detikBali
Manggarai Barat

Iqbal dan Koster Sambangi Korban Gempa NTT, Disambut Laka Lena

Terpopuler Koleksi Pilihan
Manggarai Barat

Iqbal dan Koster Sambangi Korban Gempa NTT, Disambut Laka Lena


Sui Suadnyana, Ahmad Viqi - detikBali

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dan Gubernur Bali, Wayan Koster, meninjau penanganan korban gempa M 7,7 di NTT. (Dok. Diskominfotik NTB)
Foto: Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dan Gubernur Bali, Wayan Koster, meninjau penanganan korban gempa M 7,7 di NTT. (Dok. Diskominfotik NTB)
Manggarai Barat -

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, bersama Gubernur Bali, Wayan Koster, meninjau penanganan korban gempa 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur (NTT). Iqbal dan Koster hadir ke NTT sebagai wujud solidaritas regional Bali, NTB, dan NTT.

Kedatangan Iqbal dan Koster disambut Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, di Posko Utama Penanganan Gempa M 7,7 Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Barat, Kamis (20/8/2026).

"Kami pernah merasakan hal yang sama dan sangat memahami bagaimana rasanya menghadapi bencana seperti ini. Kami hadir untuk menyampaikan bahwa saudara-saudara kami di NTT tidak sendiri," ujar Iqbal di lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iqbal menegaskan hubungan Bali, NTB, dan NTT merupakan ikatan persaudaraan yang tak terpisahkan.

ADVERTISEMENT

"Kami ini bertiga saudara kembar. Bali, NTB, dan NTT. Karena itu, kami akan memberikan apa yang kami bisa untuk membantu," tegas Iqbal.

Sementara Koster mengungkapkan ia dan Iqbal turun ke NTT sebagai bentuk empati mendalam antardaerah tetangga.

"Kita ini bersaudara. Kalau saudara kita mengalami musibah, tentu kita ikut merasakan dan hadir untuk memberikan dukungan," kata Koster.

Melki mengapresiasi dukungan cepat dari Bali dan NTB. Melki mengungkapkan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, bahkan memuji kekompakan tiga provinsi ini.

"Pak Mendagri Tito Karnavian mengatakan kepada saya bahwa tiga provinsi ini adalah contoh kerja sama yang paling nyata dan betul-betul solid," tutur Melki.

Seusai menunjau posko, Iqbal dan Melki melanjutkan pantauan udara ke Manggarai Timur menggunakan helikopter Bell 412 ER milik TNI AD. Sementara itu, Koster tetap berada di Manggarai Barat untuk merampungkan agenda pemantauan dan penyaluran dukungan.

Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, mengatakan tim Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB telah bergerak melalui jalur darat dari Mataram menuju Pelabuhan Sape, Bima sebelum menyeberang ke Labuan Bajo. Mereka diberangkatkan dalam dua rombongan pada Senin malam karena keterbatasan kapasitas kapal.

"Karena keterbatasan kapasitas kapal, penyeberangan dilakukan dalam dua tahap. Rombongan pertama bertolak sekitar pukul 21.00 Wita, disusul rombongan kedua pada pukul Wita pada, Selasa (18/8/2026) kemarin," terang Ahsanul.

Setibanya di NTT, seluruh personel berkumpul di Markas Polres Manggarai Barat untuk pemeriksaan peralatan dan pembagian tugas bersama tim Pemprov NTT. Hasil pembagian tugas, tim Pemprov NTB ditempatkan di Manggarai Timur. Mereka akan mendirikan rumah sakit darurat dan dapur umum untuk melayani warga terdampak.

"Tim kesehatan menjadi kelompok yang bergerak lebih dahulu menuju wilayah terdampak. Tenaga medis disebar untuk memperkuat pelayanan di sejumlah rumah sakit dan puskesmas," jelas Ahsanul.

Selain pelayanan medis, tim dapur umum telah bergerak menuju lokasi pengungsian. Sementara tim logistik menyalurkan bantuan awal di Posko Manggarai Barat sebelum melanjutkan perjalanan ke Manggarai Timur.

Bantuan yang dibawa Pemprov NTB adalah kebutuhan pangan, terdiri atas 34 ton beras, 689 dus mi instan, 1.275 dus air mineral, 100 dus minyak goreng, 200 kilogram (kg) gula, 125 paket sembako, 32 paket pangan, 300 kaleng sarden, serta berbagai jenis biskuit, susu dan makanan tambahan.

Mereka juga membawa kebutuhan pengungsian, meliputi 380 lembar terpal, 1.275 selimut, 320 tikar, dan 275 matras. Pemprov NTB juga membawa tenda keluarga, emergency kit, hygiene kit, family kit serta berbagai perlengkapan kebutuhan keluarga.

Perhatian khusus juga diberikan kepada perempuan dan bayi. Bantuan yang disalurkan antara lain paket ibu hamil, perlengkapan persalinan, perlengkapan bayi baru lahir, 3.120 pembalut wanita, popok bayi serta pakaian dalam untuk perempuan dan anak.

Tim juga membawa obat-obatan dan perlengkapan medis, mulai dari obat injeksi, tablet dan sirop, cairan infus, vitamin, antiseptik hingga perlengkapan perawatan luka.

Ahsanul mengatakan distribusi bantuan dikoordinasikan melalui Tim Tanggap Darurat Gempa NTT di bawah koordinasi BPBD NTT. Skema tersebut dilakukan agar bantuan sesuai kebutuhan di lapangan dan tidak menumpuk di satu lokasi.

"Langkah ini penting agar bantuan terdistribusi sesuai kebutuhan, tepat sasaran, serta menghindari penumpukan atau bantuan ganda pada lokasi tertentu," terang Ahsanul.

Pengiriman bantuan tersebut merupakan bagian dari respons bersama kawasan Bali-NTB-NTT. Sejumlah pihak ikut mendukung, di antaranya BNPB, Kementerian Kesehatan, Bulog, Bank Mandiri, Palang Merah Indonesia, Universitas Mataram dan BGR Logistik Indonesia.

Menurut Ahsanul, keberangkatan tim NTB bukan sekadar mengirim logistik, tetapi memastikan warga yang terdampak langsung mendapat pelayanan, terutama pada fase awal penanganan bencana.

"Tim medis NTB datang membawa lebih dari sekadar pelayanan kesehatan. Mereka membawa kepedulian yang tak mengenal batas pulau," ucap Ahsanul.



(dpw/dpw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads