Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram memperketat pengawasan di sepanjang pesisir pantai seiring dimulainya masa libur sekolah. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya cuaca buruk bagi wisatawan hingga mengurangi kejadian buruk seperti tenggelam.
Kalak BPBD Kota Mataram, Budi Wartono, menjelaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan Posdalops BPBD terkait perkembangan cuaca. Koordinasi intensif juga dijalin dengan pihak lurah dan camat di wilayah pesisir.
"Pada momentum libur sekolah ini, kami melakukan imbauan melalui EWS. Kita manfaatkan early warning system tsunami yang ada di pinggir pantai," kata Budi, saat dikonfirmasi Minggu (28/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menggalakkan imbauan melalui EWS, Budi memastikan pihaknya telah membangun pos pantau demi keamanan pengunjung pantai.
"Personel kami akan melakukan patroli rutin, selama libur panjang sekolah ini. Khususnya pada akhir pekan saat kunjungan wisatawan meningkat," ujarnya.
Diketahui, BPBD menurunkan sekitar 20 petugas di sejumlah titik destinasi saat momentum libur panjang sekolah. Khusus untuk pesisir pantai, petugas BPBD akan berpatroli mulai dari Pantai Mapak, Sekarbela hingga Pantai Meninting, Ampenan.
"Kami akan turunkan 20 petugas untuk patroli keliling," jelasnya.
Di sisi lain, Budi menuturkan kondisi cuaca saat ini masih terpantau cerah berawan. "Sejauh ini cerah berangin, mudah-mudahan intensitas hujan tidak terlalu tinggi. Tapi sejauh ini cerah," ungkapnya.
Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid memprediksi peringatan dini banjir rob di wilayah pesisir Lombok dan pesisir Bima pada 26 Juni hingga 4 Juli 2026.
Berdasarkan data analisis BMKG, cuaca di Lembar, Lombok Barat pada 26 Juni-4 Juli terpantau cerah-hujan ringan, dengan arah dan kecepatan angin timur-selatan, 5-20 knots. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 0,5 meter hingga 2,5 meter.
(hsa/hsa)