Puncak Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), tampak membara akibat letusan malam ini, Senin (14/5/2026), pukul 20.41 Wita.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok, Syawaludin, mengatakan letusan Gunung Ile Lewotolok disertai dentuman sedang.
"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mililiter (mm) dan durasi 1 menit 24 detik," ujar Syawaludin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syawaludin mengatakan saat ini Gunung Ile Lewotolok masih berstatus level II (Waspada). Dia mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok atau pendaki dan pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 2 kilometer dan 3 kilometer sektor selatan dan tenggara dari pusat erupsi.
"Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, sektor timur laut Gunung Ile Lewotolok," imbuhnya.
Dia mengimbau masyarakat yang berada di sekitar Gunung Ile Lewotolok agar menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit serta menghindari gangguan pernapasan.
"Juga menutup tempat penampungan air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanik," tandasnya.