Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), akan membangun Sekolah Nasional Terintegrasi dengan nilai investasi sekitar Rp 250 miliar. Sekolah yang menjadi bagian dari program pemerintah pusat tersebut ditargetkan mulai dibangun pada bulan depan.
"Kita bersyukur kemungkinan kita kabupaten satu-satunya yang mendapat Sekolah Nasional Terintegrasi, dengan nilai anggaran yang diberikan sekitar Rp 250 miliar," kata Bupati Kupang Yosef Lede, Rabu (17/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yosef menjelaskan, sebelumnya Kabupaten Kupang juga telah ditetapkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Kini, pemerintah daerah kembali mendapat kepercayaan untuk menghadirkan Sekolah Nasional Terintegrasi yang merupakan bagian dari program prioritas Presiden.
"Sesuai rencana bulan depan mulai dibangun dan ini sesuai dengan program dari Pak Presiden," ujarnya.
Menurutnya, kehadiran sekolah tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat, khususnya anak-anak di Kabupaten Kupang.
"Jadi kami di daerah siap dan kami berharap program yang bagus dari Pak Presiden ini kami di daerah bisa mengakomodasi dalam memenuhi kebutuhan anak-anak kita yang menginginkan bersekolah di sekolah yang berkualitas," kata Yosef.
Ia menilai pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap lembaga pendidikan di luar NTT yang selama ini menjadi pilihan bagi sebagian siswa untuk melanjutkan pendidikan.
Pemkab Kupang sudah menyiapkan lahan 20 hektare di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur sebagai syarat pembangunan.
"Lahan sudah ada. Lahan kami siapkan 20 hektare," jelas Yosef.
Saat ini, tim teknis telah turun ke lokasi guna melakukan pengukuran lahan. Hasil pengukuran tersebut nantinya akan disampaikan kepada kementerian terkait sebagai bagian dari proses administrasi pembangunan.
"Kabupaten Kupang merupakan masuk dalam daerah prioritas untuk dibangun Sekolah Nasional Terintegrasi," pungkasnya.