Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram mencatat ada empat sekolah dasar (SD) yang mengalami kerusakan, mulai dari sarana prasarana (sarpras) hingga bagian bangunan. Total anggaran yang disiapkan untuk perbaikan mencapai lebih dari Rp 1 miliar.
"Ada yang sekolah yang masih kurang kelasnya, ada juga karena fondasi keramiknya yang sudah turun. Itu berbahaya bagi anak-anak," kata Kepala Bidang (Kabid) Disdik Mataram, Syarafudin, saat diwawancarai, Senin (20/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syarafudin menjelaskan penambahan ruang kelas akibat kekurangan rombongan belajar (rombel) meliputi SDN 26 Ampenan serta SDN 1 Ampenan. Sementara SDN 48 Ampenan, memerlukan penanganan mendesak, akibat terjadi kerusakan pada struktur bangunan yang cukup parah.
"SDN 48 Ampenan itu (mengalami) kerusakan, kurang dari 50 persen. Tapi kami khawatir karena fondasinya turun dan keramiknya melesat ke bawah," ungkapnya.
"Bisa lebih (dari Rp 1 miliar)," sambung dia.
Sementara itu, terkait skema realisasi penganggaran empat sekolah rusak tersebut, Disdik berharap alokasi anggarannya dapat masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan.
"Mudah-mudahan bisa di APBD perubahan. Kalau tidak bisa, di APBD murni tahun depan," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Disdik Mataram mengusulkan 50 sekolah untuk direvitalisasi pada 2026 ke Kementerian Pendidikan. Pasalnya puluhan sekolah tersebut masuk kategori rusak dan perlu segera diperbaiki.
Kepala Disdik Mataram, Yusuf, mengatakan dana revitalisasi sepenuhnya bersumber dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan. Dana itu akan disalurkan langsung ke masing-masing sekolah penerima.
"Untuk tahun ini ada 50 sekolah yang kami usulkan untuk direvitalisasi. Kemarin baru selesai kami presentasikan," kata Yusuf sebelumnya.