Lombok Timur telah mengusulkan penambahan armada melalui sejumlah kementerian. Usulan tersebut disampaikan saat Widayat melakukan koordinasi ke Jakarta, termasuk kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Kementerian Kehutanan (Kemenhut).
Widayat telah mengusulkan dua armada untuk penanganan kebakaran lahan, khususnya di kawasan Gunung Rinjani. Ia juga berharap dapat memperoleh tambahan dua armada melalui dukungan pemerintah maupun tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
"Kalau bisa, tahun depan kami dapat dua unit, bisa dianggarkan dari pemerintah daerah atau melalui CSR. Yang penting kebutuhan kami memang tambahan armada baru," imbuh Widayat.
Damkarmat Lombok Timur, tutur Widayat, memiliki lima pos atau unit pelayanan yang tersebar di Sembalun, Sambelia, Pringgabaya, Terara, serta Keruak dan sekitarnya. Widayat berharap, dengan tambahan armada, dapat membuka hingga empat unit pelayanan baru di Lombok Timur.
Kebutuhan armada juga makin mendesak karena frekuensi kebakaran cenderung meningkat pada periode Juli hingga saat ini. Cuaca panas pada periode tersebut meningkatkan potensi terjadi kebakaran.
"Yang paling utama saat ini kai membutuhkan armada pemadam dan mobil tangki untuk pelayanan masyarakat," kata Widayat.
Widayat berharap penambahan armada dapat segera direalisasikan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu, terutama ketika dalam waktu bersamaan terjadi beberapa kejadian yang membutuhkan penanganan petugas.
"Kita sangat membutuhkan tambahan armada. Bukan hanya penyegaran, tetapi memang armada baru untuk melayani masyarakat," kata Widayat.
Dari sisi sumber daya manusia, Widayat mengungkapkan sekitar 65% personel Damkarmat Lombok Timur telah memiliki sertifikasi sebagai pemadam. Menurutnya, peningkatan kapasitas personel terus dilakukan seiring dengan makin luasnya jenis pelayanan yang harus ditangani.