Kemunculan buaya menghebohkan warga dua desa di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Masyarakat dan nelayan di wilayah tersebut diminta untuk tidak melaut sementara waktu.
Kepala Desa Konga, Aloysius Sinyo Kung, mengungkapkan buaya tersebut muncul di perairan Konga, Kecamatan Titihena. Menurutnya, warga menemukan buaya naik ke rakit milik PT Asa Mutiara Nusantara (AMA) pada Minggu (13/9).
"Benar, kemarin (buaya) ada naik ke rakit milik perusahan PT AMN Pulau Konga," ujar Aloysius saat dikonfirmasi detikBali, Senin (14/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Imbauan aktivitas di laut berupa mancing, menyuluh, rekreasi, dan lain-lain sementara waktu dihentikan," imbuhnya.
Aloysius berharap PT AMN tetap mengawasi para pekerja di lokasi budidaya mutiara. PT AMN sendiri merupakan perusahan asing yang bergerak dalam budi daya mutiara di Pulau Konga.
Dia juga meminta para orang tua untuk mengawasi anak-anak agar tidak beraktivitas di pantai. "Orang tua untuk mengawasi anak-anak yang sering rekreasi ke pantai," imbuh Aloysius.
Aloysius juga mendengar informasi kemunculan buaya di Desa Bama, Kecamatan Demon Pagong. Namun, dia belum dapat memastikan buaya tersebut sama dengan yang ditemukan di perairan Desa Konga atau tidak.
"Ya, di Bama ada lihat kemarin juga. Entah buaya yang sama atau bukan, saya juga belum pastikan itu," imbuhnya.
Sementara itu, warga Desa Bama membenarkan adanya penampakan buaya di wilayah mereka. "Dua hari lalu mereka lihat di Pantai Bama sini," ujar seorang warga, Tarsis Kabelen.
(iws/iws)