Sejumlah komoditas pangan di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai merangkak naik menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW. Kenaikan harga salah satunya terjadi pada daging ayam.
"Mahal banget harganya, nyesel banget ndak beli banyak pas harga ayam lagi murah," keluh Novianti, warga Mataram, Kamis (20/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Novianti, harga daging ayam di pasar tradisional yang sebelumnya Rp 28 ribu hingga Rp 34 ribu per kilogram (kg) kini sudah tembus Rp 48 ribu hingga Rp 50 ribu per kg.
"Kemarin tanya bibik sayur Rp 48 ribu sekilo, sekarang sudah Rp 50 ribu aja sekilonya. Kayaknya sebelum Maulid ini bakal beli ayam di supermarket aja deh. Beli ayam beku saja, lebih murah sih," ujar Novianti.
Ningsih, warga Mataram lain, mengungkapkan hal senada. Menurutnya, harga daging ayam naik cukup fantastis.
"Mahal banget, Rp 100 ribu cuma dapat dua kilo ayam loh. Daripada tunggu harga ayam turun, mending beralih ke lauk-pauk ikan, tahu tempe saja," ungkap Ningsih.
Anah, pedagang ayam di Pasar Pagesangan, mengungkapkan harga ayam telah mengalami kenaikan sejak beberapa hari terakhir.
"Kalau mau Maulid atau hari-hari besar harga ayam memang suka naik, tetapi setelah Maulid selesai, biasanya harga ayam mulai turun," kata Anah.
Sementara itu, Khairunisa pedagang ayam di Pasar Mandalika, mengungkapkan kenaikan harga ayam mulai terjadi beberapa hari terakhir. "Sudah dari beberapa minggu lalu, harganya naik," ucapnya.
Data Dinas Perdagangan Mataram per Selasa (19/8/2026), harga daging ayam di Pasar Mandalika dibanderol Rp 44 ribu/kg. Disusul, cabai merah keriting Rp 25 ribu/kg, cabai rawit merah Rp 50 ribu/kg, bawang merah Rp 27 ribu/kg, bawang putih Rp 29 ribu/kg, gula pasir curah Rp 18 ribu/kg, minyak goreng curah Rp 17.600/liter, telur ayam Rp 26.200/kg, daging sapi Rp 145 ribu/kg.