detikBali

Gempa M 7,7 Rusak 5 RS dan 68 Puskesmas di Flores, 24 Faskes Lumpuh

Terpopuler Koleksi Pilihan

Gempa M 7,7 Rusak 5 RS dan 68 Puskesmas di Flores, 24 Faskes Lumpuh


Ambrosius Ardin - detikBali

Suasana rakor penangan bencana gempa bumi Flores di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu (16/8/2026) (Ambrosius Ardin)
Foto: Suasana rakor penangan bencana gempa bumi Flores di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu (16/8/2026) (Ambrosius Ardin)
Manggarai Barat -

Sebanyak lima rumah sakit (RS) di sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), rusak akibat gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,7, Sabtu (15/8/2026). Satu RS lumpuh total, tak bisa beroperasi hingga saat ini. Yakni, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng, Manggarai.

Sementara, empat RS lainnya hanya beroperasi sebagian. Hanya 16 dari total 21 RS di Flores yang masih beroperasi penuh seusai gempa mengguncang delapan kabupaten di Flores.

"Fasilitas kesehatan yang terdampak, dari 21 rumah sakit yang ada di Flores, 16 dalam keadaan beroperasi penuh. Ada empat yang beroperasi sebagian, dua di Ngada dan dua di Nagekeo. Satu yang total tidak beroperasi, yang ada di Manggarai," ungkap Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus. dalam rapat koordinasi penanggulangan gempa bumi Flores lintas kementerian/lembaga di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Minggu (16/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, dari total 190 puskesmas di wilayah Flores, terdapat 68 puskesmas rusak. Sebanyak 19 puskesmas belum bisa beroperasi karena rusak parah.

ADVERTISEMENT

"Untuk puskesmas ada total 190 puskesmas di Flores, 122 dalam keadaan beroperasi penuh, 49 beroperasi sebagian dan 19 yang rusak belum beroperasi karena rusak yaitu tiga di Manggarai timur, lima di Manggarai, empat di Ngada, tiga di Nagekeo, dan di Manggarai barat ada empat. Jadi total ada 19 yang belum beroperasi," terang Benjamin.

Ia mengatakan Kementerian Kesehatan akan mengoptimalkan pelayanan lima RS di sejumlah wilayah di Flores. Yakni, RSUD Borong (Manggarai Timur), RSUD Bajawa, RSUD Nagekeo, RSUD Ende, dan RSUD RSUD TC Hillers di Sikka.

"Dari Kemenkes ada lima rumah sakit yang akan dioptimalkan pelayanannya," kata Benjamin.

Sejumlah upaya yang dilakukan Kemenkes, yakni mobilisasi tim manajemen krisis kesehatan (dua tim), mobilisasi emergency medical team (dua tim), dan mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC) di sembilan lokasi.

Berikutnya, mengirimkan bantuan kesehatan, meliputi obat-obatan, bahan medis habis pakai (BMHP), emergency kit, tenda pos kesehatan, dan oksigen konsentrator.

Rakor penanggulangan gempa bumi Flores di Labuan Bajo dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.

Rakor itu dihadiri Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto.

Berikutnya, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Ketua DPRD NTT Emelia Julia Nomleni, Panglima Kodam IX/Udayana (Pangdam Udayana) Mayjen TNI Piek Budyakto, Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko.

Hadir pula Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Direktur Telkom Dian Siswarini, dan Direktur Pertamina Simon Aloysius Mantiri. Ikut juga dalam rakor ini Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi dan kepala daerah yang wilayahnya terdampak gempa Nagekeo.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads