Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, mendatangi keluarga mendiang Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias Icha di Perumahan RSS Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kunjungan tersebut untuk memastikan proses hukum kasus kematian Dokter Icha terus berjalan.
"Kami Komnas HAM pada siang ini meminta informasi pendalaman kepada pihak keluarga dan kuasa hukum. Ini bagian penting dari proses pemantauan yang dilakukan oleh Komnas HAM," ujar Anis saat ditemui di kediaman mendiang Dokter Icha, Jumat (24/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter Icha meninggal dunia setelah diduga tertekan akibat diintimidasi oleh tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU). Anis menjelaskan Komnas HAM terus memantau perkembangan penanganan kasus tersebut. Termasuk meminta informasi tambahan dari Polda NTT.
"Banyak informasi yang kami gali sekitar dua jam lebih bersama keluarga tadi. Kami juga mau bertemu dengan Polda NTT untuk meminta hasil perkembangan kasusnya," jelas Anis.
Menurut Anis, sejumlah pihak juga sudah teridentifikasi untuk dimintai keterangan terkait kematian Icha. Termasuk sejumlah teman Icha dan dokter yang merawatnya. Komnas HAM, dia berujar, saat ini masih menginvestigasi kasus tersebut.
"Kami lengkapi informasinya untuk melengkapi fakta yang dikumpulkan oleh Komnas HAM. Prinsipnya kami meminta agar kasus ini diusut sampai tuntas," terang Anis.
Ayah kandung Icha, Gabriel Pakaenoni, berharap kasus dugaan intimidasi yang berujung kematian anaknya diusut tuntas. Ia pun mengapresisi dukungan publik yang menaruh perhatian dalam pengungkapan hingga penanganan kasus kematian putri sulungnya itu.
"Saya mengapresiasi sebesar-besarnya kepada teman-teman wartawan juga karena sejak awal sudah membantu kami mengawal kasus tersebut," pungkas Gabriel.
(iws/iws)