Sebanyak 11.862 warga Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengungsi setelah gempa berkekuatan M 7,7 mengguncang wilayah Mbay-Nagekeo, Sabtu (15/8). Gempa tersebut juga menyebabkan 2.560 rumah warga rusak.
Kepala Bidang Pengelolaan Opini dan Aspirasi Publik Dinas Kominfo Sikka, Julianus Selsius, mengatakan belasan ribu warga yang mengungsi tersebut berasal dari 3.285 kepala keluarga (KK).
"Terdiri dari 1.203 jiwa dari 324 KK yang mendiami pusat pengungsian Gelora Samador Maumere dan pengungsi mandiri yang tersebar di 7 kecamatan sebanyak 10.659 jiwa dari 2.961 KK," ujar Julianus, Kamis (20/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Julianus merinci pengungsi mandiri tersebar di sejumlah kecamatan. Kecamatan Alok menjadi salah satu wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 2.940 jiwa dari 803 KK. Sementara di Alok Barat terdapat 965 jiwa dari 201 KK.
"Alok Timur 19 KK dengan 66 jiwa, Bola 72 KK dengan 210 jiwa, Hewokloang 54 KK dengan 135 jiwa, Kangae 1.036 KK dengan 3.213 jiwa, Talibura 409 KK dengan 1.812 jiwa, dan Palue 690 KK dengan 2.521 jiwa," imbuhnya.
Gempa tersebut tidak hanya membuat ribuan warga mengungsi. Sebanyak 2.560 rumah warga di Kabupaten Sikka tercatat mengalami kerusakan.
"Terdiri dari rusak berat 905 unit, rusak ringan 1173 unit, dan rusak sedang 482 unit," terang Julianus.
Selain rumah warga, sebanyak 167 unit fasilitas umum juga mengalami kerusakan. Fasilitas yang terdampak meliputi 26 unit bangunan pemerintah, 31 unit fasilitas kesehatan, 47 unit fasilitas pendidikan, 11 ruas jalan, 8 unit prasarana, dan 44 buah rumah ibadah.
Gempa tersebut juga memakan korban jiwa dan luka-luka. Enam orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.
"Untuk korban jiwa akibat gempa bumi ini berjumlah 61 jiwa yang terdiri dari 6 orang meninggal dunia, 23 orang luka berat, 26 orang luka ringan, dan lainnya 6 orang," ujarnya.
Di tengah dampak gempa, bantuan untuk warga terdampak terus disalurkan. Pada Rabu (19/8/2026), bantuan bagi korban gempa di Kabupaten Sikka disalurkan ke 21 kecamatan, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.
Bantuan untuk warga terus berdatangan, baik dari pemerintah pusat, provinsi, partai politik, swasta, perbankan, LSM, dan dunia usaha lainnya.