Korban tewas akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 38 orang. Sebanyak 40 orang lain mengalami luka-luka dan satu orang masih tertimbun. Korban tersebar di berbagai wilayah.
"Hingga saat ini, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 79 orang yang terdampak gempa. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 38 orang meninggal dunia, 40 orang mengalami luka-luka, dan satu orang masih dilaporkan tertimbun," kata Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, dalam siaran pers, Sabtu (15/8/2026) sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fathur mengatakan tim SAR gabungan terus melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan di sejumlah wilayah terdampak gempa tersebut. Seluruh personel dan sarana yang dimiliki dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian dan pertolongan di wilayah terdampak.
"Kantor SAR Maumere mengerahkan seluruh personel ke wilayah yang menjadi pusat gempa di Nagekeo. Kami juga menggerakkan KN SAR Puntadewa untuk mengoptimalkan operasi SAR. Bersama potensi SAR di seluruh Flores, kami berupaya melakukan penyelamatan dengan cepat, tepat, dan aman," jelas Fathur.
Pendataan korban, terang Fathur, masih terus dilakukan dan dikoordinasikan dengan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat. Sementara tim, SAR gabungan terus melakukan pencarian dan pertolongan terhadap warga yang membutuhkan bantuan.
Sebanyak 281 personel dikerahkan dalam operasi tersebut. Personel berasal dari unsur TNI, KSOP, Polri, BPBD, PMI, pemerintah daerah (pemda), serta instansi lain. "Mereka ditempatkan di sejumlah titik terdampak untuk mempercepat proses pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban," kata Fathur.
Operasi SAR hingga saat ini masih berlangsung. Tim SAR gabungan memprioritaskan pencarian terhadap korban yang masih tertimbun serta evakuasi masyarakat terdampak ke lokasi yang aman.