detikBali

Update Korban Gempa NTT: 38 Tewas, 40 Luka-luka, dan 1 Tertimbun

Terpopuler Koleksi Pilihan

Update Korban Gempa NTT: 38 Tewas, 40 Luka-luka, dan 1 Tertimbun


Yurgo Purab, Sui Suadnyana, Ambrosius Ardin - detikBali

Wisatawan asing mengemasi barang dari gedung Hotel Jayakarta usai gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo dengan kedalaman 10 km di 46 kilometer timur laut Labuan Bajo itu terjadi pada pukul  06.13 WITA setelah sebelumnya gempa berkekuatan M 7,7 juga terjadi di timur laut Mbay Nagekeo, NTT. ANTARA FOTO/Gecio Viana/sth/nz
Foto: Wisatawan asing mengemasi barang dari gedung Hotel Jayakarta usai gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). (ANTARA FOTO/GECIO VIANA)
Manggarai Barat -

Korban tewas akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 38 orang. Sebanyak 40 orang lain mengalami luka-luka dan satu orang masih tertimbun. Korban tersebar di berbagai wilayah.

"Hingga saat ini, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 79 orang yang terdampak gempa. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 38 orang meninggal dunia, 40 orang mengalami luka-luka, dan satu orang masih dilaporkan tertimbun," kata Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, dalam siaran pers, Sabtu (15/8/2026) sore.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fathur mengatakan tim SAR gabungan terus melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan di sejumlah wilayah terdampak gempa tersebut. Seluruh personel dan sarana yang dimiliki dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian dan pertolongan di wilayah terdampak.

"Kantor SAR Maumere mengerahkan seluruh personel ke wilayah yang menjadi pusat gempa di Nagekeo. Kami juga menggerakkan KN SAR Puntadewa untuk mengoptimalkan operasi SAR. Bersama potensi SAR di seluruh Flores, kami berupaya melakukan penyelamatan dengan cepat, tepat, dan aman," jelas Fathur.

ADVERTISEMENT

Pendataan korban, terang Fathur, masih terus dilakukan dan dikoordinasikan dengan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat. Sementara tim, SAR gabungan terus melakukan pencarian dan pertolongan terhadap warga yang membutuhkan bantuan.

Sebanyak 281 personel dikerahkan dalam operasi tersebut. Personel berasal dari unsur TNI, KSOP, Polri, BPBD, PMI, pemerintah daerah (pemda), serta instansi lain. "Mereka ditempatkan di sejumlah titik terdampak untuk mempercepat proses pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban," kata Fathur.

Operasi SAR hingga saat ini masih berlangsung. Tim SAR gabungan memprioritaskan pencarian terhadap korban yang masih tertimbun serta evakuasi masyarakat terdampak ke lokasi yang aman.



(iws/iws)









Hide Ads