detikBali

Heboh Video Anggota DPRD Lombok Timur Diduga Pesta Miras, Perindo Bantah

Terpopuler Koleksi Pilihan

Heboh Video Anggota DPRD Lombok Timur Diduga Pesta Miras, Perindo Bantah


Sanusi Ardi W - detikBali

Tangkapan layar video viral anggota DPRD Lombok Timur, NTB, yang diduga pesta miras. (Foto: Dok. Istimewa)
Tangkapan layar video viral anggota DPRD Lombok Timur, NTB, yang diduga pesta miras. (Foto: Dok. Istimewa)
Lombok Timur -

Video anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur berinisial YS bikin heboh. Pasalnya, YS terekam sedang menikmati makanan di pinggir pantai dengan beberapa botol minuman keras (miras) di sebelahnya.

Berdasarkan rekaman layar yang diterima detikBali, video itu dibagikan ulang melalui story Instagram pribadi milik YS. Sontak, unggahan tersebut menuai sorotan warganet dan menduga YS sedang pesta miras. Diketahui, YS merupakan salah satu anggota perempuan dari Partai Perindo di DPRD Lombok Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua DPD Partai Perindo Lombok Timur, Muhammad Djamaludin, mengaku terkejut setelah mengetahui unggahan video YS tersebut. Kendati demikian, Djamaludin membantah tudingan yang menyebut YS sedang pesta miras dalam momen video itu.

"Sudah diklarifikasi oleh yang bersangkutan, tidak ada yang namanya pesta minum-minum. Situs yang pertama kali memberitakan, beritanya sudah ditarik" kata Djamaludin, Rabu (9/9/2026).

ADVERTISEMENT

Djamaludin menjelaskan video tersebut direkam di Pantai Kuta Lombok Tengah. Ia menyebut botol-botol miras yang terekam dalam video merupakan bekas pengunjung lain.

"Bekas minuman keras orang lain yang ada di sekitar mereka makan-makan yaitu di daerah Kuta, dan belum diangkat oleh pelayan. Kemudian itu yang tertangkap video," imbuhnya.

Di sisi lain, Djamaludin menyayangkan sikap YS yang dinilai gegabah menggunakan media sosial (medsos). Menurutnya, DPP Parta Perindo sudah menegur YS terkait video viral tersebut.

"Kami dan DPP dalami ke yang bersangkutan dan melihat ini sebagai kelalaian dan perlu ditegur. Supaya dalam bermedsos ada kehati-hatian ke depan dalam aktivitas sebagai anggota dewan, kata Djamaludin.

"Aktivitas waktu liburan bisa berdampak negatif jika diekspose di medsos kalau tidak hati-hati," sambungnya.

detikBali telah mencoba menghubungi YS untuk meminta klarifikasi langsung terkait video tersebut. Namun, YS belum merespons hingga berita ini diterbitkan.



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads