detikBali

Basarnas: Korban Gempa Flores Bertambah Jadi 51 Tewas, 64 Luka

Terpopuler Koleksi Pilihan

Basarnas: Korban Gempa Flores Bertambah Jadi 51 Tewas, 64 Luka


Ambrosius Ardin - detikBali

Petugas melintas di dekat bangunan Pelabuhan Laurentius Say Maumere yang rusak akibat gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka melaporkan terdapat tiga korban jiwa dari ambruknya gedung ruang tunggu pelabuhan yang diguncang gempa bumi magnitudo (M) 7,7 tersebut. ANTARA FOTO/Gregorio J Gilbert/sth/nz
Dampak gempa bumi di Pelabuhan Laurentius Say NTT. Foto: ANTARA FOTO/Gregorio J Gilbert
Manggarai Barat -

Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 51 orang, Minggu (16/8/2026). Korban tersebar di sejumlah wilayah terdampak gempa di Flores.

"Kami laporkan untuk update hingga pukul 09.00 Wita hari ini bahwa total korban meninggal dunia ada 51 orang," ungkap Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii dalam rapat koordinasi penanggulangan gempa bumi Flores, di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Minggu (16/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada penambahan empat korban jiwa yang tercatat hingga pukul 09.00 Wita hari ini. Syafii mengatakan korban meninggal dunia bertambah di wilayah Manggarai Timur dan Manggarai.

"Penambahan di Manggarai Timur ada tiga warga yang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia, kemudian Manggarai yang tadinya 23 menjadi 24, tambah 1 sehingga total 51 korban meninggal dunia," jelas Syafii.

ADVERTISEMENT

Selain korban meninggal, terdapat puluhan korban luka. "Untuk yang luka-luka berat total 64 warga," ujar Syafii

Basarnas bersama jajaran kementerian/lembaga dan pemerintah daerah menggelar rapat koordinasi penanggulangan gempa bumi Flores di Kantor Bupati Manggarai Barat, Minggu (16/8/2026).

Rakor yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno itu dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto.

Berikutnya Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Ketua DPRD NTT Emelia Julia Nomleni, Panglima Kodam IX/Udayana (Pangdam Udayana) Mayjen TNI Piek Budyakto, Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko.

Hadir pula Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Direktur Telkom Dian Siswarini, dan Direktur Pertamina Simon Aloysius Mantiri. Ikut juga dalam rakor ini Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi dan Kepala daerah yang wilayahnya terdampak gempa Nagekeo.



(nor/nor)









Hide Ads