Capaian pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Badung, Bali, hingga September 2026 baru menyentuh angka 46% atau sekitar 66 ribu dari target 145 ribu lebih kepala keluarga. Wilayah Kecamatan Kuta, Kuta Utara, dan Kuta Selatan menjadi daerah dengan capaian pendataan paling rendah.
"Wilayah yang paling rendah itu di Kecamatan Kuta, Kuta Utara, dan Kuta Selatan, sedangkan yang tertinggi di Kecamatan Petang mencapai 72%," kata Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Badung, I Gde Eka Sudarwitha, Rabu (30/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Capaian endataan di wilayah Kuta rendah, terang Eka, disebabkan oleh tingginya tingkat kesejahteraan warga serta pola aktivitas masyarakat yang mayoritas bekerja di sektor swasta. Selain itu, masih ada anggapan di tengah masyarakat bahwa pendaftaran Perlinsos maupun bantuan sosial belum terlalu penting.
"Masyarakat di sana banyak bekerja di sektor swasta dan tingkat kesejahteraannya lebih tinggi sehingga barangkali menganggap Perlinsos ini belum terlalu penting. Padahal, ini bukan sekadar bansos, tetapi upaya mendekatkan pelayanan publik dan pemutakhiran data secara digital dari Presiden agar bantuan tepat sasaran," ujar Sudarwitha.
Namun, kendala utama di lapangan bukan berasal dari masalah teknis maupun jangkauan sinyal internet. Tantangan terbesar saat ini berada pada tingkat kesadaran warga untuk mendaftarkan diri ke dalam sistem basis data terpadu tersebut.
"Kalau kendala teknis seperti jangkauan sinyal itu sebenarnya sudah bisa kami atasi semua di lapangan. Yang sangat kami perlukan sekarang adalah kesadaran masyarakat dan optimalisasi upaya sosialisasi," tegas Sudarwitha.
Sudarwitha menegaskan seluruh program bantuan pemerintah pusat maupun daerah, termasuk beasiswa pendidikan hingga BPJS Kesehatan, akan diintegrasikan melalui pangkalan data Perlinsos digital. Oleh karena itu, seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali diimbau untuk segera mendaftarkan diri.
Guna mengejar target pendataan hingga 100%, Dinas Sosial Badung mengoptimalkan peran agen dari kepala lingkungan, kelian dinas, relawan hingga peserta Gerakan Peduli Tetangga. Petugas di tingkat desa dan kelurahan bahkan disiagakan untuk melayani pendaftaran warga hingga malam hari.
"Kami mengapresiasi kerja keras teman-teman Dinsos, kaling, kelian dinas hingga relawan Gerakan Peduli Tetangga arahan MenPAN-RB. Kami bersama perbekel dan lurah juga siap melakukan pendaftaran malam hari untuk membantu warga," jelas Sudarwitha.