detikBali

250 KK di Kampung Bugis Mataram Terdampak Banjir Rob

Terpopuler Koleksi Pilihan

250 KK di Kampung Bugis Mataram Terdampak Banjir Rob


Nathea Citra - detikBali

Ilustrasi banjir rob. (Chat GPT)
Foto: Ilustrasi banjir rob. (Chat GPT)
Mataram -

Sebanyak 250 kepala keluarga (KK) Kampung Bugis terdampak banjir rob yang terjadi di pesisir pantai Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Banjir rob tersebut terjadi sejak Rabu (3/6/2026).

"Ada sekitar 200 hingga 250 KK yang terdampak akibat banjir rob. Ketinggian airnya berkisar 50 sentimeter (cm) yang sampai darat," kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Mataram, Budi Wartono, saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BPBD meminta masyarakat tetap waspada dan segera melapor apabila kondisi banjir rob semakin parah.

"Jika terjadi hal-hal yang lebih dari itu, segera lapor untuk segera kami tindaklanjuti," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Budi, banjir rob kali ini hanya merendam area pekarangan rumah warga dan sejumlah ruas jalan di kawasan Kampung Bugis. Ketinggian genangan di jalan rata-rata mencapai mata kaki orang dewasa.

"Potensi gelombang tinggi ini diperkiraan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Kami sudah mengeluarkan imbauan sampai 6 Juni mendatang. Kami minta masyarakat tetap waspada khususnya yang di daerah pesisir," terangnya.

Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang yang diperkirakan terjadi pada 4-6 Juni 2026. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dengan dampak bencana yang ditimbulkan seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, genangan air, angin kencang, kilat/petir, berkurangnya jarak pandang, hingga pohon tumbang.

BMKG juga mengingatkan nelayan, operator transportasi laut, pelaku wisata bahari, serta masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi yang mencapai lebih dari 2 meter.

Gelombang laut diperkirakan dapat mencapai lebih dari dua meter di sejumlah perairan NTB, seperti Selat Lombok bagian utara dan selatan, Selat Alas bagian utara dan selatan, perairan selatan Sumbawa hingga Selat Sape bagian selatan, serta Samudra Hindia selatan NTB.




(nor/nor)










Hide Ads