Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menyiagakan ribuan personel untuk mengamankan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama ajang balap dunia MotoGP di Sirkuit Mandalika pada 9-11 Oktober 2026 mendatang.
Wakapolda NTB Brigjen Hari Nugroho mengatakan pihaknya siap mengamankan ketertiban selama event MotoGP di Mandalika. Adapun, rencana kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk nonton MotoGP masih menunggu kepastian resmi dari pusat.
"Kedatangan RI 1 kita belum dapat dipastikan, kita konfirmasi dulu untuk memastikan. Kalau hadir, nanti dari Korem penanggungjawab utama kita back up," ujar Hari seusai rakor persiapan MotoGP di Mataram, Senin (14/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia memastikan situasi Kamtibmas di NTB menjelang MotoGP 2026 dalam kondisi aman dan terkendali. Menurut Hari, pengamanan tidak hanya difokuskan pada saat balapan MotoGP berlangsung, melainkan sampai kepulangan para penonton dari kawasan Mandalika.
"Ada hal-hal yang dikhawatirkan itu kami pastikan aman terkendali. Kita siagakan 2.667 personel. Pasca MotoGP saat penonton kembali dilakukan pengamanan oleh 840 personel," terang jendral bintang satu itu.
Selama pelaksanaan operasi pengamanan MotoGP, Polda NTB juga mendapat penebalan kekuatan dari Markas Besar (Mabes) Polri serta dua polda dari wilayah tetangga.
"Kalau ada kegiatan lain kita bantu pengamanan. Kita juga dapat tambahan personel pengamanan asistensi dari Mabes Polri dan polda terdekat Polda Jatim dan Bali," tambahnya.
Selain pengamanan alur penonton dan lokasi balapan, perhatian serius juga tertuju pada potensi kejahatan penyebaran tiket dan stiker masuk palsu yang sempat terjadi pada MotoGP 2025 lalu.
Pihak kepolisian, beber Hari, telah membentuk tim khusus untuk memeriksa seluruh tiket penonton untuk mengantisipasi adanya kemungkinan pihak lain memanfaatkan situasi tersebut.
"Tiket dan stiker palsu tahun lalu kita tidak punya pembanding stiker dan tiket aslinya seperti apa. Kalau ada yang pakai lain kita tertibkan. Nanti ada tim dari Ditreskrimum yang kita bentuk antisipasi tiket palsu," tegas Hari.