Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) bakal mengirimkan bantuan logistik untuk membantu penanganan pascagempa bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa yang berpusat di Nagekeo tersebut terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pagi.
Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan darurat berskala besar akan dilakukan bersama Pemprov Bali. Pengiriman bantuan dijadwalkan melalui Pelabuhan Sape, Bima, Minggu (16/8/2026).
"Tadi saya sudah komunikasi dengan Gubernur NTT, Pak Melki. Saya sampaikan you are not alone dan kami tidak akan meninggalkan beliau. Kita bersaudara, kita akan hadir di sana bersama Bali nanti," tegas Iqbal seusai rapat koordinasi bersama para kepala dinas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mengirim bantuan logistik, tim relawan evakuasi juga akan dikerahkan ke NTT. Berdasarkan informasi yang diterima Iqbal dari aparat di lapangan, tingkat kerusakan di episentrum sangat parah dengan estimasi 80-90% bangunan runtuh.
Menurut Iqbal, NTB memiliki pengalaman dalam penanganan bencana. Ia menekankan bahwa minggu pertama pascabencana merupakan fase survival yang paling menentukan.
Iqbal menegaskan dirinya bersama Gubernur Bali, Wayan Koster, akan menggelar rapat koordinasi virtual bersama industri jasa keuangan, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dan Badan Zakat Nasional (Baznas). Rapat tersebut dilakukan untuk memusatkan sumber daya agar bantuan tidak berjalan sendiri-sendiri.
"Bantuan ini ditargetkan bagi siapa saja yang terdampak di lokasi tanpa membedakan asal daerah," tegas mantan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Turki itu.
Iqbal memastikan tim kemanusiaan dan logistik ditargetkan berangkat paling lambat pada Minggu (16/8/2026) sore melalui jalur darat menuju Pelabuhan Sape, Bima. ASDP telah menyiagakan kapal khusus untuk mengangkut relawan dan alat berat menuju pelabuhan terdekat yang aman dari titik gempa.
"Yang diangkut difokuskan pada kebutuhan mendesak seperti ekskavator, genset, armada double cabin, dan peralatan medis," terang Iqbal.
Iqbal memercayakan Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Halik, untuk memastikan kelancaran koordinasi logistik di Mataram. Sementara itu, tim yang terjun ke NTT akan dipimpin Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Sadimin.
"Pemprov juga menggandeng komunitas Flobamora untuk menerjunkan relawan yang memahami medan dan kultur setempat," terang Iqbal.
Pemprov NTB juga bakal membuka layanan donasi untuk membantu korban gempa yang melumpuhkan Nagekeo. Donasi ini bertajuk aksi Solidaritas Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT (KRBNN).
"Kami sangat menghargai masyarakat yang ingin menyumbang logistik, tetapi disarankan dalam bentuk tunai agar dapat langsung dibelanjakan di lokasi," ujar Iqbal.
Untuk bantuan pangan, pemerintah akan menggunakan cadangan pangan Pemprov NTB yang tersimpan di Bulog Bima karena posisinya lebih dekat dengan NTT. Pemprov NTB juga telah menyiapkan alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp1 miliar untuk membantu korban gempa. Jumlah ini diperkirakan akan bertambah karena Pemprov Bali juga akan memberikan bantuan melalui dana BTT.