detikBali

DPRD Lobar Sentil Pemprov NTB, Sekolah Nyaris Roboh Tak Kunjung Diperbaiki

Terpopuler Koleksi Pilihan

DPRD Lobar Sentil Pemprov NTB, Sekolah Nyaris Roboh Tak Kunjung Diperbaiki


M Zahiruddin - detikBali

Ratusan siswa SMAN 1 Gunungsari belajar di lobi sekolah, kantin hingga gudang karena ruang belajar mau roboh, Rabu (29/7/2026).
Ratusan siswa SMAN 1 Gunungsari belajar di lobi sekolah, kantin hingga gudang karena ruang belajar mau roboh, Rabu (29/7/2026). (Foto: M Zahiruddin/detikBali)
Lombok Barat -

DPRD Lombok Barat menyentil Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dinilai lamban memperbaiki sekolah rusak berat. Akibatnya, ratusan siswa di sejumlah SMA terpaksa belajar di lokasi darurat karena ruang kelas nyaris roboh.

Anggota Komisi IV DPRD Lombok Barat, Saeun, menyoroti lambannya penanganan sekolah, seperti SMAN 1 Gunungsari yang enam ruang kelasnya disegel karena rawan ambruk, serta SMAN 1 Lingsar yang sempat mengalami kerusakan parah.

"Beberapa kali saya sudah rapat dengan pihak sekolah, memang kondisinya sangat memprihatinkan. Bahwa beberapa ruang kelas di segel itu sudah lama sekali sebenarnya butuh perhatian," ujarnya, Kamis (30/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Saeun, hingga kini belum ada langkah nyata dari Pemprov NTB. Padahal, kerusakan itu memaksa siswa belajar di kantin, lobi, hingga ruang darurat lainnya.

ADVERTISEMENT

"Tapi Pemerintah Provinsi sampai hari ini belum ada tindakan. Itu kasihan, siswanya harus belajar di kantin sampai lobi sekolah, padahal sekolah ini Sekolah Unggulan," katanya.

Politikus PAN itu juga mempertanyakan kesiapan Pemprov NTB mengelola kewenangan SMA yang telah dialihkan dari pemerintah kabupaten. Menurutnya, jika tak mampu menangani persoalan tersebut, pengelolaan SMA sebaiknya dikembalikan ke kabupaten.

"Sebenarnya SMA itu awalnya di bawah Kabupaten, beberapa tahun yang lalu itu diambil oleh Provinsi. Provinsi ini sudah dapat tanah sekian hektare dan sekolah, tetapi dia enggak bisa membangun itu. Kalau dia enggak mampu, kembalikan saja ke Kabupaten," tegasnya.

Saeun mengaku sering menerima keluhan masyarakat yang kecewa melihat anak-anak mereka belajar di gudang maupun lobi sekolah.

"Ini sudah lama sekali, orang sudah marah masyarakat ini karena mereka lihat anak-anaknya belajar tidak nyaman. Masyarakat ini enggak tahu yang punya kewenangan ini Provinsi atau Kabupaten, jadi ngelapornya ke kami saja," tuturnya.

Ia mendesak Pemprov NTB segera memperbaiki sekolah yang rusak dan tidak menunggu munculnya korban.

"Ayok segera diselsaikan, jangan nunggu masyarakat ribut baru bertindak. Jangan sampai nunggu ada korban nyawa," pintanya.

Ratusan Siswa Belajar di Kantin hingga Gudang

Sebelumnya, ratusan siswa SMAN 1 Gunungsari terpaksa belajar di lobi, kantin, musala, gudang, hingga laboratorium setelah enam ruang kelas disegel karena kondisinya nyaris roboh.

Kepala SMAN 1 Gunungsari, Musyrifin, mengatakan penyegelan dilakukan berdasarkan rekomendasi Dinas PUPR Provinsi NTB setelah hasil pemeriksaan menyatakan ruang kelas tersebut harus dikosongkan demi keselamatan.

"Kalau dari hasil pemeriksaan PUPR Provinsi, kami disarankan untuk sterilkan ruang kelas. Tapi sejak awal kami sudah kekurangan empat kelas. Makanya kalau dihitung, sekitar 360 siswa yang terdampak," ujarnya.

Menurut Musyrifin, bangunan tersebut menggunakan atap beton dengan penyangga kayu sehingga dinilai berisiko. Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar kegiatan belajar mengajar kembali normal.

"Kami dari sekolah berharap agar segera ini diperbaiki, karena beda belajar di ruangan dengan di tempat darurat seperti ini. Siswa banyak ngeluh panas, kemudian di kantin berdebu," tandasnya.



(dpw/dpw)









Hide Ads
LIVE